Inilah 3 Faktor Penyebab Terjadinya Pemanasan Global

November 06, 2017
Apa itu Pemanasan Global?
Pemanasan global atau yang sering juga disebut global warming adalah peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan bumi yang disebabkan oleh beberapa faktor penyebab. kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia melalui efek rumah kaca Pemanasan Global akan diikuti dengan Perubahan Iklim, seperti meningkatnya curah hujan di beberapa belahan dunia sehingga menimbulkan banjir dan erosi. Sedangkan, di belahan bumi lain akan mengalami musim kering yang berkepanjangan disebabkan kenaikan suhu.

Penyebab Pemanasan Global
Inilah 3 Faktor Penyebab Terjadinya Pemanasan Global

1. Efek Rumah Kaca
Segala sumber energi yang terdapat di Bumi berasal dari Matahari. Ketika energi ini tiba permukaan Bumi, cahaya berubah menjadi panas yang menghangatkan Bumi. Permukaan Bumi akan menyerap sebagian panas dan memantulkan kembai sisanya. Sebagian dari panas ini berwujud radiasi infra merah gelombang panjang ke angkasa luar. Sebagian dari panas ini berwujud radiasi infra merah gelombang panjang ke angkasa luar. 

Namun sebagian panas tetap terperangkap di atmosfer bumi akibat menumpuknya jumlah gas rumah kaca antara lain uap air, karbon dioksida, dan metana yang menjadi perangkap gelombang radiasi ini. Gas-gas ini menyerap dan memantulkan kembali radiasi gelombang yang dipancarkan Bumi dan akibatnya panas tersebut akan tersimpan di permukaan Bumi. Keadaan ini terjadi terus menerus sehingga mengakibatkan suhu rata-rata tahunan bumi terus meningkat. Gas-gas tersebut berfungsi sebagaimana gas dalam rumah kaca. Dengan semakin meningkatnya konsentrasi gas-gas ini di atmosfer, semakin banyak panas yang terperangkap di bawahnya.

2. Efek Umpan Balik
Proses umpan balik yang terjadi mempengaruhi penyebab pemanasan global. Sebagai contoh adalah pada proses penguapan air. Pada kasus pemansan akibat bertambahnya gas-gas rumah kaca seperti CO2, pada awalnya pemanasan akan menyebabkan lebih banyaknya air yang menguap ke atmosfer. Karena uap air sendiri merupakan gas rumah kaca, pemanasan akan terus berlanjut dan menambah jumlah uap air di udara sampai tercapainya suatu kesetimbangan konsentrasi uap air.

Efek rumah kaca yang dihasilkannya lebih besar bila dibandingkan oleh akibat gas CO2 sendiri. (Walaupun umpan balik ini meningkatkan kandungan air absolut di udara, kelembaban relatif udara hampir konstan atau bahkan agak menurun karena udara menjadi menghangat). Umpan balik ini hanya berdampak secara perlahan-lahan karena CO2 memiliki usia yang panjang di atmosfer.

Umpan balik penting lainnya adalah hilangnya kemampuan memantulkan cahaya (albedo) oleh es. Ketika temperatur global meningkat, es yang berada di dekat kutub mencair dengan kecepatan yang terus meningkat. Bersamaan dengan melelehnya es tersebut, daratan atau air di bawahnya akan terbuka. Baik daratan maupun air memiliki kemampuan memantulkan cahaya lebih sedikit bila dibandingkan dengan es, dan akibatnya akan menyerap lebih banyak radiasi Matahari. Hal ini akan menambah pemanasan dan menimbulkan lebih banyak lagi es yang mencair, menjadi suatu siklus yang berkelanjutan.

Umpan balik positif akibat terlepasnya CO2 dan CH4 dari melunaknya tanah beku (permafrost) adalah mekanisme lainnya yang berkontribusi terhadap pemanasan. Selain itu, es yang meleleh juga akan melepas CH4 yang juga menimbulkan umpan balik positif.

Kemampuan lautan untuk menyerap karbon juga akan berkurang bila ia menghangat, hal ini diakibatkan oleh menurunya tingkat nutrien pada zona mesopelagic sehingga membatasi pertumbuhan diatom daripada fitoplankton yang merupakan penyerap karbon yang rendah.

Artikel terkait 'global warming':
• Pengertian Global Warming dan Penyebab Terjadinya
• Contoh Sederhana Akibat Global Warming
• Contoh, Penyebab, dan Dampak Global Warming
• Dampak Yang Disebabkan Global Warming
• Cara Mengatasi Global Warming Yang Efektif
• Penyebab dan Dampak Global Warming
• Penyebab dan Cara Mencegah Global Warming
• Dampak Pemanasan Global Bagi Lingkungan

3. Penggundulan Hutan
Maraknya kasus penggundulan hutan merupakan salah satu penyebab pemanasan global saat ini. Penggundulan hutan yang mengurangi penyerapan karbon oleh pohon, menyebabkan emisi karbon bertambah sebesar 20%, dan mengubah iklim mikro lokal dan siklus hidrologis, sehingga mempengaruhi kesuburan tanah. Hutan yang menjadi paru-paru Bumi kini tidak dapat berfungsi secara maksimal karena sudah sangat berkurangnya jumlah pohon yang ada. Jumlah pohon yang ada tidak dapat menyeimbangi banyaknya jumlah CO2 yang ada di Bumi.

Perbedaan Antara Mikrosporogenesis dan Megasporogenesis

November 05, 2017
Perbedaan Mikrosporogenesis dan Megasporogenesis 
Mikrosporogenesis
Mikrosporogenesis adalah proses pembentukan gamet jantan (sperma) yang berlangsung pada bunga yaitu di dalam serbuk sari bagian dari kepala sari (antenna) yang di dalamnya terdapat kantong serbuk sari atau mikrosporangium.
Perbedaan Antara Mikrosporogenesis dan Megasporogenesis

Sebuah sel induk mikrospora diploid (mikrosporosit) dalam antenna membelah secara meiosis I dan menghasilkan sepasang sel haploid. Pada meiosis II menghasilkan 4 mikrospora haploid (n) yang berkelompok membentuk tetrad. Setiap mikrospora akan mengalami kariokinesis (pembelahan inti), sehingga menghasilkan 2 inti yang haploid yaitu satu inti dinamakan inti saluran serbuk sari dan satu inti generatif. 

Inti generatif membelah secara mitosis tanpa disertai sitokinesis dan terbentuklah 2 inti sperma (n) dan inti serbuk sari tidak membelah. Dengan demikian maka sebutir serbuk sari yang telah masak mengandung 3 inti yang haploid, yaitu serbuk inti saluran serbuk sari dan 2 buah inti sperma.

Mikrosporogenesis adalah suatu proses pembentukan mikrospora atau pollen,yang terjadi pada kotak sari (anter).Mikrosporosit menjalani dua kali meiosis berturut-turut menghasilkan tetradmikrospora yang dinamai juga pollen atau serbuk sari muda. Keempatnya adalahfungsional. Jumlah kromosom pada setiap pollen adalah haploid (n).

Kemudian, setiap inti mikrospora membelah menjadi dua yang masing-masing haploid. Satu inti dinamakan inti buluh serbuk sari. Inti buluh serbuk sari merupakan inti vegetatif. Satu inti lagi dinamakan inti generatif. Dalam perkembangan selanjutnya, setelah terbentuk serbuk sari. inti generatif membelah lagi menjadi dua inti sperma yang masing-masing haploid. Dengan demikian, serbuk sari yang telah masak mengandung tiga inti yang masing-masing haploid. yaitu satu inti vegetatif dan dua inti sperma. Inti vegetatif dalam perkembangannya akan mati.

Megasporogenesis
Megasporogenesis adalah proses pembentukan gamet betina (ovum) yang berlangsung dalam bakal buah (ovarium) dan menghasilkan kandung lembaga. Proses megasporogenesis menghasilkan 3 inti antipoda, 2 inti sinergid (n), 1 inti ovum (n) dan1 inti kandung lembaga sekunder (2n).

Pembelahan zigot dengan dinding tegak lurus atau miring adalah jarang. Perkembangan awalproembrio pada monokotil dan dikotil adalah sams sampai stadium aktant (8 sel).Mikrosporogenesis adalah simultan, menghasilkan tetrad tetrahedral dan mikrogametogenesismenghasilkan serbuk sari binukieat "diporate".

Megasporagenesis adalah proses pembentukan spora besar atau spora betina atausel telur atau ovul.Proses ini diawali oleh muncul sel primordia ovul pada  jaringan meristematik dindingovari (bakal buah). Pada primordial avul itu terdapat sel khusus yang dinamai selarkesporial, yang kemudian akan berkembang membentuk sel megaspora.

Megasporogenesis adalah proses pembentukan kandung lembaga di dalam bakal biji (ovulum). Di dalam bakal biji terdapat sebuah sel induk megaspora yang bersifat diploid. induk megaspora ini disebut megasporosit. Di dalam bakal biji, sel induk mengalami meiosis sehingga menghasilkan empat megaspora yang masing-masing haploid.

Tiga megaspora itu mengalami degenerasi dan mati. Sementara itu, satu megaspora yang hidup mengalami pembelahan inti secara mitosis tiga kali berturut-turut tanpa diikuti pembelahan plasma sehingga terbentuk sebuah sel kandung lembaga yang mengandung delapan inti haploid. Dari delapan inti, tiga inti menuju ke arah mikrofil, tiga inti menuju ke arah yang berlawanan dengan mikrofil, dan dua inti ke tengah. Mikrofil adalah lubang kecil tempat masuknya inti sel sperma.

Tiga inti yang menuju ke arah mikrofil, yang tengah menjadi sel telur (ovum), sedangkan dua inti yang mendampingi menjadi sinergid. Tiga inti yang bergerak ke arah yang berlawanan dengan mikrofil menjadi antipoda. Antipoda kemudian mengalami degenerasi dan mati. Sedangkan dua inti yang ke tengah bersatu membentuk kandung lembaga sekunder yang bersifat diploid (2n). Sel telur dan kandung lembaga yang telah masak slap untuk dibuahi oleh inti sperma dari serbuk sari.

