Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Pengertian Buah Pisang Kepok (Musa paradisiaca L)

Februari 15, 2018
Buah pisang kepok (Musa paradisiaca L.) merupakan buah klimakterik dimana proses pematangannya diikuti oleh peningkatan laju respirasi yang tinggi. Peningkatan laju respirasi ini bertujuan untuk mensuplai ATP bagi berbagai proses metabolisme selama proses pematangan buah diantaranya adalah sintesis protein dan enzim yang baru. Oleh sebab itu proses pematangan buah pisang kepok tergolong cepat. Selama proses pematangan buah terjadi peningkatan sintesis protein dan sintesis enzim yang baru. Amonium merupakan prekursor bagi sintesis beberapa asam amino seperti glutamat dan glutamin. 

Pengertian Buah Pisang Kepok (Musa paradisiaca L)

Aplikasi amonium klorida di dalam jaringan buah pisang kepok akan mempengaruhi metabolisme, aplikasi amonium ini memerlukan suplai ATP yang cukup besar. Pemberian amonium klorida pada buah pisang kepok diduga akan meningkatkan sintesis protein dan enzim. Peningkatan sintesis protein dan enzim diduga akan mendorong laju respirasi dan aktivitas enzim dehidrogenase, yang disebabkan oleh meningkatnya kebutuhan  ATP. Hal ini dapat ditunjukkan oleh peningkatan laju respirasi dan aktivitas enzim dehidrogenase. Pendekatan yang dilakukan untuk membuktikan ini adalah dengan membandingkan laju respirasi dan aktivitas enzim dehidrogenase buah pisang kepok kontrol dan buah pisang kepok perlakuan serta menentukan hubungan antara laju respirasi dan aktivitas enzim dehidrogenase. Pembandingan dilakukan pada 2 hari pengamatan yang berbeda yaitu awal klimakterik (4 hari setelah perlakuan) dan akhir klimakterik (8 hari setelah perlakuan).

Pisang merupakan buah yang tumbuh berkelompok.  Tanaman dari famili Musaceae ini hidup di daerah tropis dengan jenis yang berbeda-beda, pisang ambon, pisang sereh, pisang raja, pisang tanduk, pisang sunripe, dan pisang kepok merupakan contoh dari famili Musaceae. Tanaman pisang telah lama dikenal oleh masyarakat Indonesia sebagai sumber pangan yang penting. Iklim tropis yang sesuai serta kondisi tanah yang banyak mengandung humus memungkinkan tanaman pisang tersebar luas di Indonesia (Wikipedia, 2007).

Pisang adalah buah yang sangat bergizi yang merupakan sumber vitamin, mineral dan juga karbohidrat (Prihatman, Kemal.  2000).  Kandungan mineral dan vitamin yang terdapat di dalam buah pisang ini dipercaya mampu menyuplai cadangan energi secara cepat sehingga mudah diserap tubuh pada waktu dibutuhkan. Buah pisang juga merupakan salah satu jenis buah yang memiliki kandungan gizi yang sangat baik dan energi yang relatif tinggi dibanding buah-buahan lain.  Kandungan gizi yang terdapat dalam setiap 100 g buah pisang matang adalah sebagai berikut : kalori 99 kal ; protein 1,2 g ; lemak 0,2 g ; karbohidrat 25,8 mg ; serat 0,7 g ; kalsium 8 mg ; fosfor 28 mg ; besi 0,5 mg ; vitamin A 44 RE ; vitamin B 0,08 mg ; vitamin C 3 mg ; dan air 72 g (Cahyono, Bambang. 2009).

Daerah penyebaran pisang meliputi hampir seluruh wilayah Indonesia. Di Asia, Indonesia termasuk negara penghasil pisang terbesar karena setiap tahun produksi pisang selalu meningkat  (Suhardiman, 1997).  Di antara produksi buah-buahan lainnya seperti mangga, jeruk, pepaya, rambutan, manggis, salak, belimbing, sawo, markisa, atau jambu biji, produksi pisang di Indonesia cukup besar, bisa dikatakan berada pada posisi tertinggi (Suyanti dan Ahmad, 1992). Hasil rata-rata per tahun mencapai ± 4.384 ton, sedangkan Provinsi Lampung menghasilkan ± 319.081 ton per tahun (Anonim a, 2010).

Tanaman pisang tersebar mulai dari dataran rendah sampai dataran tinggi, baik yang dibudidayakan di lahan khusus maupun ditanam sembarangan di kebun atau di halaman. Hampir setiap pekarangan rumah di Indonesia terdapat tanaman pisang, hal ini dikarenakan tanaman pisang cepat menghasilkan, mudah ditanam dan mudah dipelihara (Agustina, Lina. 2008). Namun, agar produktivitas tanaman optimal, sebaiknya pisang ditanam di dataran rendah. Ketinggian tempat yaitu di bawah 1.000 meter di atas permukaan laut. Iklim basah dengan curah hujan yang merata sepanjang tahun merupakan iklim yang cocok untuk tanaman pisang (Wikipedia, 2007)

Pisang kepok merupakan salah satu buah klimakterik yaitu buah yang proses pematangannya diikuti oleh laju respirasi yang tinggi. Buah yang sudah cukup tingkat ketuaannya ketika dipetik akan matang dalam 4-5 hari, hal ini menunjukkan tingkat kematangan yang cepat. Berbagai perubahan fisik dan kimia mengikuti proses pemasakannya diantaranya pelunakan buah, peningkatan kandungan gula, perubahan warna kulit buah, dan peningkatan laju respirasi, peningkatan sintesis protein, enzim dan laju produksi etilen. Gas etilen adalah salah satu faktor yang menyebabkan pematangan. Etilen dihasilkan dari pernafasan buah, daun dan jaringan lain di dalam tanaman (Kusumo dan Suratman, 1984).

Asal Usul Pohon Beringin (Ficus benjamina Linn)

Februari 12, 2018
Asal Usul Pohon Beringin (Ficus benjamina Linn) - Pohon beringin (Ficus benjamina Linn.) merupakan salah satu jenis tanaman yang banyak dijumpai di berbagai wilayah Indonesia. Pohon beringin yang merupakan tanaman asli Asia Tenggara termasuk dari Indonesia dan sebagian Australia ini banyak ditanam sebagai tanaman dekoratif di fasilitas umum seperti alun-alun, lapangan umum, perindang jalan maupun tanaman dekoratif di halaman kantor dan rumah (Heyne 1987, Bauer & Speck 2012). Ficus benjamina termasuk  salah  satu tanaman  dari  famili  Moraceae yang   mudah   tumbuh   di   berbagai   kondisi   lahan

Asal Usul Pohon Beringin (Ficus benjamina Linn)

Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan, Badan Litbang dan Inovasi, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Jl. Gunung Batu 5, Bogor 16610. termasuk lahan kering (Veneklaas et al. 2002). Pertumbuhan pohon beringin dapat mencapai tinggi hingga 4050 m dengan diameter batang mencapai 100190 cm. Veneklaas et al. (2002) menyebutkan bahwa pohon beringin termasuk tanaman cepat tumbuh dengan kecepatan pertumbuhan 65 mg-1/hari.

Tumbuh di lingkungan terbuka, pohon beringin me- miliki banir tinggi yang cukup keras dan menyebar ke berbagai arah, kadang tidak tampak di bawah tanah kemudian muncul kembali di atas permukaan tanah (Boer & Sosef 1998).

Pohon beringin yang secara internasional dikenal dengan nama Benjamin’s fig atau weeping fig ini juga dikembangkan sebagai tanaman hias di dalam rua- ngan dalam pot atau tanaman bonsai. Dalam bentuk tanaman kecil beringin sedikit menghasilkan getah, sehingga mengurangi resiko alergi kulit dan per- nafasan akibat terkontaminasi getah pohon beringin  (Frankland 1999; Hemmer et al. 2004). 

Pengembangan tanaman beringin untuk di luar ruangan relatif lebih disukai, karena bentuk tajuknya menarik dan mampu berfungsi sebagai peneduh dan perbanyakan tanamannya relatif mudah dengan mengandalkan penyerbukan dari lebah. Namun demikian, perbanya- kan alami Ficus benjamina telah dilaporkan tidak terkendali di beberapa negara dan menggolongkan tanaman ini sebagai tanaman yang bersifat invasif (invasive species) (Starr et al. 2003).

Pohon beringin memiliki ciri khas berupa akar gantung yang menjulur dari atas ke bawah dalam jumlah banyak, sehingga tampak seperti garis-garis vertikal yang menopang pohon tersebut (Hemmer et al. 2004). 

Akar gantung yang berasal dari cabang pohon beringin ini bervariasi diameternya menjuntai menutupi batang utama. Akar gantung yang semula berdiameter kecil ini tumbuh berkembang menjadi besar menutupi batang utama. Akar yang berada paling dekat dengan batang utama berdiameter lebih besar dibandingkan dengan akar gantung yang tumbuh kemudian dan terletak jauh dari batang utama (Boer & Sosef 1998).

Akar gantung yang besar dan terletak  dekat  batang  utama  ini  kadang  menempel dan menyatu dengan batang utama, sehingga dalam pertumbuhannya menyatu dengan batang utama, sehingga batang utama pohon beringin tampak tidak beraturan sebagaimana tampak pada Gambar 1.

Ficus benjamina banyak tumbuh tersebar di ber- bagai lokasi di Indonesia baik di tempat umum mau- pun milik pribadi. Masyarakat beranggapan pohon beringin merupakan pohon yang sakral, sehingga pohon beringin jarang ditebang untuk dimanfaatkan kayunya. Pohon beringin yang tua dan tumbang di daerah pedesaan pada umumnya hanya dimanfaat- kan sebagai kayu bakar, namun pohon beringin yang tumbang di sekitar wilayah perkotaan dibiarkan mem- busuk  tanpa  manfaat .  

Pohon  beringin yang tumbang tidak dimanfaatkan karena selain menghindari   penggunaan   pohon   yang   dianggap sakral, pohon beringin juga memiliki bentuk batang utama tidak teratur dengan adanya akar gantung. Berbeda dengan jenis pohon Ficus lain dalam satu famili seperti Ficus callosa dan variegata yang me- miliki batang soliter dan silindris tanpa adanya kehadiran akar gantung, kayunya telah dimanfaatkan masyarakat menjadi berbagai produk seperti rangka gambar (picture frame), moulding, dan fancy plywood (Boer & Sosef 1998). Selain itu, keterbatasan infor- masi mengenai karakteristik dasar kayu beringin beserta komponen akar gantungnya dapat menjadi faktor pembatas lain dalam upaya pemanfaatan kayu beringin. Tulisan ini mempelajari struktur anatomi bagian   batang   utama   dan   akar   gantung   pohon beringin sebagai dasar dalam pemanfaatan kayu dan akar gantungnya.

