Tampilkan postingan dengan label Marketing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Marketing. Tampilkan semua postingan

Beli Rumah Murah Di Bekasi Kawasan Perumahan

Desember 11, 2017
Ingin membeli rumah impian? Kesulitan menemukan yang harganya murah? mulai saat ini Anda tidak perlu khawatir karena ada solusi terbaik untuk hunian Anda, yaitu rumah murah di Bekasi. Tinggal di kawasan ini memang memberikan banyak keuntungan, selain lokasinya yang strategis di kota besar, lapangan pekerjaan juga sangat mudah di kawasan ini. Namun, kebanyakan rumah yang dijual di sini harganya melangit karena minimnya lahan dan sebagainya. Hal ini tentu akan menjadi masalah bagi kalangan yang minim modal untuk membeli rumah. namun Anda tidak perlu khawatir karena ada rumah yang dijual murah di kawasan ini.

Beli Rumah Murah Di Bekasi Kawasan Perumahan

Salah satu yang recommended untuk dijadikan pilihan adalah rumah murah di Bekasi kawasan perumahan. Rumah ini menawarkan kualitas premium dengan harga miring. Maka tidak heran jika banyak orang yang ingin mendapatkannya. Tidak hanya itu, fasilitas yang menarik dan memadai juga banyak membuat orang merasa tertarik dengan hunian ini. Anda tentu penasaran bukan? Simak ulasan tentang rumah murah di Bekasi berikut ini.

Rumah murah kualitas terbaik

Yang membuat banyak orang tertarik untuk memiliki rumah ini adalah harganya yang miring. Rumah ini secara harga tergolong murah bahkan jika dibandingkan dengan yang lain. Sekalipun ada beberapa varian harga. Akan tetapi, meskipun harganya murah kualitas yang diberikan adalah yang terbaik dan memadai. Berbagai fasilitas tersedia di sini dengan kualitas yang terjamin. Tidak hanya itu, rumah ini dibangun dengan sangat kuat dan kokoh karena menggunakan material pilihan yang terbaik. 

Model rumah terbaru 

Dari sisi model, rumah ini sangat kekinian karena mengikuti trend terbaru. Dengan menggunakan model bangunan modern, Anda dan keluarga akan semakin percaya diri dan betah di dalamnya. Rumah ini menawarkan berbagai model terbaru dengan beragam warna. Anda bisa memilih warna dan model yang paling sesuai dengan selera. Dan umumnya, rumah dijual ini menggunakan perpaduan warna cat yang sangat serasi.

Demikianlah uraian tentang rumah murah di Bekasi kawasan perumahan yang bakal menjadi hunian impian Anda. dengan menjadikan rumah ini sebagai pilihan, Anda akan semakin mudah dari sisi pembayaran dan puas dengan fasilitas serta keunggulan yang diberikan. Tunggu apa lagi! Anda yang sedang kebingungan mencari hunian tepat dan terbaik segera hubungi agen properti kami dan dapatkan tawaran harga murah hanya untuk pembelian pertama di bulan ini.

Ingin Kursus Bahasa Inggris, Pilih LC Kampung Inggris Saja

Desember 11, 2017
Hello gaes, siapa sih yang nggak ingin fasih dalam pengucapan bahasa inggris, bahasa inggris di jaman now memang sangat perlu dalam berbagai macam bidang pekerjaan maupun dalam keseharian, terkhusus jika kamu ingin bekerja sebagai pemandu wisatawan asing atau pekerjaan sejenisnya.

Mengharap pelajaran dari sekolah atau materi kuliah saja tentu tidak cukup untuk menjadi ahli dalam penguasaan bahasa inggris, maka dari itu diperlukan kursus bahasa inggris, benar bukan?.


Tapi masalahnya dimanakah tempat belajar kursus bahasa inggris yang terpercaya dan didukung oleh pengajar yang memang ahli dibidangnya mulai dari bahasa inggris basic sampai master?. Jawabannya adalah LC Kampung Inggris.

Apa itu LC Kampung Inggris?.

LC Kampung Inggris adalah suatu Lembaga Pendidikan Bahasa Inggris yang berada di Kampung Inggris Pare – Kediri. LC Kampung Inggris ini didirikan oleh tim ahli yang sudah berpengalaman selama bertahun-tahun dalam mengelola kursus bahasa inggris, lembaga  kursus ini juga sudah mendapatkan izin resmi dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga kabupaten Kediri, sehingga kamu tidak perlu lagi khawatir masalah teknisi dan lain sebagainya.