Makalah Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing [Lengkap]

November 05, 2017
I. PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG

Makalah Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing - Dunia bisnis yang berkembang sangat cepat mengharuskan teknologi informasi yang ada dapat mendukung perubahan yang terjadi secara dinamis dan masif. Teknologi pemrosesan data perusahaan memegang peranan yang sangat strategis untuk dapat dihasilkannya suatu bentuk pelaporan keuangan yang handal, efisien dan tepat waktu. 
Makalah Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing [Lengkap]

Ketepatan pelaporan keuangan perusahaan yang menjadi tolok ukur dari kinerja penyelenggaraan perusahaan oleh manajemen akan berdampak terhadap keputusan yang akan diambil oleh para stakeholder. Pemilihan perangkat lunak yang sesuai dengan aktivitas bisnis perusahaan dan kultur yang ada di perusahaan juga memainkan peran yang tidak kalah pentingnya. 

Sistem pengolahan data elektronik yang ada di perusahaan harus dapat menampilkan laporan keuangan secara tepat waktu, relevan dan bebas dari salah saji material. Keterkaitan antar bagian yang ada di perusahaan harus dapat dijembatani dengan keseragaman informasi yang saling kompatibel untuk dapat diproses oleh teknologi informasi perusahaan. Penggunaan berbagai jenis perangkat lunak yang beragam akan menyulitkan proses sinkronisasi yang pada akhirnya dapat mengakibatkan kesalahan penyusunan laporan keuangan. 

Pengolahan data elektronik keuangan yang menjadi dasar penyusunan laporan keuangan dimulai dari penentuan mata uang yang mendominasi aktivitas keuangan perusahaan. Mata uang yang mendominasi ini dikenal dengan mata uang fungsional. Mata uang fungsional tidak harus sama dengan mata uang pelaporan. Mengingat aktivitas usaha perusahaan sangat tergantung dengan keadaan yang melingkupinya, maka apabila terjadi perubahan yang fundamental d ioperasional perusahan, dapat saja mata uang fungsional perusahaan tersebut juga berubah. 

Perubahan mata uang fungsional ini juga dapat terjadi akibat diberlakukannya suatu standar akuntansi baru yang diadopsi perusahaan. Perubahan ini mengakibatkan perlunya dilakukan penyesuaian atas mata uang yang akan digunakan perusahaan pada saat perusahaan mencatat transaksi-transaksi keuangannya mengingat bahwa perusahaan harus mencatat transaksi keuangannya dengan menggunakan mata uang fungsional. Dampak dari perubahan tersebut adalah diperlukannya modifikasi tertentu dari sistem informasi manajemen atau ERP terkait pengelolaan pencatatan transaksi keuangan yang memungkinkan perusahaan untuk menggunakan mata uang fungsional yang baru. Mengingat sistem informasi ini tidak dapat berdiri sendiri, diperlukan juga kesiapan dari pelaksananya untuk berubah dan menyesuaikan dengan implementasi mata uang fungsional yang baru. 

Perusahaan yang dianalisa dalam makalah ini adalah suatu perusahaan yang mencatatkan sahamnya di bursa efek Indonesia yang bergerak di bidang manufaktur. Perusahaan ini merubah mata uang fungsionalnya dari Rupiah menjadi Dolar Amerika Serikat dan sebagai konsekuensinya juga harus melakukan modifikasi di sistem ERP SAP yang telah ada untuk mengakomodir pencatatan transaksi keuangan dengan menggunakan mata uang Dolar Amerika Serikat yang sebelumnya dilakukan dengan menggunakan mata uang Rupiah.

1.2 TUJUAN PENULISAN

Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk :
1.Mendeskripsikan keterkaitan mata uang fungsional dengan pencatatan dan pengolahan data keuangan yang dilakukan secara elektronik
2. Mengidentifikasi penyesuaian yang diperlukan untuk modifikasi ERP terkait perubahan mata uang fungsional
3. Menganalisis faktor yang mempengaruhi keberhasilan implementasi ERP terkait penerapan mata uang fungsional baru

II. TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Standar Akuntansi Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing 
Penentuan mata uang fungsional berdasarkan standar akuntansi yang berlaku wajib dilakukan oleh perusahaan dengan memperhatikan beberapa karakteristik tertentu. Dalam hal mata uang pelaporan yang ditentukan adalah mata uang fungsional, maka untuk penentuan mata uang fungsionalnya wajib memperhatikan standar akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Berdasarkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 10 tentang Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing  disebutkan bahwa  lingkungan ekonomi utama di mana entitas beroperasi adalah lingkungan entitas tersebut utamanya menghasilkan dan mengeluarkan kas. Entitas mempertimbangkan faktor berikut dalam menentukan mata uang fungsionalnya:

(a) mata uang:
1. yang paling mempengaruhi harga jual barang dan jasa (mata uang ini seringkali menjadi mata uang yang harga jual barang dan jasa didenominasikan dan diselesaikan); dan
2. dari negara yang kekuatan persaingan dan peraturannya sebagian besar menentukan harga jual barang dan jasa entitas.

(b) mata uang yang paling mempengaruhi biaya tenaga kerja, bahan baku, dan biaya lain dari pengadaan barang atau jasa (mata uang ini seringkali menjadi mata uang yang biaya tersebut didenominasikan dan diselesaikan).

Lebih lanjut disebutkan bahwa faktor-faktor berikut juga dapat memberikan bukti mengenai mata uang fungsional:
(a) mata uang yang mana dana dari aktivitas pendanaan dihasilkan (antara lain penerbitan instrumen utang dan instrumen ekuitas).
(b) mata uang yang mana penerimaan dari aktivitas operasi pada umumnya ditahan.

Sedangkan untuk kegiatan usaha luar negeri, faktor-faktor berikut ini dipertimbangkan dalam menentukan mata uang fungsionalnya, serta apakah mata uang fungsionalnya sama dengan mata uang entitas pelapor (entitas pelapor dalam konteks ini, merupakan entitas yang memiliki kegiatan usaha luar negeri sebagai entitas anak, cabang, entitas asosiasi, atau ventura bersama):

(a) apakah aktivitas kegiatan usaha luar negeri dilaksanakan sebagai perpanjangan dari entitas pelapor, bukan dilaksanakan dengan tingkat otonomi signifikan. Contoh aktivitas kegiatan usaha luar negeri yang dilaksanakan sebagai perpanjangan dari entitas pelapor adalah ketika kegiatan usaha luar negeri hanya menjual barang yang diimpor dari entitas pelapor dan mengirimkan hasilnya ke entitas pelapor. Contoh aktivitas kegiatan usaha luar negeri yang dilaksanakan dengan tingkat otonomi signifikan adalah ketika kegiatan usaha luar negeri mengakumulasikan kas dan pos moneter lain, mengadakan pengeluaran, menghasilkan pendapatan, dan mengatur pinjaman yang secara substansial menggunakan mata uang lokalnya.

(b) apakah transaksi dengan entitas pelapor memiliki proporsi yang tinggi atau rendah dari kegiatan usaha luar negeri.
(c) apakah arus kas dari kegiatan usaha luar negeri secara langsung mempengaruhi arus kas entitas pelapor dan siap tersedia untuk dikirimkan ke entitas pelapor.
(d) apakah arus kas dari aktivitas kegiatan usaha luar negeri cukup untuk membayar kewajiban utang yang ada ataupun yang diperkirakan dapat terjadi tanpa adanya dana yang disediakan oleh entitas pelapor.

Jika indikator di atas tidak bisa menjelaskan mata uang fungsional entitas, maka manajemen bisa menggunakan pertimbangan untuk menentukan mata uang fungsional yang paling mencerminkan dampak ekonomi atas transaksi, kondisi dan kegiatan  dari entitas. Manajemen memberikan prioritas kepada indikator utama sebelum mempertimbangkan indikator lainnya, yang dibuat untuk memberikan tambahan bukti pendukung dalam menentukan mata uang fungsional suatu entitas. Mata uang fungsional entitas mencerminkan transaksi, peristiwa dan kondisi yang relevan dari entitas. Oleh karena itu, sekali ditentukan, mata uang fungsional tidak berubah kecuali ada perubahan dalam transaksi, peristiwa dan kondisi dari entitas. 

Dengan demikian apabila suatu perusahaan mempunyai mata uang fungsional dalam dolar Amerika Serikat, maka setiap transaksi keuangan yang terjadi harus dicatat dalam mata uang dolar Amerika Serikat dengan menggunakan kurs nilai tukar yang berlaku pada tanggal tersebut.

2.2 Dampak mata uang fungsional terhadap pencatatan transaksi
Apabila suatu perusahaan mempunyai mata uang fungsional dalam dolar Amerika Serikat, maka setiap transaksi keuangan yang terjadi harus dicatat dalam mata uang dolar Amerika Serikat dengan menggunakan kurs nilai tukar yang berlaku pada tanggal transaksi. Transaksi yang dilakukan dalam mata uang Rupiah, pada waktu akan dibukukan ke dalam sistem data elektronik perusahaan harus dihitung ke dalam mata uang fungsional yang dalam hal ini adalah dolar Amerika Serikat dengan menggunakan kurs spot antara mata uang fungsional dan mata uang Rupiah pada tanggal transaksi.

Dalam PSAK 10 disebutkan bahwa untuk pelaporan pada akhir periode pelaporan berikutnya penghitungan mata uang fungsional dilakukan dengan memperhatikan hal berikut:
a. pos moneter mata uang lain dijabarkan menggunakan kurs penutup;
b. pos nonmoneter yang diukur dalam biaya historis dalam mata uang lain dijabarkan menggunakan kurs pada tanggal transaksi; dan
c. pos nonmoneter yang diukur pada nilai wajar dalam mata uang laindijabarkan menggunakan kurs pada tanggal ketika nilai wajar ditentukan.

Ketika terdapat perubahan dalam mata uang fungsional, perusahaan menerapkan prosedur penjabaran untuk mata uang fungsional yang baru secara prospektif sejak tanggal perubahan itu. Maksud dari perlakuan secara prospektif tersebut adalah perusahaan menjabarkan semua pos ke dalam mata uang fungsional yang baru menggunakan kurs pada tanggal perubahan itu dimana hasil dari jumlah yang dijabarkan untuk pos nonmoneter dianggap sebagai biaya historisnya. Selisih kurs yang timbul dari penjabaran kegiatan usaha luar negeri yang diakui sebelumnya dalam pendapatan komprehensif lain tidak direklasifikasi dari ekuitas ke laba rugi sampai terjadinya pelepasan kegiatan usaha tersebut.