Inilah Bentuk dan Jenis Karya Seni Rupa [Lengkap]

Februari 02, 2018
Bentuk Karya Seni Rupa
Berbagai  karya  seni  rupa  di  sekeliling  kita,  memiliki  banyak  macam ragamnya.  Keragaman  tersebut  dapat  terluhat  dari  bentuknya, warnanya,  bahan bakunya, alat pembuatannya, fungsinya atau pemanfaatannya. Dari begitu banyak ragamnya  tadi, para  ahli  membuat  penggolongan  tentang  jenis-jenis  karya seni rupa. Penggolongan  atas  jenisnya  adalah  pembedaan  antara  karakteristik  karya yang  satu  dengan  yang  lainnya.  Misalnya  pada  binatang,  penggolongan  dapat didasarkan  pada  jenis  kelamin,  ada  jantan  ada  betina,  berdasarkan  karakteristik anggota tubuhnya, warna kulitnya dan sebagainya. Demikian juga dalam hal karya seni  rupa,  kita  dapat  membedakan  jenisnya  berdasarkan  fungsi  maupun bentuknya.

Inilah Bentuk dan Jenis Karya Seni Rupa [Lengkap]

Berdasarkan  dimensinya,  karya  seni  rupa  terbagi  dua  yaitu,  karya  dua dimensi dan karya  tiga dimensi. Karya seni rupa dua dimensi adalah Karya seni rupa yang mempunyai dua ukuran (panjang dan  lebar) sedangkan karya seni rupa tiga  dimensi  mempunyai  tiga  ukuran  (panjang,  lebar  dan  tebal)  atau  memiliki ruang. Berdasarkan  kegunaan  atau  fungsinya,  karya  seni  rupa  digolongkan  ke dalam karya seni murni pure art, fine art) dan seni pakai (useful art/applied art).

Seni Murni  (pure  art/fine  art)  adalah  karya  seni  yang  diciptakan  semata-mata untuk  dinikmati  keindahan  atau  keunikannya  saja,  tanpa  atau  hampir  tidak memiliki fungsi praktis. Adapun Seni Pakai (useful art/applied art) adalah karya seni  rupa  yang  prinsip  pembentukannya  mengikuti  fungsi  tertentu  dalamkehidupan sehari-hari.

Selain  berdasarkan  dimensi  dan  fungsinya,  karya  seni  rupa  dapat  juga diketegorikan berdasarkan temanya. Tema dapat dikatakan sebagai pokok pikiran atau  persoalan  yang  mendasari  kegiatan  (dalam  hal  ini  kegiatan  berkesenian).

Jenis Karya Seni Rupa
1. Seni Lukis
Seni  lukis merupakan  kegiatan  pengolahan  unsur-unsur  seni  rupa  seperti garis,  bidang,  warna  dan  tekstur  pada  bidang  dua  dimensi.  Kegiatan  yang menyerupai  seni  lukis  sudah  lama  dikenal  di  Indonesia,  tetapi  penamaan  atau istilah  seni  lukis  merupakan  istilah  yang  datang  dari  Barat.  Kegiatan  yang menyerupai  seni  lukis  itu  dapat  juga  disebut  seni  lukis  tradisonal.  Beberapa contoh  dari  karya  seni  lukis  tradisional  dapat  kita  lihat  di  berbagai  daerah  di Indonesia  seperti  seni  lukis kaca di Cirebon, seni  lukis Kamasan di Bali,  lukisan pada kulit kayu yang dibuat masyarakat di Irian Jaya dsb. Adapun seni lukis yang kita kenal saat ini dibuat pada kanvas, dapat disebut seni lukis modern. Beberapa  seniman  seni  lukis  modern  Indonesia  yang  namanya  sudah  dikenal  di mancanegara diantaranya Affandi, Popo Iskandar, Fajar Sidik, Nanna Banna dsb. 

2. Seni Patung
Karya  seni patung diwujudkan melalui pengolahan unsur-unsur  seni  rupa pada bidang  tiga dimensi. Bahan dan  teknik perwujudan pada karya  seni patung beraneka  ragam. Bahan  yang  digunakan  dapat  berupa  bahan  alami  seperti  kayu dan batu, bahan logam seperti besi dan perunggu atau bahan sintetis seperti plastik resin dan  fibre glass  (serat kaca). Sedangkan  teknik yang digunakan disesuaikan dengan bahan yang dipakai seperti teknik pahat, ukir, cor dsb.Seperti  halnya  seni  lukis,  seni  patung  juga  sudah  dikenal  di  Indonesia sejak  zaman  prasejarah.  Hampir  setiap  daerah  di  Indonesia  memiliki  tradisi pembuatan  karya  seni  patung.  Pada  masyarakat  tradisional,  pembuatan  karya patung  seringkali  dihubungkan  dengan  kegiatan  religi  seperti  pemujaan  kepada atau  arwah  nenek  moyang.  Pada  karya-karya  seni  patung  modern, pembuatan  karya  seni  patung  merupakan  ekspresi  individu  seorang  seniman. Beberapa seniman patung modern  Indonesia diantaranya: Sunaryo, Sidharta, dan Nyoman Nuarta.

3. Seni Grafis (Cetak)
Seni grafis adalah cabang  seni  rupa  yang  tergolong ke dalam  bentuk dua dimensi.  Berbeda  dengan  seni  lukis  yang  umumnya  merupakan  karya-karya tunggal,  kekhasan  dari  karya  grafis  adalah  sifatnya  yang  bisa  direproduksi  atau diperbanyak. Sesuai dengan proses pencetakannya karya seni grafis terbagi menjadi empat jenis:

a. Cetak tinggi
Prinsip  cetak  ini  adalah  bagian  yang  bertinta  adalah  bagian  yang  paling  tinggi. Bagian  ini  bila  diterakan  atau  dicetakkan,  tinta  atau  gambar  akan  berpindah  ke atas  permukaan  kertas.  Berdasarkan  bahan  dan  alat  yang  dipergunakan  dalam cetak tinggi dikenal beberapa  jenis cetakan seperti cukil kayu (wood cut), cukilan lino tera kayu  (wood engraving) serta cukilan bahan  lain seperti karet atau plastik.

b. Cetak dalam 
Prinsip  cetak  dalam  adalah  hasil  cetakan  yang  diperoleh  dari  celah  garis  bagian dalam dari plat klisenya bukan bagian  tingginya seperti stempel atau cap. Teknik cetak  ini  merupakan  kebalikan  dari  teknik  cetak  tinggi.  Acuan  cetak  yang dipergunakan  adalah  lempengan  tembaga  atau  seng  yang  ditoreh  atau  diberi kedalaman untuk tempat tinta. Kedalaman dibuat menggunakan alat penoreh yang tajam dan kuat dan atau menggunakan zat kimiawi.

c. Cetak saring
Cetak  saring  disebut  juga  serigrafi  atau  sablon.  Sesuai  dengan  namanya  prinsip cetak  ini  adalah mencetak  gambar melalui  saringan  yang  diberi  batasan-batasan tertentu. Cetak saring dikenal luas di masyarakat melalui benda-benda yang sering dijumpai  sehari hari seperti aplikasinya pada pembuatan kaos, spanduk, bendera, dsb.

d. Cetak datar
Proses cetak datar atau planografi adalah memanfaatkan perbedaan  sifat minyak
dan  air  serta  acuan  cetakan  yang  terbuat  dari  batu  (litografi)  atau  seng.  Tinta hanya  terkumpul  pada  bagian  cetakan    yang  sudah  digambari    dengan  pinsil berlemak dan pemindahan gambar dilakukan dengan alat khusus. Teknik  litografi inilah yang mengilhami prinsip dasar mesin cetak modern. 

4. Seni Kria
Pengertian Seni Kria 
Seni  kria  adalah  hasil  kebudayaan  fisik  yang  lahir  karena  adanya tantangan dari lingkungan dan diri kriawan. Seni kria diartikan sebagai hasil daya cipta manusia melalui  keterampilan  tangan  untuk memenuhi  kebutuhan  jasmani dan rohaninya, serta umumnya dibuat dari bahan-bahan alam. Penciptaan karya kria yang baik didasarkan pada syarat kegunaan (utility) dan  keindahan  (estetika).  Syarat  keindahan  terdiri  atas  aspek  kenyamanan, keluwesan dan kenyamanan. Hubungan antara bentuk, fungsi dan keindahan  juga merupakan asas penciptaan yang harus dimiliki seorang kriawan. Karya seni kria memiliki  karakteristik  tersendiri  yang  dipengaruhi  oleh  keterampilan  dan kreativitas  kriawan,  materi,  alat,  fungsi  dan  teknik  penciptaanya.  Aspek-aspek tersebut saling berkaitan satu dengan yang lainnya. Kria  tumbuh  dan  berkembang  dipengaruhi  pula  oleh  faktor  kekayaan  flora  dan fauna  serta  bahan-bahan  alam  lainnya.  Hasil-hasil  utama  seni  kria  Indonesia terdiri  atas  kria  tekstil  dan  serat  meliputi  batik  dan  tenun,  anyaman  serta tumbuhan,  kria  bambu,  kria  gerabah  dan  tembikar  (keramik)  kria  kayu,  logam,kulit, kaca dll.

5. Seni Bangunan (Arsitektur)
Pada  dasarnya  seni  bangunan  merupakan  bagian  dari  seni  rupa,  tetapi karena  kekhususan  yang  dimilikinya  seringkali  seni  bangunan  dikelompokan tersendiri dalam seni arsitektur. Berdasarkan bentuk dan fungsinya seni bangunan seni bangunan dapat dikategorikan sebagai seni pakai. Indonesia memiliki warisan peninggalan karya seni bangunan yang sangat banyak  jumlah dan macamnya dan tersebar dari Sabang sampai Merauke. Setiap  suku  bangsa  yang  ada  di  Indonesia  mengenal  dan  memiliki bangunan  khas  daerahnya  masing-masing.  Bentuk-bentuk  bangunan  tersebut dibuat berdasarkan ide atau gagasan yang bersumber dari kebudayaannya masing- masing.  Struktur,  denah,  bahan  dan  teknik  pada  rumah-rumah-rumah  adat tradisional  dibangun  berdasarkan  aturan-aturan  baku  yang  dipatuhi  dandiwariskan secara turun temurun. Dalam  perkembangannya,  pengaruh  kebudayaan  yang  datang  dari  Barat memperkenalkan  bentuk-bentuk  baru  pada  bangunan-bangunan  yang  sudah  ada.

Bentuk-bentuk baru tersebut dengan imajinasi dan kreativitas seniman (arsitektur) diolah  dan  digabungkan  dengan  bentuk-bentuk  tradisional  yang  sudah  ada sebelumnya menghasilkan bentuk-bentuk bangunan kontemporer. Perkembangan seni atau desain bangunan ini selanjutnya melahirkan jenis-jenis  seni  rupa  terapan  lainnya  seperti  desain  interior  (seni  penataan  ruang)  dandesain meubel.

6. Desain
Desain merupakan  kegiatan  reka  letak  atau  perancangan. Hampir  semua karya seni rupa melalui proses perancangan sebelum diproduksi atau diwujudkan dalam  bentuk  jadi  yang  sesungguhnya.  Tetapi,  pengertian  desain  saat  ini  lebih sering  digunakan  untuk menunjukkan  proses  perancangan  karya-karya  seni  rupa terapan (useful art).