Adapun pelayanan yang diberikan LC Kampung Inggris juga sudah bisa dinikmati sejak kamu belum berada di Kampung Inggris. Sistem pendaftarannya via online dan juga ada nya Customer Service yang cepat dalam menanggapi permintaan kamu.

Soal keamanan pembayaran, semua rekening pembayaran LC Kampung Inggris menggunakan nama lembaga resmi yaitu LANGUAGE CENTER, bukan rekening pembayaran atas nama perorangan. Tahukah kamu untuk memiliki nomor rekening atas nama lembaga, diperlukan syarat-syarat yang ketat, tidak mudah dan harus lengkap.

Kenapa harus pilih LC Kampung Inggris?.

Berikut tiga keunggulan utama LC Kampung Inggris yang harus kamu ketahui dibandingkan tempat kursus lainnya:

1. Sistem Pembelajaran
Sistem Pembelajaran LC Kampung Inggris bernama ” PAKET SUPER INTENSIVE PROGRAM”. Sebuah sistem paket pembelajaran yang mengintegrasikan antara Program pembelajaran, Asrama English Area, dan metode full intensive program dalam satu kesatuan. Paket ini telah dirancang sedemikian rupa sehingga peserta didik mampu meningkatkan kemampuan bahasa Inggris secara signifikan dalam waktu yang lebih cepat.

2. Kualitas SDM Tenaga Pendidik
LC Kampung Inggris sangat selektif dalam merekrut tenaga pendidik berkualitas. Hanya mereka yang mempunyai kualitas memadai yang bisa menjadi tenaga pendidik.

3. Infrastruktur Pendukung
Infrastruktur pendukung Kampung Inggris seperti tempat kost, Camp, alat transportasi, dan kemudahan akses layanan umum.

LC Kampug Inggris hadir dengan sistem Infrastuktur yang lengkap, camp asrama yang layak, dilengkapi dengan English Area 24 jam. Bahkan LC juga memberikan pilihan paket full service yang memberikan tambahan fasilitas makan 3 kali sehari, laundry, dan alat transportasi sepeda.

Pengertian Kinerja Menurut Beberapa Para Ahli dan Daftar Pustakanya

November 12, 2017
Pengertian Kinerja menurut beberapa ahli adalah sebagai berikut: (Veithzal Rivai dan Ahmad Fawzi, 2005)
1. Kinerja merupakan seperangkat hasil yang dicapai dan merujuk pada tindakan pencapaian serta pelaksanaan sesuatu pekerjaan yang diminta (Stolovitch and Keeps, 1992).

2. Kinerja merupakan salah satu kumpulan total dari kerja yang ada pada diri pekerja (Griffin, 1987)

3. Kinerja merupakan suatu fungsi dari motivasi dan kemampuan. Untuk menyelesaikan tugas atau pekerjaan seseorang harus memiliki derajat kesediaan dan tingkat kemampuan tertentu. Kesediaan dan ketrampilan seseorang tidaklah cukup efektif untuk mengerjakan sesuatu tanpa pemahaman yang jelas tentang apa yang akan dikerjakan dan bagaimana mengerjakannya (Hersey and Blanchard, 1993)

4. Kinerja merujuk kepada tingkat keberhasilan dalam melaksanakan tugas serta kemampuan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Kinerja dinyatakan baik dan sukses jika tujuan yang diinginkan dapat tercapai dengan baik (Donelly, Gibson and Ivancevich, 1994)

5. Kinerja sebagai kualitas dan kuantitas pencapaian tugas-tugas, baik yang dilakukan oleh individu, kelompok maupun perusahaan (Schermerhorn, Hunt and Osborn, 1991)

6. Kinerja sebagai fungsi interaksi antara kemampuan.
Pengertian Kinerja Menurut Beberapa Para Ahli dan Daftar Pustakanya

Rencana bisnis yang efektif harus mendefinisikan secara jelas dimana posisi perusahaan hari ini dan posisi yang diinginkan pada tiga hingga lima tahun mendatang. Strategi adalah cara pemimpin bisnis perusahaan merealisasikan filosofinya. Dengan audit strategi, perusahaan menguji asumsi-asumsi yang dibutuhkan untuk bersaing di dalam pasar. 