2.3 Konsep enterprise resource planning
Enterprise Resource Planning (ERP) atau Perencanaan sumber daya perusahaan adalah sistem terpadu berbasis teknologi komputer yang digunakan untuk mengelola beberapa atau seluruh sumber daya internal dan eksternal berwujud termasuk aset, sumber daya keuangan, bahan, dan sumber daya manusia. ERP juga dapat dipandang sebagai sistem informasi yang diperuntukkan bagi perusahan manufaktur maupun jasa yang berperan mengintegrasikan dan mengotomasikan proses bisnis yang berhubungan dengan aspek operasi, keuangan, produksi maupun distribusi di perusahaan bersangkutan. 

Menurut F. Robert Jacobs dkk ERP adalah “a framework for organizing, defining and standardizing the business processes necessary to effectively plan and control an organization so the organization can use its internal knowledge to seek external advantage”.  Menurut Ali Haj Bakry dan Saad Haj Bakry, ERP adalah “integrated information system software comprises of several modules that share a central database designed to automate business processes across the enterprise” . Lebih lanjut E.M. Shehab dkk mendefinisikan ERP sebagai “”do it all” syatem that performs everything from entry of sales orders to customer service. It attempts to integrate the suppliers and customers with the manufacturing environment of the organization” .  

Dengan kata lain ERP digunakan untuk mengelola seluruh aktifitas perusahaan termasuk keuangan, produksi, sumber daya manusia, pemasaran, rantai pasokan, logistik, dan sebagainya. Ini merupakan arsitektur perangkat lunak yang bertujuan untuk memfasilitasi aliran informasi antara semua fungsi bisnis dalam batas-batas organisasi dan mengelola hubungan dengan para stakeholder di luar. Pada umumnya ERP dibangun di atas sentralisasi database dan biasanya menggunakan platform komputasi yang umum, sistem ERP mengkonsolidasi semua operasi bisnis menjadi satu kesatuan dan terciptanya integrasi data perusahaan yang seragam dan lingkungan sistem yang luas.

Sejarah dari ERP sendiri berkembang dari Manufacturing Resource Planning (MRP II) dimana MRP II sendiri adalah hasil evolusi dari Material Requirement Planning (MRP) yang berkembang sebelumnya. Sistem ERP secara modular biasanya menangani proses manufaktur, logistik, distribusi, persediaan (inventory), pengapalan, penagihan dan akuntansi perusahaan. Ini berarti bahwa sistem ini nanti akan membantu mengontrol aktivitas bisnis seperti penjualan, pengiriman, produksi, manajemen persediaan, keuangan, manajemen kualitas dan sumber daya manusia.

Asal istilah MRP vs ERP – Manufaktur sistem manajemen telah berkembang secara bertahap selama 30 tahun dari cara sederhana menghitung kebutuhan bahan untuk otomatisasi dari seluruh perusahaan. Sekitar tahun 1980, lebih-banyaknya perubahan pada ramalan penjualan, penyesuaian kembali entailing terus-menerus dalam produksi, serta parameter unsuitability ditetapkan oleh sistem, yang dipimpin MRP (Material Requirement Planning) untuk berkembang menjadi sebuah konsep baru: Manufacturing Resource Planning (atau MRP2 ) dan akhirnya generik konsep Enterprise Resource Planning (ERP).

Inisial ERP berasal sebagai perpanjangan dari MRP (bahan persyaratan perencanaan kemudian perencanaan sumber daya manufaktur) dan CIM (computer-integrated manufacturing) dan diperkenalkan oleh perusahaan riset dan analisis Gartner. Sistem ERP mencoba untuk mencakup semua fungsi dasar dari suatu perusahaan, terlepas dari organisasi bisnis atau piagam. Dunia usaha non-manufaktur, organisasi nirlaba dan pemerintah sekarang banyak yang menggunakan sistem ERP.

2.4 Penerapan ERP dalam perusahaan
Untuk dapat dipertimbangkan sebagai sebuah sistem ERP, sebuah paket perangkat lunak harus menyediakan fungsi setidaknya dua sistem. Sebagai contoh, sebuah paket perangkat lunak yang menyediakan kedua penggajian dan fungsi akuntansi secara teknis bisa dianggap sebagai sebuah paket perangkat lunak ERP. Namun, istilah ini biasanya diperuntukkan bagi hal yang lebih besar dan lebih luas terkait aplikasi berbasis teknologi informasi. 

Sistem ERP dapat berada pada server terpusat atau didistribusikan di seluruh modular unit perangkat keras dan perangkat lunak yang menyediakan “pelayanan” dan berkomunikasi pada jaringan area lokal (local area network).  Desain terdistribusi memungkinkan sebuah bisnis untuk mengumpulkan modul-modul dari vendor yang berbeda tanpa memerlukan penempatan beberapa salinan yang kompleks, sistem komputer mahal di daerah-daerah yang tidak akan menggunakan kapasitas penuh. ERP sering juga disebut sebagai Back Office System mengingat karakteristiknya yang bersifat konsolidasi data yang mengindikasikan bahwa pelanggan dan publik secara umum tidak dilibatkan dalam sistem ini. 

Berbeda dengan Front Office System yang langsung berurusan dengan pelanggan seperti sistem untuk e-Commerce, Customer Relationship Management (CRM), e-Government dan lain-lain. Banyak perusahaan multinasional yang telah menerapkan ERP sebagai tulang punggung sistem teknologi informasinya. Banyak juga universitas besar di luar negeri yang menggunakan ERP untuk mengelola administrasi mahasiswa, keuangan, kepegawaian, pembelian, dll

Manfaat dari sistem ERP itu sendiri secara umum :
• Mengintegrasikan data keuangan sehingga top management bisa melihat dan mengontrol kinerja keuangan perusahaan dengan lebih baik
• Menawarkan sistem terintegrasi didalam perusahaan, sehingga proses dan pengambilan keputusan dapat dilakukan secara lebih efektif dan efisien
• Menstandarkan proses operasi melalui implementasi best practice sehingga terjadi peningkatan produktivitas, penurunan inefisiensi dan peningkatan kualitas produk
• Memungkinkan melakukan integrasi secara global
• Menghilangkan kebutuhan pemutakhiran dan koreksi data seperti yang terjadi pada sistem yang terpisah
• Memungkinkan manajemen mengelola operasi dan tidak memonitor saja dan lebih mampu menjawab semua pertanyaan yang ada
• Menstandarkan data dan informasi melalui keseragaman pelaporan, terutama untuk perusahaan besar yang biasanya terdiri dari banyak business unit dengan jumlah dan jenis bisnis yg berbeda-beda
• Membantu melancarkan pelaksanaan manajemen rantai pasok serta memadukannya
• Memfasilitasi hubungan komunikasi secara internal dan eksternal dalam dan luar organisasi
• Dapat menurunkan kompleksitas aplikasi dan teknologi

IV. PENUTUP
4.1. Kesimpulan
Untuk dapat melakukan perubahan atas sistem ERP keuangan perusahaan terkait dengan perubahan mata uang fungsional, diperlukan persiapan yang baik dan terperinci untuk memastikan bahwa perubahan tersebut tidak mengganggu operasional perusahaan. Diperlukan kerja sama yang intensif diantara manajemen perusahaan, konsultan teknologi informasi dan external auditor untuk memastikan bahwa proses re-implementasi ERP SAP dapat berjalan sebagaimana direncanakan. Keberhasilan perusahaan untuk merubah paradigma para manajemen dan karyawannya terkait perubahan mata uang fungsional ini menunjukkan bahwa proses persiapan proyek ini telah dilakukan tepat pada waktunya.

4.2. Saran
Untuk dapat sukses dalam melakukan suatu perubahan yang mendasar di sistem ERP perusahaan, perusahaan perlu memperhatikan berbagai kepentingan yang dapat terpengaruh dengan proses implementasi modifikasi ERP keuangannya. Proses migrasi data termasuk menjalankan 2 sistem yang menggunakan mata uang fungsional yang berbeda pada saat yang bersamaan hingga pada dimulainya saat go-live sebaiknya diperhatikan seksama untuk menghindari kesalahan data pelaporan keuangan, mengingat pentingnya laporan keuangan dalam rangka pengambilan keputusan bisnis oleh manajemen perusahaan. - Makalah Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing

DAFTAR PUSTAKA
1. Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan 10 tentang Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing, Ikatan Akuntan Indonesia, 2010
2. F. Robert Jacobs, F.C. Ted Weston Jr, Enterprise resource planning (ERP) – A brief history, Journal of Operations Management, December 2006
3. Ali Haj Bakry and Saad Haj Bakry, Enterprise resource planning: A review and a STOPE view, International Journal of Network Management, 2005
4. E.M.Shahab, M.W. Shap, L. Supramaniam and T.A. Spedding, Enterprise Resource Planning – An integrated review, The Emerald Research Register, 2008

Pengalaman Selama Ikut Asuransi Kesehatan

November 04, 2017
Pengalaman Ikut Asuransi Kesehatan - Suatu bentuk pertanggungan Asuransi yang memberikan jaminan kepada tertanggung untuk mengganti setiap biaya pengobatan, seperti biaya perawatan di rumah sakit, biaya pembedahan, obat-obatan, bila tertanggung menderita penyakit/sakit berdasarkan program yang disepakati atau yang di jamin oleh polis perusahaan asuransi.
Pengalaman Selama Ikut Asuransi Kesehatan

Apa sih yang didapat jika ikut asuransi kesehatan?
Berikut bentuk jaminan yang didapat ketika ikut asuransi kesehatan:

1. Rawat Inap / In Patient (IP)
Mengganti biaya pengobatan akibat musibah penyakit dan memerlukan perawatan / menginap di rumah sakit, sesuai dengan ketentuan yang berlaku pada kondisi polis perusahaan asuransi.

Dalam proses penutupan polisnya disebut sebagai jaminan pokok atau jaminan yang dapat diambil secara perorangan ataupun grup besar, dan dapat diambil secara tunggal tanpa mengambil jaminan tambahan.