Beberapa jenis desain yang dikenal di Indonesia antara lain:
a. Desain Komunikasi Visual 
Desain  ini awalnya  lebih dikenal dengan  istilah desain grafis, yaitu kegiatan seni  rupa  yang menyusun  unsur-unsur  grafis  pada  sebuah  benda  pakai.  Karena lingkupnya  yang  dirasakan  terbatas,  pada  perkembangan  selanjutnya  seni  grafis menjadi  bagian  dari  kegiatan  desain  komunikasi  visual,  yaitu  kegiatan perancangan  pada media  komunikasi  baik media  cetak  sederhana  seperti  buku, poster  atau  majalah  maupun  media  elektronik  seperti  televisi,  neon  sign  dan sebagainya. Unsur-unsur grafis yang menjadi perhatian dalam desain komunikasi visual diantaranya tipografi (huruf), garis, logo, warna, ilustrasi dan foto. 

b. Desain Interior
Desain  interior adalah kegiatan merancang  tata  letak sebuah  ruangan atau eksterior bangunan. Kegiatan perancangan  ini dimaksudkan agar sebuah  ruangan selain  sesuai  dengan  fungsinya  juga  menjadi  indah  dan  nyaman.  Benda-benda yang  ada  dalam  ruangan  tersebut  dipilih  dan  ditata  sedemikian  rupa  sehingga menjadi satu kesatuan, serasi dan harmonis. 

Yang  menjadi  perhatian  dalam  perancangan  interior  berdasarkan fungsinya, termasuk juga pemilihan warna dinding, hiasan-hiasan yang menempel di  dinding,  mebelair  (kursi,  meja,  tempat  tidur  dsb.),  lampu  (pencahayaan), akustik (suara), lantai, langit-langit dan lain sebagainya.

Fungsi, Metabolisme, Sumber Lemak dan Akibat Kekurangan dan Kelebihan Lemak

Februari 02, 2018
Lemak metabolik merupakan lemak yang mengalami perubahan metabolik, menghasilkan zat khusus yang mempunyai arti penting secara hayati maupun gizi. Pelepasan energi yang terdapat di dalam lemak simpanan didahului oleh perubahan lemak itu ke dalam bentuk metabolic yang dapat diuraikan. Contoh lain kolesterol, yang mengalami perubahan di dalam kelenjar adrenal (anak ginjal) menjadi berbagai hormon steroid. Di dalam hati kolesterol diubah menjadi asam-asam empedu yang digunakan dalam pencernaan lemak yang tidak larut di dalam air,sedangkan sebagaian besar bagian tubuh misalnya darah, terdiri atas air. Karena itu pengangkutan lemak melalui darah terjadi dengan bantuan protein. Lemak diikat oleh protein menjadi lipoprotein.

Fungsi, Metabolisme, Sumber Lemak dan Akibat Kekurangan dan Kelebihan Lemak

Lemak yang merupakan simpanan energi berupa jaringan lemak. Sebagian jaringan lemak berupa lemak putih seperti yang terdapat dibawah kulit dan sekitar organ. Lemak tubuh yang mengandung lebih banyak darah tampak kecokelatan dan hanya terdapat di bagian tertentutubuh, misalnya punggung bagian atas pada bayi. Lemak simpanan kecolekatan ini digunakan untuk mempertahankan suhu normal tubuh pada bayi.

Lemak di dalam tubuh dibedakan atas lemak yang merupakan bagian sel, lemak yang merupakan simpanan energi dan lemakmetabolik. Lemak yang merupakan bagian sel berfungsi memperkuat sel terutama sebagai bagian membran sel. Fosfolipida merupakan bagaian terbesar lemak pada membran sel.

Lemak yang merupakan simpanan energi berbentuk trigliserida, kebanyakan berupa lemak jenuh dan lemak tak jenuh tunggal. Jenis lemak dalam makanan sehari-hari mempengaruhi susunan lemaksimpana. Simpanan energi di dalam tubuh berbentuk lemak karena lemakdapat menyimpan energi lebih dari dua kali energi di dalam karbohidrat sehingga memerlukan tempat yang lebih kecil.

Lemak simpanan tidak hanya berasal dari lemak makanan tetapi juga dari karbohidrat dan protein yang diubah menjadi lemak di dalamtubuh. Selama peredaran di dalam darah, lipoprotein dapat membawakolesterol. Lipoprotein berdensitas rendah (low desnsity lipoprotein) mengangkut kolesterol dari hati ke sel. Lipoprotein berdensitas tinggi (high density lipoprotein) mengangkut kolesterol dari sel ke hati.

Fungsi Lemak
Fungsi lemak umumnya yaitu sebagai sumber energi, bahan baku hormon, membantu transport vitamin yang larut lemak, sebagai bahan insulasi terhadap perubahan suhu, serta pelindung organ-organ tubuh bagian dalam. Salah satu fungsi lemak memang untuk mensuplai sejumlah energi, dimana satu gram lemak mengandung 9 kalori, sedangkan 1 gram karbohidrat hanya mengandung 4 kalori. Fungsi lain dari lemak adalah untuk membantu absorbsi vitamin yang larut dalam lemak. Selain itu, lemak juga merupakan sumber asam-asam lemak esensial yang tidak dapat dihasilkan tubuh dan harus disuplai dari makanan. Fungsi lemak sebagai bahan baku hormon juga sangat berpengaruh terhadap proses fisiologis di dalam tubuh, contohnya yaitu pembuatan hormon seks. Lemak tubuh dalam jaringan lemak (jaringan adipose) mempunyai fungsi sebagai insulator untuk membantu tubuh mempertahankan temperaturnya, sedangkan pada wanita dapat memberikan kontur khas feminim seperti jaringan lemak di bagian bokong dan dada. Selain itu, lemak tubuh dalam jaringan lemak juga berperan sebagai bantalan yang melindungi organ-organ seperti bola mata, ginjal, dan organ lainnya.

Lemak di dalam makanan berfungsi:
• Memberi rasa gurih, sedap, sehingga makanan menjadi lebih enak. Pada waktu dimasak pun, makanan berlemak lebih beraroma.
• Menghasilkan kekenyangan lebih lama dari pada karbohidrat dan protein karena waktu untuk mencernakannya paling lama.
• Memperkecil volume makanan sumber energi karena kandungan energi di dalam lemak lebih dari dua kali kandungan lemak di dalam karbohidrat dan protein. Hal inisangat penting dalam pembuatan makanan bayi dan anak. Kapasitas lambung bayi dan anak terbatas, karena itu makanan mereka harus padat energi.
• Sebagai sumber zat yang diperlukan oleh tubuh, terutamaasam lemak esensial dan vitamin A, D, E, K yang larut dalam lemak.
• Menghasilkan penampilan dan tekstur makanan yang disukai. Es krim yang mengandung lemak tampil beda dari es loli yang dibuat dari larutan gula saja. Tekstur makanan dipengaruhi oleh jenis dan jumlah lemak yang digunakan pada pembuatannya. Bandingkan tekstur roti, kue bolu dan klik (cake).

Lemak di dalam tubuh mempunyai berbagai fungsi
• Lemak merupakan sumber energi setelah karbohidrat. Kebutuhan energi tubuh hendaknya dipenuhi oleh konsumsi karbohidrat dan lemak agar protein dapat menjalankan fungsinya sebagai zat pembangun. Sebagai sumber energy lemak menghemat protein yaitu mengurangi jumlah protein yang digunakan sebagai sumber energi. Lemak dapat disimpan sebagai cadangan energi berupa jaringan lemak.
• Lapisan lemak di bawah kulit merupakan insulator sehingga tubuh dapat mempertahankan suhu normal. Apabila lapisan lemak terlalu tebal, karena terlalu gemuk, pada cuaca panasorang akan kegerahan. Sebaliknya pada orang kurus, lapisanlemak dibabah kulit sangat tipis, pada cuaca dingin orangkurus akan kedinginan.
• Lemak merupakan bantal pelindung bagi organ vital seperti bola mata dan ginjal.
• Lemak diperlukan dalam penyerapan vitamin A, D, E, Kyang larut dalam lemak. Penyerapan karoten dari sayuran yang dimasak sebagai sayur asam lebih sedikit dari pada apabila dimasak sebagai sayur lodeh.

Metabolisme Lemak
Metabolisme adalah proses penguraian dan pembentukan kembalizat gizi di dalam tubuh. Proses ini dimulai dengan tahap pemasukan zatgizi yang dalam keadaan normal melalui proses makan.

Pencernaan lemak lebih rumit dari pada pencernaan karbohidrat dan protein karena lemak tidak larut di dalam air. Di dalam mulut dan lambung terdapat enzim penguraian lemak, namun hampir seluruh pencernaan lemak terjadi di dalam usus halus.

Segera setelah masuk ke dalam usus halus terjadi sekresi hormone kolesistokinin. Hormon ini mengakibatkan kandung empedu berkontraksi dan mengeluarkan empedu ke dalam duodenum. Empedu mengemulsikan lemak, yaitu memecah lemak menjadi globula sangat kecil dan berada dalam keadaan suspensi (menyebar) sehingga dapat diuraikan oleh enzim pengurai lemak. Empedu bersifat basa, membantu menetralkan gumpalan yang bersifat asam. Suasana basa diperlukan agarenzim pengurai lemak yang diproduksi oleh pankreas dan sel-sel usus halus tetap bekerja.

Penguraian lemak menghasilkan monogliserida, digliserida, asam lemak, dan gliserol. Selanjutnya hasil uraian lemak bergabung lagi dengan empedu, membentuk misel yang larut di dalam air. Misel inilah yang dapat melalui sel usus sehingga hasil uraian lemak dapat diserap.Setelah mengantar hasil uraian lemak, empedu kembali ke kantung empedu. Gliserol dan asam lemak beratai pendek dan sedang diserap langsung ke dalam sirkulasi darah, karena larut dalam air. Selama dalam sirkulasi darah menujun sel, mereka bergabung dengan albumin darah sebagai pembawanya. Gliserida dibentuk kembali di dalam sel usus menjadi trigliserida. Trigliserida ini bergabung dengan suatu proteinmenjadi kilomikron, sejenis lipoprotein. Kilomikron masuk ke dalamsirkulasi limfe, kemudian masuk ke dalam sirkulasi darah. Sesampai disel, lemak digunakan kembali untuk membangun atau disimpan sebagai cadangan energi atau digunakan untuk menghasilkan energi.

Kebutuhan lemak untuk digunakan sebagai bagain membran sel berlangsung terus. Selanjutnya lemak dari makanan dibutuhkan tubuh sebagai sumber energi dan zat gizi esensial yaitu asam lemak esensial dan mungkin pula sebagai sumber vitamin larut dalam lemak.

Asam arakhidonat dan asam lemak tak majemuk tak berantai atom karbon 20 dan 22 merupakan penurun asam eikosaenoat. Asam-asam ini mempunyai sejumlah besar aktivitas fisiologi antara lain, kemampuan mengkontraksi otot halus, menghambat atau mendorong adhesi kepin darah dan menyebabkan kontriksi atau dilatasi pembuluh darah yang mempergaruhi tekanan darah.