Perusahaan yang sukses mengkombinasikan dua karakteristik utama strategi, yaitu: (1) sasaran jangka panjang, dan (2) analisis lingkungan persaingan. Daya tarik industri adalah yang terpenting. Daya tarik ini sangat berhubungan dengan struktur dari industri tertentu dan arah kompetisi industri yang telah beroperasi. 

Posisi daya saing perusahaan biasanya dapat diklasifikasikan dalam lima kompetensi utama dan empat fungsi pendukung, lima kompetensi utama adalah logistik inbound, operasi, logistik outbound, penjualan dan pemasaran, dan jasa. Empat fungsi pendukung adalah infrastruktur, manajemen sumber daya manusia, pengembangan teknologi, dan pembelian (purchasing). 

Kompetensi utama adalah hal-hal yang secara langsung terlibat dalam proses penciptaan produk dan pengiriman ke pelanggan. Fungsi pendukung hanya terlibat secara tidak langsung dalam proses tersebut tetapi tetap berhubungan dalam keseluruhan proses manajemen.

Dengan menggabungkan dua analisis – daya tarik industri dan daya saing relatif – kita dapat memperoleh kerangka dasar untuk analisis strategik, yaitu : Matrik Kekuatan Bisnis (MKB) .Bila kita menilai kinerja suatu bisnis, mula-mula harus diperhitungkan konsekuensi keuangan dan ekonomi dari keputusan manajemen yang mempengaruhi investigasi, operasional, dan pembiayaan. Rasio berhubungan dengan bebarapa besaran yang saling terkait satu dengan yang lain. Agar rasio mampu memberikan gambaran yang berguna, maka baik arti maupun batasan dari rasio yang dipilih harus dipahami terlebih dahulu.

DAFTAR PUSTAKA
Kuncoro, Mudrajad, Ph.D. Strategi Bagaimana Meraih Keunggulan Kompetitif. Jakarta: Penerbit Erlangga, 2006.
David, Fred R. (1997). Strategic Management. New Jersey: Prentice Hall, Inc.
Higgins, James, M. dan Vincze, Julian, W. (1993). Strategic Management text and cases. USA: The Dryden Press
Wheelen, Thomas, J. dan Hunger, J. David. (2000). Strategic Management. New Jersey: Prentice Hall, Inc.
Porter, M.E. (1985). Competitive Adventage, Creating and Sustaining Superior Performance. New York : The free pross.
Pierce, J.A. dan Robinson, R.B. (2000). Strategic management, Formulation Implementation and Control. Malaysia: McGraw Hill.
Wright, P., Kroll, Mark, J. dan Parnel, J. (1998). Strategic Management Concepts. USA: Prentice Hall, Inc.

Pengertian Evaluasi Strategi Menurut Para Ahli

November 11, 2017
Pengertian Evaluasi Strategi - Evaluasi strategi adalah tahap akhir dalam manajemen strategis. Para manajer sangat perlu mengetahui kapan strategi tertentu tidak berfungsi dengan baik, evaluasi strategi berarti usaha untuk memperoleh informasi ini. Semua strategi dapat dimodifikasi di masa depan karena faktor-faktor eksteral dan internal selalu berubah.

Pengertian Evaluasi Strategi Menurut Para Ahli

Tiga macam aktivitas mendasar untuk mengevaluasi strategi adalah
1. Meninjau faktor-faktor eksternal dan internal yang menjadi dasar strategi yang sekarang, Mengukur prestasi, Mengambil tindakan korektif.

2. Aktivitas perumusan startegi, implementasi dan evaluasi terjadi di tiga tingkat hirarki dalam organisasi yang besar, korporasi, divisi atau unit bisnis strategis, dan fungsional.

3. Perusahaan bisnis multidivisional yang biasanya besar, memiliki tiga level strategi : korporasi, bisnis dan fungsional.
• Strategi korporasi mengambarkan arah perusahaan secara keseluruhan mengenai sikap perusahaan secara umum terhadap arah pertumbuhan dan manajemen berbagai bisnis dan lini produk untuk mencapai keseimbangan portofolio produk dan jasa.
• Strategi bisnis atau strategi bersaing, biasanya dikembangkan pada level divisi dan menekankan pada perbaikan posisi persaingan produk barang atau jasa perusahaan dalam industri khusus atau segmen pasar yang dialyani oleh divisi tersebut.
•  Strategi fungsional menekankan terutama pada pemaksimalan sumber daya produktivitas. Dalam batasan perusahaan dan strategi bisnis yang berada di sekitar mereka, departemen fungsional mengembangkan strategi untuk mengumpulkan bersama-sama berbagai aktivitas dan kompetensi mereka guna memperbaiki kinerja.