2. Rawat Jalan / Out Patient (OP)
Mengganti biaya pengobatan akibat penyakit yang tidak memerlukan perwatan di rumah sakit/menginap/opname namun hanya rawat jalan /berobat jalan saja.

Dalam proses penutupan polisnya merupakan jaminan tambahan / optional benefit, yang hanya dapat diambil dengan grup besar mnimal di atas 26 orang peserta.

3. Perawatan Gigi / Dental (DE)
Mengganti biaya pengobatan akibat perawatan dasar, perawatan gusi, perawatan gigi kompleks, perbaikan dan gigi palsu pada perawatan gigi.

Dalam proses penutupan polisnya merupakan jaminan tambahan yang hanya dapat diambil dengan grup besar minimal di atas 26 orang peserta.

4. Perawatan Melahirkan / Maternity (MA)
Mengganti biaya persalinan / melahirkan sesuai dengan program yang diambil dan dijamin polis.

Dalam proses penutupan polisnya merupakan jaminan tambahan yang hanya dapat diambil dengan grup besar minimal di atas 26 orang peserta.

PENGECUALIAN
1. Pengecualian Umum
a. AIDS dan ARC ( AIDS Related Complex ) artinya terdapatnya gejala AIDS, walaupun tidak sepenuhnya ( secara klinis maupun laboratoris ) pada kelompok peka AIDS.

b. Perawatan atau pengobatan yang tidak perlu dibayar atau dengan sendirinya yang dapat dibayar oleh Asuransi atau santunan lain yang menjamin tertanggung.

c. Biaya telkom dan angkutan/tranportasi.

d. Gangguan yang timbul sebagai akibat dari tindakan KB secara pembedahan, mekanis (spiral) atau kimiawi (pil) atau perawatan sehubungan dengan kemandulan.

e. Kelainan bawaan yang diketahui sebelum Tertanggung mulai dimasukkan dalam Polis.

f. Pembedahan dan pengobatan perawatan untuk mempercantik diri (kosmetik). Pemeriksaan refraksi mata untuk kepentingan kaca mata, alat bantu pendengaran , kaca mata dan resep untuk keperluan tersebut, kecuali yang diperlukan sebagai akibat dari suatu kecelakaan yang terjadi selama Tertanggung dijamin dalam polis ini.

g. Pengobatan dan perawatan gigi, kecuali yang diperlukan sebagai akibat dari suatu kecelakaan terhadap gigi sehat yang terjadi di dalam masa Tertanggung dijamin

h. Penyakit pada anak yang baru lahir yang diidapnya sebelum atau selama proses kelahiran atau yang timbul dalam 14 hari pertama setelah dilahirkan.

i. Cidera atau penyakit yang timbul akibat dari penggunaan minuman keras, narkotika, atau obat-obatan sejenis.

j. Cidera atau penyakit yang timbul akibat dari tugas pekerjaan dengan risiko lebih tinggi dari pekerja kasar.

k. Radiasi ion, atau pencemaran oleh radio aktif dari bahan bakar atau sampah nuklir dari proses pembelahan atom atau dari senjata nuklir.

l. Kehamilan, melahirkan (termasuk pembedahan), keguguran, pengguguran dan pemeriksaan sebelum dan sesudah melahirkan.

m. Biaya pemeriksaan / pengobatan oleh anggota keluarga terdekat dari tertanggung atau oleh seorang yang biasanya tinggal serumah dengan tertanggung.

n. Penyakit gangguan pikiran, gangguan kejiwaan atau syaraf (termasuk gangguan syaraf dan manifestasi faal dan psychosomatisnya).

o. Pemeriksaan kesehatan secara rutin , check up atau tes yang tidak ada hubungannya dengan pengobatan atau diagnosa dari suatu penyakit, tindakan pencegahan oleh dokter.

p. Perawatan khusus, istirahat sebagai pengobatan atau dalam tahanan yang berwajib.

q. Percobaan bunuh diri.

r. Penyakit kelamin dan akibatnya.

s. Perang atau bertugas aktif di Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara dari suatu negara atau Badan Internasional.
2. Pre- Existing Condition
Kondisi penyakit-penyakit yang telah ada sebelum tertanggung secara terus menerus dijamin di bawah Polis Asuransi kesehatan dimana Tertanggung :

a. Menerima perawatan untuk kondisi tersebut dalam masa dua tahun sebelum tanggal proposal.

b. Menunjukkan tanda-tanda atau gejala-gejala dari kondisi tersebut pada saat atau sebelum tanggal proposal untuk asuransi atas nama tertanggung secara sadar atau sewajarnya telah menyadarinya.

Penyakit apa saja yang ditanggung pembayarannya oleh asuransi kesehatan?.
Berikut penyakit - penyakit yang dijamin setelah satu tahun periode asuransi berjalan :

a. Segala jenis tumor
b. Tonsil/amandel yang membesar
c. Hemmorhoid/ambeien, wasir
d. Katarak
e. Kerusakan lambung (tukak lambung) atau usus dua belas jari
f. Penyakit rongga hidung yang memerlukan pembedahan
g. Endrometriosis (penebalan lapisan selaput rahim)
h. Batu dalam saluran kencing atau sistim billary dan
i. Cholecystitis (radang kandung empedu)
j. Hypertensi (darah tinggi) dan semua komplikasinya
k. Jantung, pembuluh darah dan semua komplikasiinya (termasuk hypercholesterol)
l. Struma (pembesaran kelenjar gondok)
Penyakit-penyakit yang dijamin setelah enam bulan pertama dari periode asuransi :

a. Ashtma
b. Diabetes Militus/kencing manis
c. Tuberkulosis
d. Gout (Rheumatoid, jicht) dan encok
e. Kondisi-kondisi sinus yang tidak memerlukan pembedahan
f. Kelainan kulit yang tidak memerlukan obat-obat antibiotik untuk pengobatannya.

Kondisi Pre-existing di atas (termasuk Penyakit-penyakit dengan masa tunggu 1 tahun dan 6 bulan ) tidak berlaku pada penutupan polis asuransi secara grup besar ( di atas 26 orang peserta ) untuk program In patient ( rawat-inap).

BENEFIT ATAU LIMIT COVER
1. Rawat Inap / In Patient (IP)
a. Biaya Kamar dan menginap di Rumah Sakit
Mengganti biaya harian untuk sewa kamar dan menginap , makan untuk setiap harinya, perawatan umum sebagai pasien yang terdaftar dalam Rumah sakit. Batas jaminan ini adalah 60 hari.

b. Unit Perawatan Intensif / ICU
Mengganti biaya harian untuk jangka waktu yang tidak melebihi 10 hari di unit perawatan intensif, asalkan dinyatakan secara tertulis dan sangat diperlukan secara medis oleh dokter yang bertanggung jawab terhadap si tertanggung.

c. Skedul Pembedahan
    I Operasi Kecil Maksimum
Menggantikan biaya-biaya untuk dokter bedah, dokter bius dan kamar operasi yang dilakukannya sampai jumlah maksimum yang dijamin serta biaya pemeriksaan sebelum dan sesudah pembedahan sampai dengan 31 (tiga puluh satu) hari sebelum dan / atau sesudah operasi.

     II Operasi Sedang Maksimum
Menggantikan biaya-biaya untuk dokter bedah, dokter bius dan kamar operasi yang dilakukannya sampai jumlah maksimum yang dijamin serta biaya pemeriksaan sebelum dan sesudah pembedahan sampai dengan 31 (tiga puluh satu) hari sebelum dan / atau sesudah operasi.

     III Operasi Besar Maksimum
Menggantikan biaya-biaya untuk dokter bedah, dokter bius dan kamar operasi yang dilakukannya sampai jumlah maksimum yang dijamin serta biaya pemeriksaan sebelum dan sesudah pembedahan sampai dengan 31 (tiga puluh satu) hari sebelum dan / atau sesudah operasi.

      IV Operasi Khusus Maksimum
Menggantikan biaya-biaya untuk dokter bedah, dokter bius dan kamar operasi yang dilakukannya sampai jumlah maksimum yang dijamin serta biaya pemeriksaan sebelum dan sesudah pembedahan sampai dengan 31 (tiga puluh satu) hari sebelum dan / atau sesudah operasi.

d. Biaya Aneka Perawatan Rumah Sakit
Mengganti biaya-biaya untuk test-test Diagnostik dan untuk biaya-biaya yang terjadi selama perawatan Rumah Sakit serta peralatan dan perawatan yang diperlukan secara medis.

e. Kunjungan Dokter di Rumah Sakit (hanya untuk perawatan non bedah)
Mengganti biaya-biaya yang dikenakan oleh seorang dokter untuk mengunjungi seorang pasien yang dirawat di rumah sakit, maksimum satu kali kunjungan per hari. Jaminan ini dibatasi secara harian.

f. Konsultasi dengan Dokter Ahli
Mengganti biaya-biaya konsultasi yang dibebankan oleh Dokter Spesialis sehubungan dengan disability yang memerlukan perawatan rumah sakit , jika konsultasi tersebut telah direkomendasikan secara tertulis oleh dokter yang merawat.

g. Perawatan Darurat
Mengganti biaya-biaya yang terjadi sebagai akibat dari cidera karena kecelakaan untuk perawatan sebagai pasien berobat jalan pada klinik atau rumah sakit yang terdaftar dalam jangka waktu 24 jam setelah kecelakaan yang menyebabkan sidera itu.

h. Perawatan Gigi Darurat
Mengganti biaya-biaya yang terjadi sebagai akibat dari cidera karena kecelakaan yang terjadi pada gigi alamiah yang benar-benar sehat, hanya jika perawatan dilakukan dalam 14 hari setelah kecelakaan yang menyebabkan cidera dan dilakukan pada klinik gigi atau rumah sakit yang terdaftar.

i. Biaya Ambulans
Mengganti biaya-biaya yang dikenakan oleh suatu Rumah Sakit atau organisasi yang memberikan jasa ambulans untuk mengangkut seorang tertanggung ke rumah sakit pada saat yang diperlukan.
2. Rawat Jalan / Out Patient (OP)
a. Konsultasi
Mengganti biaya-biaya untuk kunjungan ke dokter atau klinik atau suatu kunjungan seorang dokter ke kediaman tertanggung, maksimum satu kali kunjungan per hari.

b. Biaya Dokter Spesialis
Mengganti biaya-biaya dokter spesialis asalkan tertanggung diberi pengantar/referensi untuk pergi ke dokter spesialis oleh dokter umum untuk suatu disability. Dalam peristiwa dimana tidak ada referensi tertulis, jumlah yang diganti akan dibatasi sampai batas pengeluaran yang sesuai untuk dokter umum. Dalam kasus konsultasi dengan Dokter Anak untuk anak di bawah 8 tahun, atau konsultasi dengan dokter mata, dan kandungan, tidak diperlukan surat referensi dari seorang dokter. Batas jaminan ini adalah harian.

c. Biaya obat-obatan
Mengganti biaya obat sesuai resep. Batas jaminan ini adalah untuk setiap tahun polis.

d. Laboratorium & test-test diagnostik
Mengganti biaya-biaya untuk test laboratorium atau sinar-x yang diperlukan untuk diagnosa suatu disability yang dijamin. Batas jaminan ini adalah untuk setiap tahun polis.