Sumber Lemak
Lemak yang kita gunakan dalam hidangan makanan ada yang jelas tampak, seperti minyak goreng, margarin, mentega, lemak pada sate,lemak diantara otot daging, lapisan lemak di bawah kulit ayam. Lemak lain tidak jelas tampak, seperti lemak dalam telur, ikan, susu, dan makanan berlemak.
1. Lemak susu
Lemak susu terutama terdiri atas trigliserida dalam bentukemulsi. Globula lemak distabilkan oleh membran yang meliputinya, terdiri atas protein, fosfolipida, dan kolesterol. Globula lemak juga mengandung ester kolesterol dan vitamin larutdalam lemak terutama vitamin A, D, dan Karoten. Asam lemak susu sebagian besar terdiri atas asam lemak jenuh berantai pendek dan sedang, asam lemak berantai panjang, jenuh dan tak jenuhtunggal, dan sedikit sekali asam lemak tak jenuh majemuk.
2. Lemak Telur
Bagian terbesar (45%) lemak telur terdiri atas asam lemak tak jenuh tunggal, kemudian asam lemak jenuh (40%) dan sisanya asam lemak tak jenuh majemuk. Telur juga mengandung kolesterol,pada kuning telur, yang jumlahnya sekitar 200 mg per butir telurukuran besar (56 gram).
3. Lemak Ikan
Ikan dibedakan atas ikan berlemak dan ikan tidak berlemak.Pada ikan berlemak, lemak terdapat pada dagingnya sedangkan pada ikan tidak berlemak, lemak terdapat pada hatinya sebagai trigliserida. Lemak ikan terdiri atas asam lemak berantai panjang,20 atau lebih atom karbon, dengan 5 atau 6 ikatan rangkap danmerupakan asam lemak omega-3.
4. Lemak kacang-kacangan
Kacang-kacangan yang banyak digunakan dalam pembuatan makanan bayi dan anak ialah kacang hijau dan kacang kedelai berupa tempe. Lemak kacang kedelai sebagian besar terdiri atas asam lemak tak jenuh majemuk (62%), asam lemak tak jenuh tunggal (22%) sisanya asam lemak jenuh.
5. Minyak Nabati
Jika masukkan asam lemak esensial dari makanan tersebut diatas tidak mencapai jumlah yang dinjurkan ke dalam makanan bayi dan anak dapat ditambahkan minyak nabati. Minyak kedelai dan minyak kacang tanah merupakan sumber asam lemak tak jenuhtunggal (asam oleat) dan asam linoleat. Minyak kelapa dan minyak kelapa sawit merupakan sumber asam lemak jenuh berantai sedang(C-8-C-14) yang mudah dimanfaatkan tubuh. Berdasarkan asalnya, lemak dibedakan menjadi lemak nabati dan lemak hewani.


Akibat Kekurangan dan Kelebihan Lemak
Kekurangan asam lemak esensial (Omega -3 dan Omega -6) pada masa janin mengakibatkan penurunan pada pertumbuhan otak. Pertumbuhan otak yang terganggu akan mengakibatkan penurunan fungsi otak, yaitu kemampuan kognitif rendah, yang tidak dapat diperbaiki kemudian.

Kekurangan lemak mengakibatkan perubahan pada komposisi asam lemak di berbagai jaringan, terutama membran sel. Selain itu terjadi penurunan efisiensi produksi energi di dalam sel.

Konsumsi berlebih lemak akan mengakibatkan kegemukan karena kadar energi di dalam lemak lebih dari 2 kali kadar energi di dalam karbohidrat. Rasa makanan berlemak yang umumnya enak, cenderung mendorong konsumsi berlebih. Kegemukan berkaitan dengan timbulnya penyakit kronis seperti jantung dan pembuluh darah dan diabetes melitus.

Peningkatan kadar kolesterol di dalam darah merupakan factor resiko penyakit jantung dan pembuluh darah dengan gejala awal tekanan darah tinggi (hipertensi) kebiasaan dan pola makan berperan besar dalam pengendalian kadar kolesterol di dalam darah. Upaya yang dapat dilakukan untuk mempertahankan kadar normal kolesterol di dalam darah meliputi mempertahankan berat badan normal, tidak mengkonsumsi berlebih lemak dan lemak jenuh, mengatur keseimbangan konsumsi asam lemak tak jenuh dan menguranggi konsumsi makananberkadar tinggi kolesterol.

Contoh Makalah Korupsi Indonesia [Lengkap]

Februari 01, 2018
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kasus korupsi yang sudah sangat banyak terjadi di Indonesia benar-benar sudah mencapai tahap mengkhawatirkan sehingga ditakutkan nantinya korupsi akan menjadi budaya yang jelek di Indonesia.

Contoh Makalah Korupsi Indonesia [Lengkap]

Korupsi begitu dekat dengan kehidupan kita sehari-hari, terlebih lagi di Indonesia, korupsi seakan-akan telah menjadi budaya yang dianggap sudah ada dari “sananya”. Korupsi adalah penyakit kolektif yang bersumber dari individu. Pernyataan ini sangatlah mudah untuk kita pahami, mengingat tidaklah mungkin seseorang melakukan korupsi seorang diri dalam sebuah sistem sosial, sehingga pada akhirnya korupsi menjadi penyimpangan dan kejahatan kolektif.

Menurut Nanang Martono (2007), membicarakan masalah korupsi adalah usaha yang sangat melelahkan dan mungkin sia-sia. Sudah begitu banyak berita, seminar, diskusi publik, kritik masyarakat melalui media, peraturan, sampai humor-humor mengenai korupsi, namun tetap saja pelaku korupsi masih bebas berkeliaran dan berlindung di balik payung hukum yang rusak. Hukum adalah tempat penampungan paling aman bagi pelaku korupsi. Hal ini tidaklah mengherankan, karena pelaku korupsi adalah orang-orang terdidik yang sangat cerdas. Kecerdasannya dimanfaatkan untuk mencari peluang dan strategi untuk melakukan korupsi, bahkan merekapun mencari celah dari pasal-pasal hukum yang sangat lemah. Pemerintah sudah banyak dan bahkan sering membuat peraturan yang substansinya menetapkan bahwa korupsi adalah sebuah perbuatan yang melanggar hukum. Akan tetapi, korupsi seolah-olah tidak kunjung berkurang, justru semakin bertambah dan merajalela, layaknya perilaku seks bebas yang juga semakin marak di masyarakat dengan “metode” yang selalu berkembang. Satu kendala yang sangat sulit untuk diatasi adalah menemukan bukti yang bisa menyeret pelaku korupsi ke meja hijau. Analogi yang dapat digunakan dalam hal ini adalah “tikus lebih pintar daripada kucing”. “Prestasi” ini telah menempatkan Indonesia dalam peringkat 10 besar sebagai negara terkorup di dunia.

Ketika korupsi telah menjadi sebuah kejahatan kolektif, maka untuk memberantasnya, juga harus melibatkan seluruh elemen masyarakat. Seseorang yang mencoba menjelaskan mengenai bahaya korupsi, justru menjadi ajang bulan- bulanan di masyarakat, karena ia adalah minoritas. Pelaku korupsi jumlahnya hampir selalu lebih besar daripada mereka yang tergolong “bersih”. Seluruh elemen masyarakat, bisa dikatakan tidak bebas dari korupsi, mulai dari tingkat RT, RW, desa, kelurahan, kabupaten/kota sampai tingkat propinsi dan negara. Di tingkat desa, aparat desa banyak melakukan penggelapan dana BLT ataupun subsidi bagi rakyat miskin lainnya. Di tingkat kabupaten, beberapa bupati dituntut mundur oleh warganya karena diduga melakukan korupsi.

B. Tujuan
1. Mengetahui apa yang di maksud dengan korupsi.
2. Mengetahui cara-cara pencengahan korupsi.
3. Mengetahui apakah korupsi ada nilai positifnya.

BAB II
LANDASAN TEORI

Dalam melihat hubungan antara korupsi, kekuasaan, dan kejahatan korporasi dan birokrasi ini, akan dibahas pengertian beberapa kerangka teoritik berikut.

2.1. Pengertian Korupsi
Banyak para ahli yang mencoba merumuskan korupsi, yang jka dilihat dari struktrur bahasa dan cara penyampaiannya yang berbeda, tetapi pada hakekatnya mempunyai makna yang sama. Kartono (1983) memberi batasan korupsi sebagi tingkah laku individu yangmenggunakan wewenang dan jabatan guna mengeduk keuntungan pribadi, merugikan kepentingan umum dan negara. Jadi korupsi merupakan gejala salah pakai dan salah urus dari kekuasaan, demi keuntungan pribadi, salah urus terhadap sumber-sumber kekayaan negara dengan menggunakan wewenang dan kekuatankekuatan formal (misalnya denagan alasan hukum dan kekuatan senjata) untuk memperkaya diri sendiri.

Korupsi terjadi disebabkan adanya penyalahgunaan wewenang dan jabatan yang dimiliki oleh pejabat atau pegawai demi kepentingan pribadi dengan mengatasnamakan pribadi atau keluarga, sanak saudara dan teman. Wertheim (dalam Lubis, 1970) menyatakan bahwa seorang pejabat dikatakan melakukan tindakan korupsi bila ia menerima hadiah dari seseorang yang bertujuan mempengaruhinya agar ia mengambil keputusan yang menguntungkan kepentingan si pemberi hadiah. Kadang-kadang orang yang menawarkan hadiahdalam bentuk balas jasa juga termasuk dalam korupsi. Selanjutnya, Wertheim menambahkan bahwa balas jasa dari pihak ketiga yang diterima atau diminta oleh seorang pejabat untuk diteruskan kepada keluarganya atau partainya/ kelompoknya atau orang-orang yang mempunyai hubungan pribadi dengannya, juga dapat dianggap sebagai korupsi. Dalam keadaan yang demikian, jelas bahwa ciri yang paling menonjol di dalam korupsi adalah tingkah laku pejabat yang melanggar azas pemisahan antara kepentingan pribadi dengan kepentingan masyarakat, pemisaham keuangan pribadi dengan masyarakat.