Hakekat Evaluasi Strategi
Proses manajemen strategis menghasilkan keputusan yang dapat mempunyai konsekwensi yang signifikan dan jangka panjang. Keputusan strategis yang salah dapat menimbulkan kerugian besar, yang akan sulit sekali untuk memperbaikinya.

Oleh karena itu banyak perencana strategi sepakat bahwa mengevaluasi strategi sangat penting untuk kehidupan organisasi; evaluasi yang tepat waktu dapat memperingatkan manajemen akan adanya masalah atau potensi masalah sebelum menjadi kritis.

Evaluasi strategi bisa merupakan proses yang rumit dan sensitif. Terlalu banyak kegiatan mengevaluasi strategi dapat menghabiskan biaya yang sangat mahal dan bisa jadi kontra produktif. Evaluasi strategi penting untuk memastikan tujuan-tujuan strategi yang dapat ditetapkan dapat tercapai.
1. Kegiatan Evaluasi strategi
Mengkaji landasan strategi bisnis/perusahaan Membandingkan hasil yang diharapkan dengan kenyataan Mengambil tindakan korektif untuk memastikan bahwa kinerja sesuai dengan rencana.

2. Kriteria Evaluasi Strategi
Konsistensi; sebuah strategi tidak boleh memiliki tujuan dan kebijakan yang tidak konsisten. Kelayakan; sebuah strategi tidak boleh terlalu banyak membebani sumberdaya yang ada maupun tidak boleh menciptakan sub masalah yang tidak dapat dipecahkan Kesesuaian; kesesuaian mengacu pada kebutuhan para perencana strategi untuk mengkaji serangkaian trend maupun masing-masing tren dalam mengevaluasi strategi.Keunggulan, sebuah strategi harus mendorong penciptaan dan/atau mempertahankan keunggulan kompetitif dibidang kegiatan tertentu.

3. Alasan perlunya Evaluasi Strategi
Semakin kompleknya masalah lingkunganSemakin sulitnya memprediksi masa organisasi. Berkurangnya rentang waktu dimana perencanaan dapat dilakukan dengan tingkat ketepatan tertentu.

4. Proses Evaluasi Strategi
Evaluasi strategi harus mempertanyakan harapan dan asumsi manjerial, harus memicu tinjauan sasaran dan nilai dan harus merangsang kreativitas dalam menghasilkan alternative dan memformulasikan kreteria evaluasi.Evaluasi strategi harus dilak asnakan secara berkelanjutan, bukannya diakhir periode waktu tertentu atau hanya setelah terjadi masalah.

Keputusan, Tujuan, dan Manfaat Logistik Pasar

Oktober 06, 2017
Keputusan, Tujuan, dan Manfaat Logistik Pasar
Distribusi fisik tekah dikembangkan menjadi konsep manajemen rantai penawaran (SCM – Supply Chain Management) yang lebih luas. Manajemen rantai penawaran dimulai sebelum distribusi fisik, manajemen tersebut meliputi pembelian masukan yang tepat (bahan mentah komponen dan peralatan modal), mengubahnya dengan effisien menjadi produk jadi, dan mengirimnya ke tujuan akhir.

Perusahaan harus lebih dahulu memikirkan pasar sasaran tersebut dan kemudian merancang rantai penawaran kebelakang dari titik pijak tesebut, pedagang ini disebut perencanaan rantai permintaan (Demand Chain Planning).

Perancang logistic pasar mempunyai empat langkah, yaitu :
1. Memutuskan masalah nilai perusahaan tersebut kepada pelanggan – pelanggannya
2. Memutuskan rancangan saluran terbaik dan strategi jaringan untuk menjangkau pelanggan.
3. Mengembangkan keunggulan operasi dalam memperkirakan penjualan, manajemen pergudangan, manajemen transportasi, dan manajemen bahan.
4. Mengimplementasikan jalan keluar dengan system informasi, peralatan, kebijakan, dan prosedur terbaik.