Catatan Pengalaman Ikut Asuransi Kesehatan :
1. Apabila biaya pemeriksaan dan pengobatan masing-masing tidak diperinci secara terpisah (satu kwitansi), maka dianggap 100% biaya pemeriksaan Dokter. ( jika copy resep tidak ada).

2. Apabila biaya pemeriksaan dan pengobatan masing-masing tidak diperinci secara terpisah (satu kwitansi), maka dianggap 50% biaya pemeriksaan dan 50% biaya obat-obatan (jika dilampirkan dengan copy resep ).

Cara Menggunakan Indikator Fractal Secara Akurat

November 04, 2017
Cara Menggunakan Indikator Fractal Secara Akurat - Fractal adalah indikator yang digunakan untuk mendeteksi puncak dan lembah suatu grafik harga. Puncak dan lembah ini ditunjukkan dengan adanya panah ke bawah (sell fractal) dan ke atas (buy fractal). Bila Anda perhatikan, fungsi Fractals sedikit minp indikator zigzag. Fractal baru muncul bila telah terbentuk lima buah bar, dimana bar yang di tengah membentuk puncak atau lembah.

Cara Menggunakan Indikator Fractal Secara Akurat

Indikator fractal ditemukan oleh seorang trader pada jaman dahulu yang dikenal dengan nama Bill William. Salah satu kelebihan indi ini jika dibandingkan dengan indikator lainnya adalah Fractal tidak terlalu “lagging” dalam memberikan signal. Jika indi lain dalam memberikan signal menghitung jumlah candle, Fractal lebih mempertimbangkan pola candle. Formasi Fractal terbentuk dengan 3 candle. Fractal juga dapat digabungkan dengan indikator lain seperti stochastic, Moving average, Bollinger Band dll. Karena pada dasarnya indi ini memberikan asumsi harga puncak dan lembah. 

Ketika Fractal muncul diatas maka asumsi harga down/turun, sebaliknya apabila Fractal muncul dibawah maka asumsi harga akan Up/naik. Lalu apakah bisa indikator fractal ini digunakan sendirian tanpa adanya kombinasi dengan indikator lain? Saya tidak mengatakan tidak bisa, akan tetapi selama pengalaman penulis studi kasus dengan menggunakan indi ini secara sendirian, hasilnya kurang maksimal, dan signal yang diberikan sering false.

Istilah fractal dibuat oleh Benoît Mandelbrot pada tahun 1975 dari Bahasa Latin, yakni fractus yang artinya “patah”, “rusak”, atau “tidak teratur”. Sebelum Mandelbrot memperkenalkan istilah tersebut, nama umum untuk struktur semacamnya adalah kurva monster.

Walaupun mudah dimengerti secara intuitif, ternyata sangat susah untuk dibuat definisi matematisnya. Mandelbrot mendefinisikan fraktal sebagai “himpunan yang berbentuk dimensi Hausdorff Besicovitchnya dengan lebih besar dari dimensi topologisnya”. Untuk fractal yang serupa, dimensi Hausdorffnya sama dengan dimensi Minkowsi Bouligandnya.

Indikator fractal memudahkan trader untuk mengidentifikasi dan menghubungkan titik puncak harga dan titik lembah dalam menggambar garis tren. Menggambar garis tren menggunakan fractal bisa memberikan beberapa keuntungan kepada trader forex karena pelaku pasar yang lain juga mungkin menggunakan titik harga yang sama secara jelas untuk menggambar garis tren.

Dalam penggunaan fractal di trading forex ialah dengan mengambil posisi sesuai arah breakout fractal. Jika harga bergerak melewati fractal naik, maka posisi yang diambil adalah beli. Sebaliknya jika harga bergerak melewati fractal turun, maka posisi yang diambil adalah jual. Namun, tidak seluruh fractal dapat dijadikan sebagai acuan dalam menentukan sebuah sinyal. Hanya fractal yang didahului oleh fractal lain dengan arah yang berlawanan saja yang dapat dijadikan sebuah sinyal.

Fractal juga ada yang berjenis start, yaitu fractal yang menjadi titik awal fractal sinyal. Dengan kata lain fractal yang selalu disusul dengan fractal lain secara berlawanan arah. Pada penggunaanya, fractal start dapat dijadikan sebagai penempatan stop loss.

Dalam sebuah uptren, kita akan menyaksikan bahwa ada lebih banyak fractal yang rusak dari fractal bawah. Begitu juga dengan penurunan,  ketika harga mengalami tren down, akan ada fractal yang rusak dari fractal atas. Biarkan trend (atas atau bawah) berlangsung sampai terjadinya istirahat maka bentukan fractal baru akan terlihat. Jika istirahat dari fraktal sebelumnya gagal, kita mendapatkan tanda pertama dari konsolidasi harga.

Cara Menggunakan Indikator Fractal Secara Akurat
Indikator fractal memiliki beragam fungsi, berikut adalah contoh dari beberapa fungsi dasarnya ala SekolahForex.Com:

1. Sebagai Sinyal Trading
Indikator Fraktal tidak dapat digunakan semata wayang tanpa bantuan dari indikator lainnya. Intinya, supaya indikator fraktal menghasilkan sinyal trading valid, maka Anda harus menggunakan indikator lain sebagai konfirmator atau penyaring noise.

Salah satu indikator konfirmator yang dapat bekerja dengan baik bersama indikator fraktal adalah indikator alligator. Acuannya cukup sederhana;
Sinyal buy valid jika puncak ditemukan di atas "gigi" garis MA aligator (garis tengah merah bergerigi).
Sinyal sell valid jika lembah ditemukan di bawah "gigi" garis MA aligator.

Perlu dicatat, kombinasi kedua indikator ini pun tidak dapat menjamin 100% keberhasilan. Terutama pada kondisi pasar ranging (sideways). Perhatikan bahwa sinyal palsu (fake signal) masih bisa terjadi meskipun telah mengikuti kaidah acuan.

Untuk mengurangi resiko sinyal palsu, disarankan agar menghindari timeframe terlalu rendah (di bawah h1). Karena semakin rendah timeframe, maka frekuensi kemunculan bar noise yang tidak valid semakin besar dan terlalu sering, sehingga kemungkinan besar juga akan mengacaukan akurasi sinyal trading Anda. Oleh karena alasan tersebut, berlatihlah menggunakan kombinasi indikator fraktal dan indikator aligator pada timeframe H4 atau D1 (daily).

2. Sebagai Alat Bantu Untuk Menemukan Arah Trend
Kedua, fraktal dapat digunakan sebagai patokan dalam menarik garis trendline, sehingga Anda tidak perlu lagi bingung menentukan mana lembah (support) dan puncak (resisten) signifikan:

Trendline ditarik dari beberapa lembah. Kemudian diketahui dari garis trendline tersebut bahwa pair GBP/JPY sedang mengalami breakout dari puncak terakhirnya.

Bill William mengatakan bahwa lebih baik jangan lakukan trade sebelum fractal pertama terbentuk Sebuah buy fractal adalah sebuah rangkaian 5 bar berurutan di mana titik tertinggi di dahului oleh 2 buah lower high dan diikuti oleh 2 buah lower high. Demikian juga kebalikannya yang disebut sell fractal. Kedua fractal (Buy dan Sell) berada pada candle.

Dari penjelasan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa anda hanya diperbolehkan open posisi berdasarkan fractal dan juga trend yang sedang berlangsung.

Bagaimana proses Fractal Terbentuk
Seperti yang saya katakan sebelumnya, Fractal terbentuk dengan 3 formasi candle. Fractal Atas terbentuk ketika candle kedua memiliki harga tertinggi dibandingkan candle sebelum dan setelahnya.

Sedangkan Fractal Bawah terbentuk ketika candle kedua memiliki harga terendah dibandingkan dengan candle sebelum dan setelahnya.

Upaya yang Dilakukan oleh Pemerintah Dalam Pemberantasan Korupsi

November 04, 2017
Upaya Pemberantasan Korupsi Oleh Pemerintah - Pemberantasan korupsi dimaknai sebagai serangkain tindakan untuk mencegah dan dan memberantas korupsi melalui upaya koordinasi, supervisi, monitor, penyelidikan hingga penuntutan dan pemeriksaan di pengadilan dengan peran serta masyarakat.  

Uraian pasal di atas menegaskan 3 (tiga) hal dalam pemberantasan korupsi, yaitu adanya: kesatu, adanya upaya atau kebijakan yang bersifat pencegahan; kedua, adanya kebijakan yang bersifat reprsif; dan ketiga, adanya keterlibaan publik di dalam prosres pemberantaan dimaksud.

Upaya Yang Dilakukan Oleh Pemerintah Dalam Pemberantasan Korupsi

Berpijak dari legalitas di atas maka represive treatment harus menjadi bagian tak terpisahkan dari tindak pencegahan di dalam suatu upaya pemberantasan korupsi. Oleh karena kebijakan yang harus dilakukan tidak hanya membawa para koruptor ke persidangan untuk mempertanggungjawabkan tindakannya tetapi juga meminimalisasi potensi penyalahgunaan kewenangan. Dengan diintegrasikannya penindakan dan pencegahan maka pemberantasan korupsi dapat lebih dioptimalkan. 