2.2  Jenis-Jenis Korupsi
Memperhatikan Undang-undang nomor 31 tahun 1999 Undang-undang Nomor 20 tahun 2001,maka tindak Pidana Korupsi itu dapat dilihat dari dua segi yaitu korupsi Aktif dan Korupsi Pasif, Adapun yang dimaksud dengan Korupsi Aktif adalah sebagai berikut :
- Secara melawan hukum memperkaya diri sendiri atau orang lain atau Korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian Negara (Pasal 2 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999)
-          Dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau Korporasi yang menyalahgunakan kewenangan,kesempatan atau dapat merugikan keuangan Negara,atau perekonomian Negara (Pasal 3 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999)
-          Memberi hadiah Kepada Pegawai Negeri dengan mengingat kekuasaan atau wewenang yang melekat pada jabatan atau kedudukannya,atau oleh pemberi hadiah atau janji dianggap melekat pada jabatan atau kedudukan tersebut (Pasal 4 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999)
-          Percobaan pembantuan,atau pemufakatan jahat untuk melakukan Tindak pidana Korupsi (Pasal 15 Undang-undang Nomor 20 tahun 2001)
-          Memberi atau menjanjikan sesuatu kepada pegawai negeri atau Penyelenggara Negara dengan maksud supaya berbuat atau tidak berbuat sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan dengan kewajibannya (Pasal 5 ayat (1) huruf a Undang-undang Nomor 20 tahun 2001)
-          Memberi sesuatu kepada pegawai negeri atau Penyelenggara negara karena atau berhubung dengan sesuatu yang bertentangan dengan kewajibannya dilakukan atau tidak dilakukan dalam jabatannya (Pasal 5 ayat (1) huruf b Undang-undang Nomor 20 Tagun 2001)
-          Memberi atau menjanjikan sesuatu kepada Hakim dengan maksud untuk mempengaruhi putusan perkara yang diserahkan kepadanya untuk diadili (Pasal 6 ayat (1) huruf a Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001)
-          Pemborong,ahli bangunan yang pada waktu membuat bangunan atau penjual bahan bangunan yang pada waktu menyerahkan bahan bangunan,melakukan perbuatan curang yang dapat membahayakan keamanan orang atau barang atau keselamatan negara dalam keadaan perang (Pasal (1) huruf a Undang-undang Nomor 20 tahun 2001)
-          Setiap orang yang bertugas mengawasi pembangunan atau penyerahan bahan bangunan,sengaja membiarkan perbuatan curang sebagaimana dimaksud dalam huruf a (Pasal 7 ayat (1) huruf b Undang-undang Nomor 20 tahun 2001)

-          Setiap orang yang pada waktu menyerahkan barang keperluan Tentara nasional Indonesia atau Kepolisian negara Reublik Indonesia melakukan perbuatan curang yang dapat membahayakan keselamatan negara dalam keadaan perang (Pasal 7 ayat (1) huruf c Undang-undang Nomor 20 tahun 2001)
-          Setiap orang yang bertugas mengawasi penyerahan barang keperluan Tentara nasional indpnesia atau Kepolisian Negara Republik Indonesia dengan sengaja mebiarkan perbuatan curang sebagaimana dimaksud dalam huruf c (pasal 7 ayat (1) huruf d Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001)
-          Pegawai negeri atau selain pegawai negeri yyang di tugaskan menjalankan suatu jabatan umum secara terus-menerus atau untuk sementara waktu,dengan sengaja menggelapkan uang atau mebiarkan uang atau surat berharga tersebut diambil atau digelapkan oleh orang lain atau membantu dalam melakukan perbuatan tersebut (Pasal 8 Undang-undang Nomor 20 tahun 2001)

-          Pegawai negeri atau selain Pegawai Negeri yang diberi tugas menjalankan suatu jabatan umum secara terus menerus atau sementara waktu,dengan sengaja memalsu buku-buku atau daftar-daftar khusus pemeriksaan administrasi (Pasal 9 Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001)
-          Pegawai negeri atau orang selain Pegawai Negeri yang diberi tugas menjalankan suatu jabatan umum secara terus-menerus atau untuk sementara waktu dengan sengaja menggelapkan menghancurkan,merusakkan,atau mebuat tidak dapat dipakai barang,akta,surat atau daftar yang digunakan untuk meyakinkan atau membuktikan di muka pejabat yang berwenang yang dikuasai karena jabatannya atau membiarkan orang lain menghilangkan,menghancurkan,merusakkan,attau membuat tidak dapat dipakai barang, akta, surat atau daftar tersebut (Pasal 10 Undang-undang Nomor 20 tahun 2001)

-          Pegawai negeri atau Penyelenggara Negara yang :
1. Dengan maksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum atau dengan menyalahgunakan kekuasaannya memaksa seseorang memberikan sesuatu atau menerima pembayaran dengan potongan atau mengerjakan sesuatu bagi dirinya sendiri (pasal 12 e undang-undang Nomor 20 tahun 2001)
2. Pada waktu menjalankan tugas meminta,menerima atau memotong pembayaran kepada pegawai Negeri atau Penyelenggara negara yang lain atau kas umum tersebut mempunyai hutang kepadanya.padahal diketahui bahwa hal tersebut bukan mrupakan hutang (huruf f)
3. Pada waktu menjalankan tugas meminta atau menerima pekerjaan atau penyerahan barang seplah-olah merupakan hutang pada dirinya,padahal diketahui bahwa hal tersebut bukan merupakan hutang (huruf g)
4. Pada waktu menjalankan tugas telah menggunakan tanah negara yang di atasnya terdapat hak pakai,seolah-olah sesuai dengan peraturan perundang-undangan,telah merugikan orang yang berhak,apadahal diketahuinya bahwa perbuatan tersebut bertentangan dengan peraturan perundang-undangan atau
5. baik langsung maupun tidak langsung dengan sengaja turut serta dalam pemborongan,pengadaan,atau persewaan yang pada saat dilakukan perbuatan,untuk seluruhnya atau sebagian ditugaskan untuk mengurus atau mengawasinya (huruf i)
-           Memberi hadiah kepada pegawai negeri dengan mengingat kekuasaan atau wewenang yang melekat pada jabatan atau kedudukannya,atau oleh pemberi hadiah atau janji dianggap melekat pada jabatan atau kedudukan itu (Pasal 13 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999).


Sedangkan Korupsi Pasif adalah sebagai berikut :
-           Pegawai negeri atau penyelenggara negara yang menerima pemberian atau janji karena berbuat atau tidak berbuat sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan dengan kewajibannya (pasal 5 ayat (2) Undang-undang Nomor 20 tahun 2001)
-           Hakim atau advokat yang menerima pemberian atau janji untuk mempengaruhi putusan perkara yang diserahkan kepadanya untuk diadili atau untuk mepengaruhi nasihat atau pendapat yang diberikan berhubung dengan perkara yang diserahkan kepada pengadilan untuk diadili (Pasal 6 ayat (2) Undang-undang nomor 20 Tahun 2001)
-           Orang yang menerima penyerahan bahan atau keparluan tentara nasional indonesia, atau kepolisisan negara republik indonesia yang mebiarkan perbuatan curang sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf a atau c Undang-undang nomor 20 tahun 2001 (Pasal 7 ayat (2) Undang-undang nomor 20 tahun 2001.

-           Pegawai negeri atau penyelenggara negara yang menerima hadiah atau janji padahal diketahui atau patut diketahui atau patut diduga bahwa hadiah atau janji tersebut diberikan utnuk mengerakkan agar melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan dengan kewajibannya,atau sebaga akibat atau disebabkan karena telah melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan dengan kewajibannya (pasal 12 huruf a dan huruf b Undang-undang nomor 20 tahun 2001)

-           Hakim yang enerima hadiah atau janji,padahal diketahui atau patut diduga bahwa hadiah atau janji tersebut diberikan untuk mempengaruhi putusan perkara yang diserahkan kepadanya untuk diadili (pasal 12 huruf c Undang-undang nomor 20 tahun 2001)
-           Advokat yang menerima hadiah atau janji padahal diketahui atau patut diduga,bahwa hadiah atau janji itu diberikan untuk mempengaruhi nasihat atau pendapat uang diberikan berhubungan dengan perkara yang diserahkan kepada pengadilan untuk diadili (pasal 12 huruf d Undang-undang nomor 20 tahun 2001)
-           Setiap pegawai negeri atau penyelenggara negara yang menerima gratifikasi yang diberikan berhubungan dengan jabatannya dan berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya (pasal 12 Undang-undang nomor 20  tahun 2001).


BAB III
METODE PENELITIAN

Metode penelitian yang kami gunakan yaitu :
3.1 Metode observasi
Melakukan observasi langsung mendatangi Kejari (Kejaksaan negeri) Singaraja membahas tentang kasus suap pembangunan gedung PD.BPR. Bank Buleleng 45.
Pelaksanaan Observasi :
Tempat : Jalan Dewi Sartika Singaraja
Waktu   : 11.27 – 12.30 WITA
Anggota : Susri Ramayanti   (1213031003)
Tisna Dwija Putra (1213031028)
Erna Sukmayani   (1213031033)

3.2 Metode Wawancara
Dengan melakukan wawancara langsung  dengan narasumber  yang bernama Eka Ilham Ferdiadi, SH yang jabatannya sebagai penyiap bahan perkara sehingga kamimendapat informasi tentang Kasus Suap Pembangunan Gedung PD.BPR.Bank Buleleng 45.
3.3 Metode Kepustakaan
Kami mendapat berbagai  informasi lainnya  mengenai kasus suap proyek pembangunan gedung dari berbagai sumber media seperti majalah, surat kabar, internet, dan lain-lainnya.

BAB IV
PEMBAHASAN

4.1 Alasan Made Sumanjaya Melakukan Korupsi
            Made Sumanjaya melakukan korupsi karena dia ingin memperoleh uang yang akan diberikan oleh Made Lanang Krisnayasa agar bisa memuluskan perusahaannya yaitu PT Guns Karya Nusantara bisa menang tender dalam pembangunan proyek gedung PD. BPR. Bank Buleleng 45 yang pimpinan proyek itu adalah Made Sumanjaya sendiri. Awalnya Made Sumanjaya disuap 50 juta rupiah kemudian ditambah lagi 25 juta rupiah sehingga total Made Sumanjaya menerima uang sebesar 75 juta rupiah. Made Sumanjaya sebagai pemimpin proyek itu telah melakukan korupsi karena menerima uang dari orang tertentu untuk membantu orang itu menang tender.

4.2 Faktor yang Mendorong Made Sumanjaya Melakuakan Tindak Pidana Korupsi
            Faktor yang menjadi penyebab Made Sumanjaya melakukan tindak pidana korupsi dibagi menjadi 2 yaitu faktor internal dan faktor eksternal.
 Faktor internal dia melakukan korupsi yaitu :
Dalam dirinya telah dikuasai oleh nafsu akan harta sehingga dia bisa dengan mudah menerima uang dari salah satu kontraktor. Padahal dia sebagai pimpinan proyek harus benar-benar menyeleksi mana pihak kontraktor baik untuk menggarap proyek tersebut.
Dia tidak memiliki rasa bersyukur dalam dirinya. Kita tahu dia telah menjadi pimpinan proyek yang barang tentu dia telah mendapatkan uang yang banyak tapi masih saja dia tergoda menerima uang dari orang lain ini menandakan bahwa dia tidak mensyukuri apa yang telah dia miliki.
Faktor Eksternal dia melakukan korupsi yaitu :
Dia telah memanfaatkan jabatannya untuk berlaku sewenang-wenang. Karena jabatannya tinggi seolah-olah dia bisa melakukan apa saja termasuk menagih uang sebanyak-banyaknya untuk dia sendiri untuk memuluskan salah satu kontraktor untuk memenangkan tender tersebut.
Dia juga telah terpengaruh dengan orang-orang yang memiliki jabatan tinggi dan telah melakukan korupsi sebelumnya. Sehingga dia tergoda untuk melakukan korupsi untuk memperoleh kekayaan sebanyak-banyaknya.
Menurut Narasumber dari Kejaksaan Negeri Buleleng pelaku juga memiliki pola hidup konsumtif sehingga dia membutuhkan uang banyak untuk memenuhi kebutuhannya.