Logistik pasar mengakibatkan upaya mempelajari cara yang paling efisien untuk menyerah nilai :
Perusahaan peranti lunak biasanya memandang tantangannya berupa kemampuan menghasilkan dan mengemas disket peranti lunak dan buku panduannya, kemudian mengirimkan kepada pedagang besar, kepada pengecer, dan kemudian menjualnya kepada pelanggan.

IKEA Retailer, pemegang waralaba konsep IKEA yang terkenal di dunia untuk penjualan eceran mebel dan perabot rumah tangga.

Tugas logistic pasar memerlukan system logistic terintegrasin (ILS – Integrated Logistics System), yang melibatkan manajemen bahan, system aliran bahan, dan distribusi fisik, yang didukung teknologi informasi.

Sistem informasi memegang peran yang sangat penting dalam mengelola logistic pasar, khususnya computer, tempat – tempat penjualan, berkode produk yang seragam, penelusuran satelit, pertukaran data elektronik (EDI) dan transfer data elektronik (EFT-Electronic Funds Transfer).

Para pakar menyebut logistic pasar sebagai "Garis perbatasan terakhir menuju penghematan biaya".  Biaya logistik pasar yang lebih rendah akan memungkinkan harga yang lebih rendah, menghasilkan marjin laba yang lebih tinggi. Sekalipun biaya logistic pasar tersebut dapat saja tinggi, program yang terencana dengan baik dapat menjadi alat yang ampuh dalam pemasaran bersaing. Perusahaan-perusahaan dapat  menarik lebih banyak pelanggan dengan menawarkan layanan yang lebih baik, waktu siklus yang lebih cepat, atau harga yang lebih rendah melalui penyempurnaan logistik pasar.

Jika logistik pasar suatu perusahaan tidak diciptakan dengan tepat maka perusahaan akan kehilangan pelanggan jika perusahaan tersebut gagal memasok barang tepat waktu. Pelanggan menginginkan waktu siklus pemesanan yang lebih singkat, yang berarti pemasok harus memiliki ketersediaan yang tinghgi dalam stok.

Perusahaan – perusahaan yang cerdas akan meninggalkan layanan logistic "satu ukuran untuk semua" dan menyesuaikan tawarannya dengan masing-masing tuntutan pelanggan utama. Beberapa pengecer besar akan menginginkan pengiriman setiap hari dengan volume yang lebih kecil; yang lainnya akan menerima pengiriman yang tidak begitu sering dengan volume yang lebih besar.

Manfaat dan tujuan logistik pasar
Banyak perusahaan menyebutkan tujuan logistic pasarnya adalah "mengirimkan barang yang tepat ke tempat yang tepat pada saat yang tepat dengan biaya yang terendah". Sayangnya, tujuan ini hanya memberikan sedikit bantuan praktis. Tidak satupun system dapat sekaligus memaksimalkan layanan pelanggan dan meminimalkan biaya distribusi. Layanan pelanggan yang maksimum menyiratkan persediaan yang besar, transportasi yang mahal, dan gudang yang banyak, yang semuanya menaikkan biaya logistic pasar.

Suatu perusahaan tidak dapat mencapai efisiensi logistic pasar dengan meminta masing – masing manajer logistic pasar meminimalka  biaya logistiknya sendiri. Biaya logistic pasar saling berinteraksi dan sering terkait secara negative, misalnya :
1. Departemen pengiriman menggunakan peti kemas yang murah untuk meminimalkan biaya pengiriman. Peti kemas yang lebih murah mengakibatkan tingkat kerusakan barang yang lebih tinggi dan rasa sakit hati pelanggan.

2. Manajer persediaan lebih menyukai persediaan yang rendah. Hal ini meningkatkan kehabisan persediaan, pemesanan kembali, tugas-tugas administrasi, pelaksanaan produksi khusus, dan pengiriman angkutan cepat yang berbiaya tinggi

Mengingat tujuan-tujuan logistic pasar tersebut, perusahaan harus merancang system yang akan meminimalkan biaya untuk mencapai tujuan tersebut.

Keputusan Logistik Pasar
Empat keputusan utama harus diambil berkenaan dengan logistic pasar.
1.Pemrosesan pesanan
Bagaimana sebaiknya pesanan ditangani ?
2. Penggudangan
Di mana persediaan sebaiknya ditempatkan?
3. Persediaan
Berapa banyak persediaan sebaiknya disimpan ?
4. Pengangkutan
Bagaimana sebaiknya barang dikirimkan ?