Ada beberapa alasan yang dapat diajukan untuk mendukung pernyataan tersebut, yaitu antara lain sebagai berikut: kesatu, sistem pencegahan yang efektif akan dapat meminimalisir akibat atau dampak korupsi yang acapkali tidak mudah untuk direstorasi; kedua, biaya dan resources yang dikeluarkan untuk mengoptimalkan tindak pencegahan dapat lebih efisien daripada menangani kasus korupsi yang sudah terjadi; ketiga, sistem dan upaya pencegahan korupsi dapat lebih membuka ruang yang lebih luas untuk melibatkan elemen masyarakat secara masif untuk membangun gerakan sosial anti korupsi; keempat, sistem pencegahan seperti dikemukakan pada butir ketiga di atas dapat meminimalisir kemungkinan penyalahgunaan kekuasaan yang potensial dilakukan oleh penegak hukum dalam penindakan tindak pidana korupsi. 

Pada seluruh konteks di atas KPK diletakkan sebagai triger mechanism yang dapat digunakan untuk mengoptimalkan pemberantasan korupsi. Untuk itu salah satu peran yang harus dilakukan KPK, tidak hanya adanya peningkatan dalam pemberantasan sehingga penangannya menjadi profesional, intensif, dan berkesinambungan tetapi juga mendorong dan membangun sistem yang memungkinkan lembaga penegakan hukum lainnya mempunyai profesionalitas dan integritas serta kinerja seperti KPK

Ada beberapa prasyarat dasar untuk membangun program dan strategi pemberantasan korupsi yang bersifat sistemik, yaitu antara lain sebagai berikut: kesatu, ada upaya yang sistemtais untuk melakukan revitalsasi atas segenap sumber data dan informasi yang berkaitan dengan potensi dan fakta Kasus Korupsi. Data dimaksud didapatkan dari dokumen dan/atau informasi yang dimiliki oleh BPK, Bawasda & Inspektorat, Dumas KPK, LSM (ICW, TI dan lainnya); kedua, revitalisasi data dimaksud dijadikan bahan dasar untuk membuat prioritas dan fokusing pemberantasan korupsi yang kelak akan menjadi ROAD MAP PEMBERANTASAN KORUPSI; ketiga, ada upaya yang lebih sistematis untuk mengembangkan kapasitas kelembagaan dan konsolidasi segenap sumber daya KPK agar menjadi lembaga yang akuntabel dan mampu mengembangkan koordinasi dengan lembaga penegakan hukum lainnya. 

Berdasarkan prasyarat di atas maka perlu dilakukan berbagai program lainnya untuk mengoptimalkan upaya pemberantasan korupsi yang bersifat sistemik. Adapun beberapa terobosan pemberantasan krouspi yang bersifat sitemik yang diusulkan, yaitu antara lain sebagai berikut:

Kesatu, KPK sebagai lembaga yang ditujukan untuk membuat triger mechanism dalam pemberantasan korupsi harus ditingkatkan kinerjanya. Untuk itu perlu dilakukan beberapa hal, yaitu: melakukan audit kinerja, membuat program Trust Building, melaksanakan Refreshing and Advanced programm dan memperkuat Internal Control Mechanism.

Kedua, mengintegrasikan kebijakan Penindakan dan Pencegahan berdasarkan Road Map yamng sudah disusun. Oleh karena oitu, kelak, di setiap kebijakan penindakan harus diserta dengan kebijakan pencegahan sehingga akan ada sinergitas dan konsolidasi program.

Ketiga, melakukan upaya untuk meningkatkan konsolidasi dan sinergitas diantara Lembaga Penegakan Hukum. Ada beberapa gagasan terobosan yan dapat diajukan, yaitu antara lain: penanganan tipikor bersama, training bersama, membuat SOP yang jelas, membentuk Laison Officer diantara lembaga penegakan hukum, dan membuat Piloting Project secara bersama serta pemetaan potensi karupsi di lembaga penegakan hukum

Keempat, membangun konsolidasi dan sinergi seluruh lembaga pengawasan di bidang penegakan hukum. Pada konteks itu KPK harus dapat memfasilitasi dan mengordinasikan sinergitas diantara Lembaga Watchdog Penegakan Hukum, yaitu diantara KY, Kompolnas, Komisi Kejaksaan.

Kelima, mendorong dan membangun konsolidasi Lembaga Pengawas Eksekutif, yaitu diantara lembaga: Inspektorat, Bawasda, KPK, BPK . Lembaga dimaksud ditujukan tidak hanya untuk memetakan masalah korupsi tetapi juga membangun sistem untuk memnimalisasi potensi korupsi. 

Keenam, melakulkan program sinergikan antara fungsi pencegahan dan hasil Pengawasan KPK dengan fungsi Pengawasan DPR. Hal ini mejadi sangat penting sehingga ada upaya yang bersifat simbiotik untuk memaknai kerjsasama yang berpijak pada core competency masing-masing lembaga. Dengan demikian akan diharapkan, DPT akan kian meningkat kapasitas pengawasannya.

Ketujuh, ada upaya yang lebih sistematis untuk mendorong dan melibatkan partisipasi publik untuk mendorong Gerakan Sosial Anti Korupsi. Korupsoi bukanlah masalah hukum atau otoritas dari lembaga penegakan hukum semata. Masyarakat mempunyai peran untuk menciptakan sikap dan sifat permisif sehingga muncul tindakan yang bersifat koruptif, kolusif dan nepotistik. Masyarakat harus didorong untuk mengajukan solusi alternatif , selain menjalankan fungsi kritik dan kontrol sosial.  

Kedelapan, ada upaya untuk membangun program strategis untuk menciptakan program pemberantasam korupsi yang lebih sistematis, yaitu antara lain dapat dilkemukakan beberapa pilihan program, yaitu: 
a. dilakukannya penanganan kasus yang bersifat selektif yang sudah dalam Pipe Line KPK.
b. Diwujudkannya suatu LHKPN yang dikhususkan untuk Lembaga Penegakan Hukum dikaitkan dengan Program Quick Wins, 
c. Dipilihnya 5 (lima ) Departemen yang mempunyai APBN terbesar untuk dijadikan fokus perhatian pemberantasan korupsi, 
d. Dipilihnya 5 (lima) daerah yang LKPD nya terjelek dan terbaik yang dikaji agar bisa didapatkan best learning pemberantasan korupsi. Kotamadya Solo dan Jogyakarta ternyata dapat membangun governance yang akuntabel dalam pemerintahan daerahnya, 
e. Diberikannya perhatian dan konsentrasi pad sektor penerimaan negara, misalnya: Pajak, SDA, dan TKI, f. Dilakukannya Integrity Test  di lembaga BPN dan Pengadilan.

Asuransi Kedokteran dan Kedokteran Defensif

November 03, 2017
Defensive Medicine
Kedokteran defensif adalah praktek tindakan diagnostik atau terapeutik yang dilakukan terutama sebagai   perlindungan   terhadap   kemungkinan   malpraktik:

[1]  adanya   litigasi.
[2]  sebagai   kekuatan pendorong di belakang kedokteran defensif. namun kritik dari sistem litigasi telah menemukan ada motif lain  sengaja  meningkatkan  layanan  untuk  menambah  pendapatan.  
[3]  Kedokteran  Defensive  sangat umum  di  Amerika  Serikat,  dengan  tingkat  setinggi  79%  hingga  93%,    terutama  dalam  pengobatan darurat, kebidanan, dan spesialisasi lain yang berisiko tinggi.
Asuransi Kedokteran dan Kedokteran Defensif

Kedokteran  defensif mengambil  dua bentuk utama: jaminan  perilaku  dan perilaku  menghindar. Perilaku Jaminan melibatkan  pengisian  tambahan,  layanan yang tidak perlu untuk 

a) mengurangi  hasil yang merugikan, 
b) mencegah pasien dari pengajuan klaim malpraktek medis, atau 
c) memberikan bukti terdokumentasi  bahwa praktisi yang berlatih sesuai dengan standar perawatan, sehingga jika , di masa depan, tindakan hukum dilakukan, liabilitas dapat dicegah. 

Perilaku penghindaran terjadi ketika penyedia menolak untuk berpartisipasi dalam prosedur atau kondisi dengan risiko tinggi.

Insurance medicine
Kedokteran  asuransi  adalah  praktek  medis  khusus  di mana  dokter  dan profesional  kesehatan lainnya  yang  memenuhi  syarat  menjadi  ahli  penilaian  risiko  perusahaan  asuransi  di bidang  kematian (asuransi jiwa) dan morbiditas (perawatan jangka panjang, kecacatan, dan asuransi kesehatan).

Dokter  yang  bekerja  di  bidang  Asuransi  Kedokteran  bergerak  dalam  bidang  kehidupan,  kesehatan, kecacatan  dan  asuransi  perawatan  jangka  panjang.  Direktur  Medis  menganalisis  catatan  medis  dari pelamar untuk menentukan risiko asuransi dan untuk mengevaluasi hidup dan klaim cacat.

Asuransi   Kedokteran   juga   memberikan   kesempatan   bagi   dokter   untuk   mengambil   peran administratif, melakukan penelitian analitis, dan menyediakan pelatihan untuk non-dokter penjamin emisi. 

Beberapa  Direktur  Medis  terlibat  dalam  pengembangan   produk  dan  aspek  pemasaran  lini  produk perusahaan  mereka. Dokter yang berlatih Kedokteran  Asuransi harus fasih di dalam perawatan  primer dan  perlu  keahlian  dalam  penafsiran  electrocardiograms   (terutama  diperlukan  untuk  Asuransi  Jiwa). 

Sejumlah  Direksi  medis  memiliki  pelatihan  khusus  di subspecialties  penyakir  dalam  seperti  kardiologi, onkologi dan paru. Direktur Medis menerima pelatihan estimasi harapan hidup dan penilaian risiko. Berdasarkan  penilaian  kesehatan  saat  ini,  Direktur  Medis  memprediksi  kemungkinan  hidup  banyak dekade ke depan.