4.3  Peraturan yang Dilanggar Sehingga Tersangkut Masalah Korupsi
            Pasal pertama yang dilanggar oleh Made Sumanjaya adalah pasal 12 A/31/1999 sebagaimana telah dirubah menjadi UU No. 20. Tahun. 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. Pasal kedua yang dilanggar Made Sumanjaya yaitu pasal 12 A/2001 dan pasal 12 B/2001.  Yang dimana unsur bunyi pasal 12 A yaitu :
1.      Pegawai negeri atau penyelenggara negara ialah seorang yang diangkat melalui SK pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, BUMN (Badan Usaha Milik Negara), BUMD (Badan Usaha Milik Daerah), ataupun seseorang yang menerima gaji dari keuangan negara
2.      Menerima hadiah atau janji ialah menerima uang, benda bergerak, benda tidak bergerak, ataupun lainnya baik itu berupa janji agar mendapatkan sesuatu yang dinginkannya
3.      Menggerakkan agar melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan dengan kewajibannya.

Kaitannya dengan pelaku yaitu dia selaku panitia proyek melakukan cara yang tidak sesuai dengan peraturan guna memuluskan agar dimenangkan oleh salah satu kontraktor.
Pasal 12 B unsur bunyinya yaitu :
1.      Pegawai negeri atau penyelenggara negara ialah seorang yang diangkat melalui SK pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, BUMN (Badan Usaha Milik Negara), BUMD (Badan Usaha Milik Daerah), ataupun seseorang yang menerima gaji dari keuangan negara
2.      Menerima hadiah atau janji ialah menerima uang, benda bergerak, benda tidak bergerak, ataupun lainnya baik itu berupa janji agar mendapatkan sesuatu yang dinginkannya.
3.      Padahal diketahui atau patut diduga bahwa hadiah tersebut diberikan sebagai akibat atau disebabkan karena telah melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan dengan kewajibannya.
Kaitannya dengan pelaku yaitu Made Sumanjaya patut menduga uang yang diberikan dari I Made Lanang Krisnayasa ialah berupa suap guna memuluskan proyek pembangunan bank. Sehingga dia terancam pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp 1.000.000.000,00 (satu milyar rupiah). Tapi dalam persidangannya di Pengadilan Negeri Singaraja yang dilakukan pada tanggal 30 Juli 2009 dia mendapat hukuman penjara selama 1 tahun dengan potongan subsider/potongan kurungan selama 1 bulan. Yang sebelumnya telah dilakukan penuntutan oleh Kejari Singaraja yaitu pada tanggal 6 Juli 2009. Saksi dalam kasus ini adalah Made Lanang sendiri tapi kemudian status dia naik menjadi tersangka.

4.4 Kaitan Korupsi dengan Etika Agama Hindu
            Dengan dikaitkan dengan  etika Agama Hindu Made Sumanjaya tidak bisa mengendalikan nafsu Sad Ripu yang ada dalam dirinya terutama sifat Lobha yang mana Lobha diartikan sebagai ingin selalu mendapatkan lebih. Ini bisa dibuktikan dengan Made Sumanjaya yang masih tidak puas dengan uang yang dia dapat sebagai pimpinan proyek sehiggga dia masih uang kepada kontraktor agar perusahaan mereka bisa menang tender proyek pembangunan gedung PD.BPR. Bank Buleleng 45.
            Dia juga telah melanggar ajaran Tri Kaya Parisudha yang bagian Kayika Parisudha yang artinya perbuatan baik dan benar. Perbuatan Made Sumanjaya telah merugikan orang banyak untuk kepentingan dirinya sendiri.
            Dia juga juga terkena dampak negatif dari Sapta Timira yang bagian Dhana. Dhana memiliki pengertian yaitu kekayaan. Kekayaan memang sangat berarti bagi semua orang, tetapi dalam memperolehnya, jangan memakai cara yang melawan Dharma (Adharma).

4.5  Cara Mengatasi dan Meminimalisir Korupsi
            Korupsi merupakan penyakit akut Bangsa Indonesia yang sudah membuat sebagian besar rakyat Indonesia menjadi menderita. Korupsi seolah-olah telah membudaya di Indonesia, hal ini tentu harus dihilangkan agar nantinya korupsi di Indonesia tidak semakin parah. Maka diperlukan suatu cara untuk mengatasi atau meminimalisir terjadinya tindak pidana korupsi. Caranya yaitu :
1.      Dengan Menambahkan wawasan tentang korupsi dan hukum kepada masyarakat dengan lebih gencar melakukan sosialisasi ke lapanagan maupun sosialisasi melalui media massa sehingga diharapkan masyarakat bisa sadar akan apa itu korupsi dan bagaimana cara melaporkannya ke aparat penegak hukum.
2.      Menghindari politisasi dan intervensi politik terhadap upaya hukum penanganan  korupsi. Hal ini strategis mengingat fenomena maraknya korupsi di Indonesia juga sangat potensial dipolitisir oleh elite-elite politik kita, sehingga kecenderungan terjadinya intervensi terhadap upaya penegakan korupsi cukup dominan mewarnai pengadilan-pengadilan terhadap kasus-kasus korupsi di Indonesia. Baik dilakukan oleh penguasa maupun dilakukan oleh para elit politik kita. Dalam suasana euforia demokrasi dan reformasi seperti sekarang ini, persoalan korupsi juga telah merebak dalam proses-proses politik yang terjadi di Indonesia, baik di tingkat legislasi maupun dalam proses politik yang lain, seperti suksesi. Maka menjadi sangat penting untuk mengedepankan prinsip-prinsip etika politik karena telah tereduksir sedemikian rupa yang lambat laun akan menjadi krisis etika politik, sehingga elit politik tidak sadar lagi akan posisinya atas hak dan kewajiban yang harus ditanggungnya sebagai konsekuensi dari kekuasaannya di dalam lembaga  publik yang juga berfungsi sebagai kepanjangan tangan dari masyarakat.

3.      Melakukan pembagian kekuasaan. Pembagian kekuasaan menjadi penting untuk menjaga profesionalisme kelembagaan. Hal ini menjadi strategis untuk menjaga independensi lembaga-lembaga tersebut khususnya dalam rangka pembuatan kebijakan-kebijakan publik. Serta dalam rangka meminimalisir segala bentuk intervensi kekuasaan, baik kekuasaan eksekutif, yudikatif dan legeslatif. Pada sisi lain pembagian kekuasaan dalam lembaga-lembaga tinggi negara baik eksekutif, yudikatif dan legislatif menjadi penting untuk sama-sama menjalankan fungsinya secara substantif dan prinsipiil. Serta melakukan pembagian kerja dalam struktur pemerintahan secara profesional sesuai dengan pembidangan masing-masing. Dengan tetap menempatkan fungsi pengawasan dan kontrol sebagai manifestasi dari prinsip transparansi dan akuntabilitas publik. Pembagian kekuasaaan ini juga strategis dalam rangka untuk mewujudkan profesional kelembagaan, khususnya KPK sebagai lembaga yang berkompeten terhadap penanganan korupsi di Indonesia. Selain itu penanggulangan secara berkelanjutan dengan kerjasama semua aparatur penegak hukum, baik kepolisian, jaksa, hakim, MA dan pemerintah itu sendiri.

4.      Meletakkan persoalaan korupsi dalam perspektif sistem, khususnya sistem negara sebagaimana yang diatur oleh konstitusi. Hal ini penting mengingat kejahatan korupsi adalah crime against constitution, sehingga meletakkan penanganan korupsi dalam konstitusi atau undang-undang menjadi satu langkah maju penanganan. Selain itu persoalan korupsi menyangkut seluruh aspek dan sisi kehidupan rakyat dan negara. Maka, dengan menempatkan persoalan korupsi sebagai persoalan sistem maka langkah-langkah penanggulanganya tidak bisa dilakukan secara parsial. Tetapi harus diikuti dengan langkah-langkah strategis dalam kerangka sistem itu, yaitu melakukan perubahan konstitusi yang akan mengatur mekanisme penanganan dan sanksi atas para koruptor. Baik dari sisi pembuatan kebijakan, aparatur penegak hukum, seperti kepolisian, pengadilan (jaksa dan hakim), masyarakat itu sendiri maupun lembaga-lembaga yang berkompeten dalam pemberantasan korupsi yang dalam hal ini adalah KPK.


BAB V
PENUTUP

5.1 Simpulan
            Made Sumanjaya melakukan korupsi karena dia ingin memperoleh uang yang akan diberikan oleh Made Lanang Krisnayasa agar bisa memuluskan perusahaannya yaitu PT Guna Karya Nusantara bisa menang tender dalam pembangunan proyek gedung PD. BPR. Bank Buleleng 45.
            Faktor-faktor penyebannya yaitu meliputi faktor internal dan eksternal. Faktor internalnya yaitu dia ingin memperoleh uang yang akan diberikan oleh Made Lanang Krisnayasa agar bisa memuluskan perusahaannya yaitu PT Guns Karya Nusantara bisa menang tender dalam pembangunan proyek gedung PD. BPR. Bank Buleleng 45. Sedangkan faktor eksternalnya yaitu Dia telah terpengaruh dengan orang-orang yang memiliki jabatan tinggi dan telah melakukan korupsi sebelumnya.
            Dia me
langgar pasal 12 A/2001 dan pasal 12 B/2001. Sehingga dia terancam pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp 1.000.000.000,00 (satu milyar rupiah). Tapi dalam persidangannya di Pengadilan Negeri Singaraja yang dilakukan pada tanggal 30 Juli 2009 dia mendapat hukuman penjara selama 1 tahun dengan potongan subsider/potongan kurungan selama 1 bulan. Yang sebelumnya telah dilakukan penuntutan oleh Kejari Singaraja yaitu pada tanggal 6 Juli 2009.

            Jika dikaitkan dengan agama hindu dia telah melanggar ajaran Tri Kaya Parisudha yang bagian Kayika Parisudha yang artinya perbuatan baik dan benar. Perbuatan Made Sumanjaya telah merugikan orang banyak untuk kepentingan dirinya sendiri. Dan juga dia telah dipengaruhi oleh Sad Ripu yaitu bagian Lobha dan ajaran Sapta Timira dia terkena dampak negatif dari Dhana.
            Sedangkan cara kita untuk meminimalisir korupsi kita harus

Menambahkan wawasan tentang korupsi dan hukum kepada masyarakat dengan lebih gencar melakukan sosialisasi ke lapanagan maupun sosialisasi melalui media massa. Menghindari politisasi dan intervensi politik terhadap upaya hukum penanganan  korupsi. Melakukan pembagian kekuasaan. Meletakkan persoalaan korupsi dalam perspektif sistem, khususnya sistem negara sebagaimana yang diatur oleh konstitusi.