Pemrosesan Pesanan
Sebagian besar perusahaan dewasa ini mencoba memperpendek siklus pesanan hingga penbayaran yaitu yang terlewatkan antara penerimaan pesanan, pengiriman dan pembayaran. Siklus ini mencakup banyak tahap, yang meliputi pengiriman pesanan oleh wiraniaga, pemasukan pesanan dan pemeriksaan  kredit pelanggan, penjadwalan persediaan dan produksi, pengiriman pesanan dan faktur dan penerimaan pembayaran.

Penggudangan
Setiap perusahaan harus menyimpan barang jadi hingga produk terebut terjual, karena siklus produksi dan konsumsi jarang bersesuaian, fungsi penyimpanan membantu mengatasi perbedaan antara produksi dan jumlah yang diinginkan pasar. Perusahaan tersebut harus memutuskan jumlah lokasi penyimpanan persediaan.

Persediaan
Tingkat persediaan melambangkanbiaya besar. Wiraniaga tentu menginginkan perusahaan menyimpan cukup banyak persediaan untuk memenuhi semua pesanan pelanggan dengan segera. Namun, hal ini tidak akan efektif dalam biaya. Biaya persediaan naik dengan sangat tajam apabila tingkat layanan pelanggan mendekati 100 persen. Manajemen perlu mengatahui berapa banyak penjualan dan laba meningkat sebagai akibat dari penyimpanan persediaan lebih besar dan juga janji waktu pemenuhan pesanan yang lebih cepat, dan kemudian mengambil keputusan.

Pengambilan keputusan persediaan mencakup pengetahuan tentang kapan harus memesan dan berapa banyak yang harus dipesan. Keputusan lainnya adalah berapa banyak harus dipesan, makin kurang sering pemasaran harus dilakukan.

Biaya pemrosersan pesanan harus dibandingan dengan biaya penyimpanan persediaan. Makin besar persediaan rata-rata yang disimpan, makin tinggi pula biaya penyimpanan persediaannya, diamana biaya penyimpanan ini  meliputi biaya gudang, biaya modal, pajak dan asuransi, dan penyusutan dan keusangan.

Jumlah pesanan yang optimal dapat ditentukan dengan mengamati berapa penjumlahan biaya pemrosenan pesanan dan biaya penyimpanan persediaan pada tingkat pesanan yang berbeda. Biaya pemrosesan pesanan per unit menurun sejalan dengan jumlah unit yang dipesan karena biaya pesanan tersebut akan disebar lebih banyak unit. Biaya penyimpanan persediaan per unit meningkat sejalan dengan jumlah unit yang dipesan karena masing-masing unit akan berada lebih lama dalam persediaan.

Perisaan – perusahaan mengurangi biaya persediaannya dengan memberlakukan barang- persediaan secara berbeda. Perusahaan – perusahaan tersebut memposisikan barang – banrang  persediaan  menurut resiko dan pelauang. Perusahaan tersebut membedakan antara barang-barang macet ( berisiko tinggi peluang rendah), barang-barang kritis ( ririko tinggi, peluang tinggi ), komoditas ( riosiko rendah, peluang tinggi), dan barang pengganggu ( risiko rendah peluang rendah). Pertusahaan tersebut juga menyimpan barang-barang yang bergerak lambat dilokasi pusat, sambil menyimpan barang-barang yang bergerak cepat digudang yang lebih dekat dengan pelanggan.

Metode produksi " Tepat waktu" telah mengubah praktik perencanaan pesediaan. Produksi tepat waktu ( JIT – Just in time ) adalah pengatura pasokan untuk tiba di pabrik pada tingkat yang dibutuhkan. Jika pemasoknya dapat diandalkan, produsennya dapat menyimpan tingkat persediaan yang jauh lebih rendah dan masih tetap memenuhi standar pemenuhan pesanan pelanggan.

Pengangkutan
Pilihan pengangkutan akan mempengaruhi penetapan harga produk, kinerja pengiriman tepat waktu, dan kondisi barang pada saat tiba, yang semuanya mempengaruhi kepuasan pelanggan. Dalam mengirimkan barang ke gudang, penyalur, dan pelanggannya, perusahaan tersebut dapat memilih diantara 5 cara pengangutan : kereta api, pesawat udara, truk, kapal laut, dan saluran pipa. Pengiriman mempertimbangkan kriteria – kriteria seperti : kecepatan, frekwensi, keandalan, kemampuan, ketersediaan, kemudahan pelacakan ,dan biaya.  Untuk Kecepatan, pesawat udara dan trukadalah pesaing utama, jika tujuan utamanya adalah biaya rendah, pilihannya adalah jalur laut saluran pipa.