Inilah Biografi Singkat Mohammad Hatta atau Bung Hatta Serta Koleksi Pribadinya

November 03, 2017
A. Kelahiran Bung Hatta
Mohammad Hatta lahir pada tanggal 12 Agustus 1902 di Bukittinggi. Di kota kecil inilah Bung Hatta dibesarkan di lingkungan keluarga ibunya. Ayahnya, Haji Mohammad Djamil, meninggal ketika Hatta berusia delapan bulan. Dari ibunya, Hatta memiliki enam saudara perempuan. Ia adalah anak laki-laki satu-satunya. Sejak duduk di MULO di kota Padang, ia telah tertarik pada pergerakan.
Inilah Biografi Singkat Mohammad Hatta atau Bung Hatta Serta Koleksi Priadinya

Biografi Singkat Mohammad Hatta - Sebagai murid yang brilian, Bung Hatta mudah mendapatkan kesempatan belajar dengan beasiswa ke Negeri Belanda. Seperti ditulis dalam memoarnya yang belum selesai hingga dia meninggal, Bung Hatta banyak mengoleksi buku saat berada di negeri Belanda

B. Koleksi pribadi Bung Hatta
Muhammad Hatta, pertama kali mengoleksi buku saat melanjutkan Sekolah Dagang di Batavia, sekitar tahun 1919. Saat itu umurnya 17 belas tahun, tetapi sejak usianya lebih muda, dia sudah fasih berbahasa Belanda serta telah mendapat pelajaran tambahan bahasa Prancis di Bukti Tinggi tanah kelahirannya.

Bung Hatta juga menguasai bahasa Inggris, bahasa Belanda, Bahasa Prancis dan bahasa Jerman. Karena itulah koleksi pribadi Bung Hatta banyak sekali menggunakan pengantara bahasa-bahasa tersebut. Buku-buku koleksi Bung Hatta sejak saat itu, disimpan dengan rapi dalam bentuk perpustakaan yang kini masih dirawat baik di rumah keluarga Hatta, Jalan Diponegoro 57 Jakarta Pusat.

Perpustakaan itu dahulunya dibangun oleh Bung Hatta saat beliau menjabat sebagai wakil presiden tahun 1965 yang dibuat oleh insinyur terkemuka Profesor Rooseno. Dalam ruangan yang tidak seberapa besar di lantai dua itulah, buku-buku Bung Hatta berada kini, meskipun sang empunya sudah meninggal tanggal 15 Maret 1980.

Buku-buko itu sebagaian besar dibeli sendiri. Sebagian lagi pemberian teman dan kenalan yang tahu dengan Bung Hatta. Meski sebagian tampak kuning dimakan usia buku-buku tua itu nampak mulus, tanpa coretan, lipatan atau kerusakan berarti. Selain membubuhkan tanda tangan, Hatta tidak pernah menulisi buku atau melipat halamannya. Ia juga hanya membaca buku dengan posisi duduk dan lampu penerangan cukup

C. Buku sebagai tanda cinta
Bung Hatta menikah pada usia 43 tahun dengan mas kawin buku tulisannya. Di belanda Bung Hatta giat belajar dan sangat aktif terlibat pergerakan kemerdekaan. Dari sana dia membawa pulang harta karun berupa buku-buku setelah tamat belajar. Bahkan di tengah kesulitan politik akibat tekanan kolonialis Belanda yang berkuasa di Indonesia saat itu, Bung Hatta tidak bisa berpisah jauh dari buku-bukunya.

Buku-buku itulah yang juga dibawa oleh Bung Hatta saat diasingkan oleh pemerintah kolonial Belanda, pertama ke Banda Neira, kemudian ke Boven Digoel. Seluruhnya 16 peti. Di sana dia banyak punya waktu untuk membaca dan menulis.

Diantara hasil tulisannya di pembuangan, sebuah buku tentang filsafat berjudul Alam Pikiran Yunani, kemudian menjadi mas kawin pernikahannya dengan Rahmi Rachim, seorang gadis yang dikenalkan Presiden pertama Indonesia Soekarno, kepada Hatta. Hatta yang pendiam dan dikenal tidak banyak berhubungan dengan perempuan, telah bersumpah tidak akan menikah kalau Indonesia belum merdeka. Saat akhirnya menikahi Rahmi tahun 1945, tiga bulan setelah Indonesia merdeka.

Ibuda Bung Hatta sangat terkejut dengan keputusan Bung Hatta. Kenapa mas kawinya berupa buku. Padahal keluarga mereka cukup berada, ada uang emas ada perhiasan. Tetapi saat itu Bung Hatta berkeras. Cintanya pada buku dan pengetahuan membuatnya yakin, buku dari hasil kerja dan pemikirannya sendiri lebih berharga sebagai bukti cinta dari pada harta benda lainnya. Kabarnya, inilah yang menjadi sebabnya rekan sejawat Bung Hatta kerap berseloroh, buku adalah 'istri pertama' sedangkan Rahmi, 'istri kedua'

D. Wasiat Bung Hatta
Setelah meletakkan jabatan karena ketidakcocokan garis politik dengan Soekarno, Hatta punya lebih banyak waktu untuk buku-bukunya. Dalam sehari 6-8 jam dihabiskannya untuk membaca dan menulis buku. Buku adalah salah satu hadiah yang paling sering diterima Bung Hatta.

Semua buku Bung Hatta dibaca. Beliau bukan jenis orang yang membeli buku untuk dipajang saja. Buku yang paling diminati Bung Hatta adalah buku ekonomi, yang koleksinya meliputi buku tentang ekonomi sosialis, komunis hingga kapitalis dari Belanda sampai Cina. Namun ia juga berminat pada hukum, hubungan internasional, sejarah, biografi, dan sosial.

Bung Hatta juga sangat menghormati Mahatma Gandhi. Ada satu rak untuk menyimpan buku-buku khusus tentang Gandhi. Sebagian besar koleksi perpustakaan pribadi Bung Hatta diisi dengan buku-buku tentang Indonesia, Kajian Islam serta sastra. Seluruhnya ada sekitar 10 ribu judul, dengan tahun terbitan tertua sekitar akhir tahun 1800, hingga menjelang Hatta wafat.

Tahun 70 an, Hatta memanggil Meutia anak keduanya dan meminta pendapat Meutia bagaimana kalau buku-buku koleksinya dijual saja. Rupanya, Bung Hatta takut setelah ditinggalkannya nanti buku-buku itu tak ada yang merawat. Menurut Bung Hatta lebih baik buku dijual agar uangnya sekalian bisa dipakai sebagai bekal untuk anak-anak yang ditinggalkan kelak. Pendapat Meutia perihal wasiat Bung Hatta ini sangat sedih. Karena Meutia tahu ayahnya sangat mencintai buku seperti mencintai anak-anaknya. Saat itu, untuk saja ketiga putri Bung Hatta, menolak permintaan itu. Dan kini agar bisa dimanfaatkan masyarakat, dibukalah koleksi perpustakaan pribadi ayahnya untuk kalangan umum.

Contoh Perencanaan Masa Depan dalam Manajemen Suatu Perusahaan

November 02, 2017
Contoh Perencanaan Manajemen Perusahaan - Manajemen Strategik adalah Proses Adaptasi Organisasi dengan lingkungan yang berubah untuk menyesuaikan diri dan memastikan bahwa implementasi strategi berjalan dengan baik dan lancar.
Contoh Perencanaan Masa Depan dalam Manajemen Suatu Perusahaan

Dalam konteks organisasi perencanaan (Planning) dapat diartikan sebagai proses menetapkan tujuan dan sasaran, menentukan pilihan-pilihan tindakan yang akan dilakukan dan dikaji cara-cara terbaik untuk mencapai suatu tujuan terbaik.
Perencanaan mempunyai dua unsur yaitu:

1. Perencanaan Formal adalah proses mengunakan investigasi yang kaku untuk mencapai tujuan, memutuskan aktivitas dan secara formil mendokumentasikan ekspektasi organisasi.
2. Perencanaan Tidak Formal adalah Proses secara Intuitif memutuskan tujuan - tujuan dan aktivitas - aktivitas yang diperlukan untuk mencapai suatu tujuan tanpa penyelidikan yang kaku dan sistematis.

A. Aspek – aspek perencanaan
1. Hierarki Sasaran ( Objectives)
Di dalam setiap organisasi terdapat tingkatan - tingkatan umum, yang setiap tingkatan mempunyai sasaran yang merefleksikan tanggung jawab manajemen disetiap tingkatan.
Sasaran/Strategik ( Strategic Objectives ) merupakan target performa yang berhubungan dengan usaha-usaha jangka panjang seperti pertumbuhan, kemampulabaan dan posisi suatu perusahaan dalam industrinya

a. Sasaran Taktis ( Tactical Objectives ) merupakan target performa jangka menengah untuk mencapai hasil yang terbatas seperti penjualan tahunan, laba kuartalan dan perubahan inkremental dalam produk dan jasa.

b. Sasaran Operasional ( Operational Objectives ) merupakan target performa jangka pendek yang segera untuk aktivitas harian, mingguan, bulanan dan apabila tercapai akan memperkuat sasaran perencanaan taktis.

2. Hierarki Perencanaan.
a. Maksud dan Misi ( Purpose dan Mission ) Waktu perencanaan sepanjang umur organisasi, tidak mempunyai batasan waktu.

b. Rencana Srategik ( Strategik Plans) Waktu perencanaan sasarannya dinyatakan dalam rata - rata dan kecenderungan jangka panjang.

c. Rencana Taktis ( Tactical Plans )
Merupakan sasaran setahunkan dengan target performa yang tetap dan dapat diukur serta menggunakan anggaran performa.
d. Rencana Operasional ( Operational Plans )

Sasaran jangka pendek dan batas waktu yang sesuai untuk memenuhi Kebutuhan.

3. Manajemen berdasarkan Sasaran ( MBO = Management By Objectives )
Suatu teknik untuk melibatkan karyawan pada semua tingkatan secara bersama dalam mendefinisikan sasaran dan pengendalian hasil. Manajer dibagi atas tingkatan - tingkatan perencanaan dan tanggung jawab dengan memberikan pertalian antara strata untuk memperbaiki koordinasi.

Sasaran MBO adalah pendekatan manajemen yang positif dan terpadu dengan mencapai laba perusahaan yang meningkat, baik jangka panjang maupun jangka pendek melalui usaha manajemen kelompok yang kompeten dan mempunyai tujuan yang jelas.