5.2  Saran-Saran
            Kita harus lebih meningkatkan pengawasan dalam hal pengelolaan keuangan dan kalau menemukan adanya indikasi tindak pidana korupsi kita harus melaporkannya kepada pihak yang berwajib. Juga pendidikan tentang korupsi harus diajarkan sejak dini agar tercipta individu yang berkarakter, berakhlak dan takwa kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Sifat Botanis (Taksonomi dan Morfologi) Tanaman Jagung Hibrida

Februari 01, 2018
Tanaman jagung (Zea mays L.) merupakan salah satu jenis tanaman pangan biji-bijian dari keluarga rumput-rumputan. Berasal dari Amerika yang tersebar ke Asia dan Afrika melalui kegiatan bisnis orang-orang Eropa ke Amerika. Sekitar abad ke-16 orang Portugal menyebarluaskannya ke Asia termasuk Indonesia. Orang Belanda menamakannya mais dan orang Inggris menamakannya corn.

Sifat Botanis (Taksonomi dan Morfologi) Tanaman Jagung Hibrida

Jagung kuning (Zea mays L.) merupakan tanaman yang banyak dibudidayakan petani. Selain rasanya yang manis, enak dan memiliki kandungan gizi tinggi, tanaman ini  juga bisa dijadikan sebagai pakan ternak. Selain itu juga tanaman ini memiliki banyak manfaat. Jadi kita tidak perlu khawatir untuk mengonsumsinya.

Dalam membudidayakan jagung kuning harus mengetahui syarat tumbuh agar pertumbuhannya baik. Umur panen juga perlu diketahui sehingga waktu pemanenan tepat. Penanganan pasca panen juga harus sesuai. Sebelum melakukan budidaya benih diberi beberapa perlakuan agar hasil yang diperoleh maksimal. Tempat tumbuhnya juga sangat berpengaruh pada jumlah daun, tinggi benih dan jumlah benih yang tumbuh. Perlakuan yang berbeda juga berpengaruh pada kecepatan perkecambahan, persentasi perkecambahan, kekuatan tumbuh, dan kondisi fisik tanamannya.

Taksonomi Jagung Hibrida
 Jagung (Zea mays L.) merupakan salah satu tanaman pangan dunia yang terpenting, selain gandum dan padi. Sebagai sumber karbohidrat utama di Amerika Tengah dan Selatan, jagung juga menjadi alternatif sumber pangan di Amerika Serikat. Penduduk beberapa daerah di Indonesia (misalnya di Madura dan Nusa Tenggara) juga menggunakan jagung sebagai pangan pokok. 

Sistimatika tanaman jagung adalah sebagai berikut:
Kingdom : Plantae (tumbuh-tumbuhan)
Divisio : Spermatophyta (tumbuhan berbiji)
Sub Divisio : Angiospermae (berbiji tertutup)
Classis : Monocotyledone (berkeping satu)
Ordo : Graminae (rumput-rumputan)
Familia : Graminaceae
Genus : Zea
Species : Zea mays L.

Syarat Tumbuh Jagung Hibrida
Tanaman jagung berasal dari daerah tropis yang dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan di luar daerah tersebut. Jagung tidak menuntut persyaratan lingkungan yang terlalu ketat, dapat tumbuh pada berbagai macam tanah bahkan pada kondisi tanah yang agak kering. Tetapi untuk pertumbuhan optimalnya, jagung menghendaki beberapa persyaratan.

Iklim
Iklim yang dikehendaki oleh tanaman jagung adalah daerah-daerah beriklim sedang hingga daerah beriklim sub-tropis/tropis yang basah. Jagung dapat tumbuh di daerah yang terletak antara 0-50 derajat LU hingga 0-40 derajat LS.

Pada lahan yang tidak beririgasi, pertumbuhan tanaman ini memerlukan curah hujan ideal sekitar 85-200 mm/bulan dan harus merata. Pada fase pembungaan dan pengisian biji tanaman jagung perlu mendapatkan cukup air. Sebaiknya jagung ditanam diawal musim hujan, dan menjelang musim kemarau.

Pertumbuhan tanaman jagung sangat membutuhkan sinar matahari. Tanaman jagung yang ternaungi, pertumbuhannya akan terhambat dan memberikan hasil biji yang kurang baik bahkan tidak dapat membentuk buah.

Suhu yang dikehendaki tanaman jagung antara 21-34 derajat C, akan tetapi bagi pertumbuhan tanaman yang ideal memerlukan suhu optimum antara 23-27 derajat C. Pada proses perkecambahan benih jagung memerlukan suhu yang cocok sekitar 30 derajat C.
Saat panen jagung yang jatuh pada musim kemarau akan lebih baik daripada musim hujan, karena berpengaruh terhadap waktu pemasakan biji dan pengeringan hasil.

Media Tanam
Jagung tidak memerlukan persyaratan tanah yang khusus. Agar supaya dapat tumbuh optimal tanah harus gembur, subur dan kaya humus.
Jenis tanah yang dapat ditanami jagung antara lain: andosol (berasal dari gunung berapi), latosol, grumosol, tanah berpasir. Pada tanah-tanah dengan tekstur berat (grumosol) masih dapat ditanami jagung dengan hasil yang baik dengan pengolahan tanah secara baik. Sedangkan untuk tanah dengan tekstur lempung/liat (latosol) berdebu adalah yang terbaik untuk pertumbuhannya.
Keasaman tanah erat hubungannya dengan ketersediaan unsur-unsur hara tanaman. Keasaman tanah yang baik bagi pertumbuhan tanaman jagung adalah pH antara 5,6-7,5. Tanaman jagung membutuhkan tanah dengan aerasi dan ketersediaan air dalam kondisi baik.
Tanah dengan kemiringan kurang dari 8 % dapat ditanami jagung, karena disana kemungkinan terjadinya erosi tanah sangat kecil. Sedangkan daerah dengan tingkat kemiringan lebih dari 8 %, sebaiknya dilakukan pembentukan teras dahulu.

Ketinggian Tempat
Jagung dapat ditanam di Indonesia mulai dari dataran rendah sampai di daerah pegunungan yang memiliki ketinggian antara 1000-1800 m dpl. Daerah dengan ketinggian antara 0-600 m dpl merupakan ketinggian yang optimum bagi pertumbuhan tanaman jagung.

Morfologis Tanaman Jagung Hibrida
Tanaman jagung memiliki tinggi yang bervariasi, umumnya antara 1-3 meter. Akan tetapi ada varietas yang mencapai tinggi 6 meter. Akar jagung tergolong akar serabut yang dapat mencapai kedalaman 8 meter meskipun sebagian besar berada pada kisaran 2 meter. Pada tanaman yang sudah cukup dewasa muncul akar adventif dari buku-buku batang bagian bawah yang membantu menyangga tegaknya tanaman. Batang jagung tegak dan mudah terlihat, sebagaimana sorgum dan tebu, namun tidak seperti padi atau gandum. Batang jagung beruas-ruas dan ruas terbungkus pelepah daun yang muncul dari buku. Batang jagung cukup kokoh namun tidak banyak mengandung lignin.
Jagung memiliki daun yang tergolong sebagai daun sempurna dengan bentuk daun yang memanjang. Tulang daun sejajar dengan ibu tulang daun. Daun jagung memilikiki permukaan yang licin, tetapi juga ada yang berambut. Setiap stoma pada daun dikelilingi sel-sel epidermis berbentuk kipas. 

Struktur ini berperan penting dalam respon tanaman menanggapi defisit air pada sel-sel daun. Jagung memiliki bunga jantan dan bunga betina yang terpisah dalam satu tanaman (monoecious). Bunga jantan tumbuh di bagian puncak tanaman berupa karangan bunga (inflorescence) dan bunga betina tersusun dalam tongkol. Tongkol tumbuh dari buku, di antara batang dan pelepah daun.

Biji jagung merupakan biji sereal yang paling besar, dengan berat masing-masing 250-300 mg (Johnson 1991). Biji jagung berbentuk bulat pada tongkol jagung. Susunan biji pada tongkolnya berbentuk spiral. Biji jagung selalu terdapat berpasangan, sehingga jumlah baris atau deret biji selalu genap. Warna biji jagung bervariasi dari kuning, putih, merah atau biru (Johnson 1991). Jagung terdiri dari empat bagian pokok anatomi, yaitu kulit (pericarp); endosperma yaitu bagian yang menyimpan nutrisi yang mendukung germinasi; lembaga; dan tudung pangkal (tip cap) yaitu tempat penempelan biji pada tongkol. Setiap bagian anatomi memiliki komposisi yang berbeda-beda.

Umur Panen Jagung Hibrida
Hasil panen jagung tidak semua berupa jagung tua/matang fisiologis, tergantung dari tujuan panen. Seperti pada tanaman padi, tingkat kemasakan buah jagung juga dapat dibedakan dalam 4 tingkat: masak susu, masak lunak, masak tua dan masak kering/masak mati. 

Ciri dan Umur Panen
Ciri jagung yang siap dipanen adalah:
a) Umur panen adalah 86-96 hari setelah tanam.
b) Jagung siap dipanen dengan tongkol atau kelobot mulai mengering yang ditandai dengan adanya lapisan hitam pada biji bagian lembaga.
c) Biji kering, keras, dan mengkilat, apabila ditekan tidak membekas.
Jagung untuk sayur (jagung muda, baby corn) dipanen sebelum bijinya terisi penuh. Saat itu diameter tongkol baru mencapai 1-2 cm. Jagung untuk direbus dan dibakar, dipanen ketika matang susu. Tanda-tandanya kelobot masih berwarna hijau, dan bila biji dipijit tidak terlalu keras serta akan mengeluarkan cairan putih. Jagung untuk makanan pokok (beras jagung), pakan ternak, benih, tepung dan berbagai keperluan lainnya dipanen jika sudah matang fisiologis. Tanda-tandanya: sebagian besar daun dan kelobot telah menguning. Apabila bijinya dilepaskan akan ada warna coklat kehitaman pada tangkainya (tempat menempelnya biji pada tongkol). Bila biji dipijit dengan kuku, tidak meninggalkan bekas.

Cara Panen
Cara panen jagung yang matang fisiologis adalah dengan cara memutar tongkol berikut kelobotnya, atau dapat dilakukan dengan mematahkan tangkai buah jagung. Pada lahan yang luas dan rata sangat cocok bila menggunakan alat mesin pemetikan.

Periode Panen
Pemetikan jagung pada waktu yang kurang tepat, kurang masak dapat menyebabkan penurunan kualitas, butir jagung menjadi keriput bahkan setelah pengeringan akan pecah, terutama bila dipipil dengan alat. Jagung untuk keperluan sayur, dapat dipetik 15 sampai dengan 21 hari setelah tanaman berbunga. Pemetikan jagung untuk dikonsumsi sebagai jagung rebus, tidak harus menunggu sampai biji masak, tetapi dapat dilakukan ± 4 minggu setelah tanaman berbunga atau dapat mengambil waktu panen antara umur panen jagung sayur dan umur panen jagung masak mati.

Prakiraan Produksi
Produksi jagung di suatu negara sering mengalami pasang surut. Hal ini dapat terjadi sebagai akibat perubahan areal penanaman jagung. Namun demikian dengan ditemukannya varietas-varietas unggul sebagai imbangan berkurangnya lahan, maka totalitas produksi tidak akan terlalu berubah. Irigasi dan pemupukan sangat penting untuk mendapatkan produksi yang baik. Walaupun potensi hasil cukup tinggi, cara untuk mendapatkan produksi pada tingkat optimal yang dilakukan oleh petani, baru memberikan hasil 17 ton/ha.