B. Proses manajemen berdasarkan sasaran :
1. Menentukan Sasaran yaitu Proses pengambilan keputusan bersama karyawan didorong untuk mengambil peranan yang penting dalam menyatakan ide.

2. Menspesifikasikan Rencana Tindakanya merupakan rencana tindakan yang realitis disetujui oleh manajer dan bawahnya, dan ditulis dengan teliti untuk penelaahan berkala.

3. Penelahaan Performa merupakan suatu proses motorisasi oleh manajer secara berkala kepada bawahannya untuk menelaah kemajuan terhadap sasaran. Penelaahan dilakukan minimal sekali dalam setahun.

4. Koreksi dan Adaptasi adalah Tindakan Korektif di ambil setelah penelaahan Performa.

C. Manfaat program MBO ( management by objectives ) :
1. Memungkinkan Individu mengetahui sesuatu yang diharapkan dari organisasi atau perusahaan.
2. Membantu dalam perencanaan dengan membuat manager menetapkan tujuan.
3. Memperbaiki komunikasi antara menajer dan bawahannya.
4. Proses pemisahan yang wajar dengan memusatkan perhatian pada pencapaian.

D. Proses adaptasi pada lingkungan yang berubah :
1. Pengawasan terhadap lingkungan eksternal dan Internal pada semua aspek yang perusahaan berkepentingan.
2. Identifikasi kesempatan lingkungan untuk dieksploitasi dan menghindari bahaya-bahaya.
3. Analisis kekuatan dan kelemahan yang penting dalam penemuan dan penilaian strategi-strategi.
4. Identifikasi Strategi untuk mencapai tujuan perusahaan.
5. Mengadakan suatu proses manajerial yang diperlukan untuk meyakinkan bahwa semua strategi yang diimplementasikan secara tepat.

E. Proses penyusunan perencanaan
1. Merumuskan Misi dan Tujuan.
Usaha sistematis formal untuk menggariskan wujud utama dari perusahaan , sasaran sasaran, kebijakan kebijakan dan strategi untuk mencapai sasaran-sasaran dan wujud utama perusahaan yang bersangkutan.

2. Memahami Keadaan Saat ini.
Perencanaan menyangkut jangkauan masa depan dari keputusan-keputusan yang dibuat sekarang, untuk mengenal sistematis peluang dan ancaman dimasa mendatang. Dengan pilihan langkah-langkah yang tepat akan lebih menguntungkan perusahaan. Meliputi jangka pendek dan sampai jangka panjang.

3. Mempertimbangkan faktor pendukung dan penghambat tercapainya Tujuan.
Segala kemudahan dan kemungkinan hambatan dalam usaha mencapai tujuan perlu sedini mungkin diidentifikasi, agar persiapan dapat dilakukan. Disatu pihak perusahaan dapat meraih kemudahan dan manfaat optimal dengan kesempatan yang tersedia.

4. Menyusun rencana Kegiatan untuk mencapai Tujuan.
Tujuan dapat dicapai dengan beberapa cara, diantaranya adalah :
a. Menyusun berbagai alternatif kebijaksanaan dan tindakan-tindakan yang mungkin dapat dipilih.
b. Menilai dan membandingkan untung rugi setiap alternatif kegiatan kebijakan.
c. Memilih dan menetapkan suatu alternatif yang paling cocok dan baik diantara alternatif-alternatif lain.

Perencanaan Strategik ( Strategik Planning/ Corporate Planning ) merupakan bagian terpenting dari manajemen strategik dan dapat dianggap sebagai pilar sentral manajemen strategik.

F. Kelemahan - kelemahan perencanaan strategik :
1. Perencanaan Strategik tidak dapat menjamin perusahaan akan menghasilkan strategi yang paling tepat, karena strategik tersebut ditentukan oleh manusia.
2. Keadaan lingkungan yang berubah terus.
3. Perlawanan atau resistensi Intern (prasangka-prasangka karyawan) karyawan lama biasanya sudah terbiasa dengan sistem yang mana.
4. Mahal biayanya.
5. Penyusunan Perencanaan Strategik itu sulit karena membutuhkan suatu tingkat Imaginasi yang tinggi, kemampuan analisis, kreatifitas dan keuletan.
6. Perencanaan strategik membatasi pilihan/alternatif, mengurangi inisiatif dalam suatu jajaran alternatif yang berada diluar jangkauannya.

Perkembangan Pendidikan Sudah Era Teknologi di Indonesia Saat Ini

November 01, 2017
Perkembangan dunia pendidikan saat ini sedang memasuki era yang ditandai dengan gencarnya inovasi teknologi, sehingga menuntut adanya penyesuaian sistem pendidikan yang selaras dengan tuntutan dunia kerja. 
Perkembangan Pendidikan Sudah Era Teknologi di Indonesia Saat Ini

Pendidikan harus mencerminkan proses memanusiakan manusia dalam arti mengaktualisasikan semua potensi yang dimilikinya menjadi kemampuan yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat luas. Hari Sudrajat (2003) mengemukakan bahwa : “Muara dari suatu proses pendidikan, apakah itu pendidikan yang bersifat akademik ataupun pendidikan kejuruan adalah dunia kerja, baik sektor formal maupun sektor non formal”.

Tingkat keberhasilan pembangunan nasional Indonesia di segala bidang akan sangat bergantung pada sumber daya manusia sebagai aset bangsa dalam mengoptimalkan dan memaksimalkan perkembangan seluruh sumber daya manusia yang dimiliki. Upaya tersebut dapat dilakukan dan ditempuh melalui pendidikan, baik melalui jalur pendidikan formal maupun jalur pendidikan non formal. Salah satu lembaga pada jalur pendidikan formal yang menyiapkan lulusannya untuk memiliki keunggulan di dunia kerja, diantaranya melalui jalur pendidikan kejuruan. 

Pendidikan kejuruan yang dikembangkan di Indonesia diantaranya adalah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dirancang untuk menyiapkan peserta didik atau lulusan yang siap memasuki dunia kerja dan mampu mengembangkan sikap profesional di bidang kejuruan. Lulusan pendidikan kejuruan, diharapkan menjadi individu yang produktif yang mampu bekerja menjadi tenaga kerja menengah dan memiliki kesiapan untuk menghadapi persaingan kerja. 

Kehadiran SMK sekarang ini semakin didambakan masyarakat; khususnya masyarakat yang berkecimpung langsung dalam dunia kerja. Dengan catatan, bahwa lulusan pendidikan kejuruan memang mempunyai kualifikasi sebagai (calon) tenaga kerja yang memiliki keterampilan vokasional tertentu sesuai dengan bidang keahliannya.

Gambaran tentang kualitas lulusan pendidikan kejuruan yang disarikan dari Finch dan Crunkilton (1979), bahwa : “Kualitas pendidikan kejuruan menerapkan ukuran ganda, yaitu kualitas menurut ukuran sekolah atau in-school success standards dan kualitas menurut ukuran masyarakat atau out-of school success standards”. 

Kriteria pertama meliputi aspek keberhasilan peserta didik dalam memenuhi tuntutan kurikuler yang telah diorientasikan pada tuntutan dunia kerja, sedangkan kriteria kedua, meliputi keberhasilan peserta didik yang tertampilkan pada kemampuan unjuk kerja sesuai dengan standar kompetensi nasional ataupun internasional setelah mereka berada di lapangan kerja yang sebenarnya.

Upaya untuk mencapai kualitas lulusan pendidikan kejuruan yang sesuai dengan tuntutan dunia kerja tersebut, perlu didasari dengan kurikulum yang dirancang dan dikembangkan dengan prinsip kesesuaian dengan kebutuhan stakeholders. Kurikulum pendidikan kejuruan secara spesifik memiliki karakter yang mengarah kepada pembentukan kecakapan lulusan yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas pekerjaan tertentu. Kecakapan tersebut telah diakomodasi dalam kurikulum SMK yang meliputi kelompok Normatif, Adaptif dan kelompok Produktif. 

Pengembangan kurikulum merupakan suatu proses yang dimulai dari berpikir mengenai ide kurikulum sampai bagaimana pelaksanaannya di sekolah. Hasan (1988) mengungkapkan bahwa, aspek-aspek dalam prosedur pengembangan kurikulum merupakan aspek-aspek kegiatan kurikulum yang terdiri atas empat dimensi yang saling berhubungan satu terhadap yang lain,   yaitu : (1) Kurikulum sebagai suatu ide atau konsepsi, (2) Kurikulum sebagai suatu rencana tertulis, (3) Kurikulum sebagai suatu kegiatan (proses) dan (4) Kurikulum sebagai suatu hasil belajar.

Kurikulum yang diimplementasikan di SMK saat ini, khusus untuk kelompok produktif masih menggunakan kurikulum tahun 2004, sedangkan untuk kelompok normatif dan adaptif sudah menggunakan model pengelolaan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) 2006. 

Pada tataran implementasi kurikulum ini mauntut kreativitas guru di dalam memberikan pengalaman belajar yang dapat meningkatkan kompetensi peserta didik, karena betapapun baiknya kurikulum yang telah direncanakan pada akhirnya berhasil atau tidaknya sangat tergantung pada sentuhan aktivitas dan kreativitas guru sebagai ujung tombak implementasi suatu kurikulum. 

Pendidikan dan pelatihan di SMK; khusnya pada program produktif yang sesuai dengan bidang keahlian, secara ideal dituntut untuk menerapkan pendekatan pembelajaran yang mampu memberikan pengalaman belajar kepada peserta didik di dalam penguasaan kompetensi atau kemampuan kerja sesuai dengan tuntutan dunia usaha dan industri. Pendekatan pembelajaran tersebut terdiri dari : Pelatihan Berbasis Kompetensi (Competency Based Training), Pelatihan Berbasis Produksi (Production Based Training) dan Pelatihan Berbasis Industri. 

Dengan menerapkan pendekatan pembelajaran ini diharapkan mampu memberikan pengalaman belajar kepada peserta didik di dalam penguasaan seluruh kompetensi yang harus dikuasai sesuai Standar Kompetensi Nasional, sehingga mereka mampu mengikuti uji level pada setiap akhir semester untuk Kelas X dan XI serta uji kompetensi untuk kelas XII yang dilaksanakan oleh pihak industri sebagai inatitusi pasangan.