Kandungan Zat Gizi dan Manfaat
Tanaman jagung sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia dan hewan. Di Indonesia, jagung merupakan komoditi tanaman pangan kedua terpenting setelah padi. Berdasarkan urutan bahan makanan pokok di dunia, jagung menduduki urutan ke 3 setelah gandum dan padi. Di Daerah Madura, jagung banyak dimanfaatkan sebagai makanan pokok. Akhir-akhir ini tanaman jagung semakin meningkat penggunaannya. 

Tanaman jagung banyak sekali gunanya, sebab hampir seluruh bagian tanaman dapat dimanfaatkan untuk berbagai macam keperluan antara lain:
Batang dan daun muda: pakan ternak.
Batang dan daun tua (setelah panen): pupuk hijau atau kompos.
Batang dan daun kering: kayu bakar.
Batang jagung: lanjaran (turus).
Batang jagung: pulp (bahan kertas).
Buah jagung muda (putren, Jw): sayuran, bergedel, bakwan, sambel goring.
Biji jagung tua: pengganti nasi, marning, brondong, roti jagung, tepung, bihun, bahan campuran kopi bubuk, biskuit, kue kering, pakan ternak, bahan baku industri bir, industri farmasi, dextrin, perekat, industri textil.

Pengertian Irigasi Teknis dan Prinsip Pengelolaan Irigasi

Februari 01, 2018
Irigasi teknis adalah semua sumber pemasukan air dan debitnya dapat diukur, dan pembangunan bendungan air, saluran primer dan tertier serta pemeliharaannya ditanggung dan dikelola pemerintah. Berdasarkan data yang ada luas sawah yang berpengairan teknis di seluruh Indonesia lebih kurang 22,73%. Tanaman padi pada umumnya membutuhkan air untuk proses pertumbuhannya dari sejak persemaian sampai proses pembentukan pati butir padi, tetapi kebutuhan air tersebut mempunyai fase-fase tertentu yang dibutuhkan oleh tanaman padi. Kebutuhan air antara jenis padi berbeda, padi sawah lebih banyak membutuhkan air dari pada padi gogo atau padi lahan kering.

Tinjauan Historis Pembangunan Irigasi di Indonesia Mewujudkan kembali Irigasi Masyarakat, Pembangunan irigasi di Hindia Belanda dimulai dengan adanya kelaparan karena gagal panen tahun 1848/49 sekitar 200.000 orang meninggal dunia di Demak (Van der Giessen, 1946), sehingga pada tahun 1859 dibangun bendung Glapan di S. Tuntang mengairi 12.000 ha. Awal abad ke 20 lahir "politik etis" yang intinya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pribumi diprogramkan 3 hal yakni: (1) IRIGASI, (2) EDUKASI dan (3) TRANSMIGRASI. Selain irigasi yang dibangun pemerintah pada tahun 1914, sudah ada sawah beririgasi yang dibangun masyarakat seluas 2/3 dari total sawah beririgasi.

Pengertian Irigasi Teknis dan Prinsip Pengelolaan Irigasi

Prinsip-prinsip Pengelolaan Irigasi ada dua prinsip utama 
(a) Pekalen Regeling: sistem pengelolaan yang didasarkan pada pola tanam (cultuur plan) yang ditetapkan sebelumnya. Pengelolaan air irigasi diperlukan untuk mendukung terlaksananya pola tanam yang dikehendaki, suatu prinsip klasik tentang azas. (a) Pekalen Regeling: sistem pengelolaan yang didasarkan pada pola tanam (cultuur plan) yang ditetapkan sebelumnya. Air irigasi diperlukan untuk mendukung terlaksananya pola tanam yang dikehendaki, suatu prinsip klasik tentang azas kegunaan, (b) Pategoean Regeling: mengadopsi prinsip pengelolaan air pada daerah irigasi yang dibangun masyarakat sendiri yaitu alokasi air berdasarkan kesamaan kesempatan, sedangkan pola tanam diserahkan sendiri pada masyarakat. Pada masa penjajahan untuk kepentingan kolonial maka dipilih yang pertama dengan turunannya sistem Golongan, sistem Pasten dll.

Sejak Pelita I: komitmen rehabilitasi dan perluasan irigas dipacu oleh kepentingan mencapai swasembada beras, dengan bantuan kredit lunak dari IDA (International Development Agency). Pada kurun waktu 1969-1984: Areal Irigasi seluas 3,4 juta hektar dalam kondisi rusak menjadi 5,0 juta hektar kondisi baik. Intensitas Pertanaman meningkat dari 100% menjadi 145%. produktivitas naik lebih dari 2 kali lipat (2 ton GKG/ha - 4,3 ton GKG/ha). Swasembada beras dicapai tahun 1984 - 1993, dan kembali swasembada beras tahun 2004 sampai sekarang. Swasembada beras tersebut dapat dicapai dengan pengelolaan irigasi yang baik dan teknik budidaya tanaman padi yang diterapkan petani sesuai anjuran serta dukungan dari berbagai pihak yang terkait.

Penggunaan air irigasi dapat dilakukan secara efesien dan efektif sesuai dengan volume air yang ada dapat dilakukan antara lain ; 

a) pemeliharaan bendungan, saluran primer, sekunder dan tertier, dengan pemeliharaan bendungan dan saluran tersebut maka air yang ada benar-benar dapat dialirkan ke persawahan para petani yang menanam padi, 

b) pemasukan air ke sawah sesuai kebutuhan, air yang dialirkan ke persawahan para petani harus disesuaikan debitnya sesuai kebutuhan padi yang sedang ditanam, pada saat air dibutuhkan padi misalnya pada persemaian dan pertumbuhan, sedangkan pada saat musim hujan dan pengeringan butir malai maka debit air yang dimasukkan ke sawah dikurangi/dibatasi, c) pengolahan tanah, pada saat pengolahan tanah ada masa pelapukan/pengeringan tanah maka saat itu pemasukan air ke sawah diberhentikan sehingga air dapat digunakan ke lahan sawah lainnya yang dibutuhkan petani.

Contoh Pendahuluan Respon Pertumbuhan Jangung Hibrida (Zea mays L) Terhadap Pemberian Unsur Hara NPK

Februari 01, 2018
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Produksi jagung nasional  meningkat setiap tahun, namun hingga kini belum mampu memenuhi  kebutuhan domestik sekitar 11 juta ton/tahun, sehingga masih mengimport dalam jumlah besar  yaitu 1 juta ton. Sebagian  besar kebutuhan  jagung domestik  untuk pakan dan industri pakan sekitar 57%, sisanya sekitar 34% untuk pangan dan 9% untuk kebutuhan industri lainnya. Selain untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, produksi jagung nasional  juga berpeluang besar untuk  memasok sebagian  pasar jagung dunia  yang mencapai sekitar 8 juta ton/tahun (Mejaya dkk, 2005).

Contoh Pendahuluan Respon Pertumbuhan Jangung Hibrida (Zea mays L) Terhadap Pemberian Unsur Hara NPK

Benih jagung hibrida yang dikembangkan petani mampu memberi hasil 6-7 t/ha. Hal ini berarti peningkatan produksi jagung di Indonesia lebih banyak ditentukan oleh peningkatan produktivitas daripada perluasan areal tanam. Sejak tahun 1995 penanaman varietas jagung hibrida di Indonesia mengalami perkembangan pesat. Hingga tahun 2006 terdapat enam perusahaan benih jagung hibrida swasta dan BUMN, yaitu PT Sang Hyang Seri (BUMN), PT Pertani, PT BISI, PT Pioneer, PT Monagro Kimia, dan Syngenta. Badan Litbang Pertanian maupun perusahaan benih swasta telah melepas varietas jagung hibrida dengan potensi hasil 9,0-10,0 t/ha. Balai Penelitian Tanaman Serealia (Balitsereal) pada awal tahun 2007 telah melepas dua varietas jagung hibrida silang tunggal, yaitu Bima-2 Bantimurung dan Bima- 3 Bantimurung, masing-masing mampu ber-produksi 11 t dan 10 t/ha pipilan kering, toleran terhadap penyakit bulai, dan dapat beradaptasi pada lahan optimal maupun suboptimal (Deptan 2007a; Deptan 2007b ).

Hasil jagung per  hektar di Indonesia masih lebih rendah dibandingkan dengan negara lain. Rendahnya hasil ini terutama disebabkan belum menyebarnya  varietas unggul, pemakaian pupuk yang sangat sedikit serta cara bercocok tanam yang belum diperbaiki (Warisno, 1998).

Kondisi lingkungan untuk pertanaman jagung sangat bervariasi dari waktu ke waktu dan beragam pada berbagai lokasi, sedang varietas hibrida sangat peka terhadap lingkungan tumbuhnya. Selain itu kendala pengembangan varietas jagung hibrida adalah ketersediaan benih yang masih terbatas terutama hingga pelosok pedesaan dan harganya yang relatif mahal.  Untuk itu menjadi pertimbangan untuk mengembangkan jagung bersari bebas yang benihnya  mudah dibuat oleh petani dan penangkar dengan  perlakuan seleksi yang baik (Awaludin, Neny dan Ratna , 2009).

Rendahnya produktivitas lahan kering, selain disebabkan oleh tingkat kesuburan tanah yang rendah, juga disebabkan oleh rendahnya intensitas indeks pertanaman karena kebutuhan air tidak tersedia sepanjang tahun. Untuk meningkatkan produktivitas lahan kering masam, maka selain pengapuran dan pemupukan dapat dilakukan dengan optimalisasi pola tanam, yang selain dapat meningkatkan intensitas indeks pertanaman, juga dapat mengurangi aliran  permukaan  erosi, dan evaporasi tanah oleh adanya penutupan tanaman dan sisa hasil panen yang dapat berfungsi sebagai mulsa  dan menambah bahan organik tanah (Amin, dkk, 1999).

1.2. Rumusan Masalah.
Jagung hibrida (Zea mays L) di Indonesia saat ini belum banyak di budidayakan khususnya di daerah Hulu Sungai Utara, sehingga berdampak terhadap produksi jangung hibrida dalam negeri yang tidak mampu menyediakan bahan baku produk pangan dari jangung. Penyebab kurangnya produksi jangung hibrida salah satunya juga disebabkan ketidaktahuan petani dalam menentukan dosis pemupukan yang tepat terhadap pertumbuhan jagung hibrida.

1.3. Tujuan Penelitian.
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dosis yang tepat terhadap pemberian unsur hara NPK pada pertumbuhan jangung hibrida (Zea mays L), sehingga penelitian ini nantinya dapat membantu bagi petani dalam menentukan dosis pemberian unsur hara NPK yang tepat terhadap pertumbuhan jangung hibrida dan akhirnya dapat meningkatkan produksi.

1.4. Hipotesis Penelitian.
Pemberian dosis  unsur hara yang tepat dapat mempengaruhi terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman jangung hibrida.