Pengurim makin banyak menggabungkan dua atau lebih cara pengangkutan, berkat penggunakan peti kemas ( container )

Keputusan, Tujuan, dan Manfaat Logistik Pasar

Konteinerisasi adalah memasukan barang ke dalam kotak atau trailer yang mudah dipindahkan antara dua cara pengangkutan.

Dalam menentukan cara pengangkutan, pengirim dapat memilih diantara angkutan pribadi, kontrak, dan umum. Jika pengirim tersebut memiliki armana truk atau armada udaranya sendiri, pengirim tersebut menjadi angkutan pribadi ( Private carrier ). Angkutan kontrak  ( Contract Carrier ) adalah organisasi independent yang menjual jasa pengkutan kepada orang lain berdasarkan kontrak. Angkutan umum ( Common Carrier ) memberiakan jasa anatar tempat – tempat yang telah ditentukan sebelumnya berdasarkan jadwal dan tersedia bagi semua pengirim denga tariff yang standar.

Pengertian, Jenis, dan Fungsi Pedagang Besar [Distributor]

Oktober 05, 2017
Pengertian, Jenis, dan Fungsi Pedagang Besar [Distributor]

Pedagang besar atau disebut juga distributor, meliputi semua kegiatan yang terlibat dalam penjualan barang atau jasa kepada orang – orang yang membelinya untuk dijual kembali atau untuk penggunaan bisnis.

Perbedaan pedagang besar dengan  eceran, yaitu :
1. Pedagang besar memberikan perhatian yang lebih sedikit kepada promosi, atmosfer, dan lokasi karena mereka berhadapan dengan pelanggan bisnis, bukan konsumen akhir.
2. Transaksi perdagangan besar biasanya lebih besar daripada transaksi eceran, dan pedagang besar biasanya menjangkau daerah perdagangan yang lebih luas daripada pengecer.
3. pemerintah berhubungan dengan pedagang besar dan pengecer dengan cara yang berbeda dalam hal peraturan hukum dan pajak.

Pada umumnya pedagang besar menggunakan beberapa fungsi sebagai berikut :
1. Penjualan dan promosi
Tenaga penjualan pedagang besar membantu produsen menjangkau banyak pelanggan bisnis kecil dengan biaya yang relative rendah.
2. Pembelian dan penyediaan produk yang beragam.
Pedagang besar sanggup memilih jenis barang dan menyediakan beragam produk yang dibutuhkan pelanggannya, sehingga mengurangi sangat banyak pelanggannya.
3. Memecah – mecah jumlah yang sangat besar
Pedagang besar memberikan penghematan bagi pelanggannya dengan membeli barang dalam jumlah besar  
4. Pergudangan
Pedagang besar menyimpan persediaan, sehingga mengurangi resiko dan biaya persediaan dan biaya persediaan bagi pelanggan.
5. Pengangkutan
Pedagang besar sering dapat melakukan pengiriman yang lebih cepat kepada pembeli Karena mereka lebih dekat dengan pembeli tersebut
6. Pembiayaan
Pedagang besar membiayai pelanggan dengan memberikan kredit
7. Penanggung risiko
Pedagang besar menanggung sebagian risiko dengan memegang kepemilikan dan menanggung risiko pencurian, kerugian, dan kerusakan
8. Informasi pasar
Pedagang besar memasok informasi kepada pemasok dan pelanggan
9. Jasa manajemen dan konsultasi.
Pedagang besar membantu pengecer meningkatkan usahanya dengan melatih petugas penjualan, membantu tata letak menciptakan system akutansi dan pengendalian persediaan.

Jenis – jenis pedagang besar, yaitu sebagai berikut :
1. Pedagang Besar Niaga (Merchant Wholesaler).
Perusahaan – perusahaan yang dimiliki secara independent yang mempunyai kepemilikan atas barang dagangan.
2. Pedagang Besar Layana Penuh
Menyimpan persediaan, memiliki tenaga penjualan, menawarkan kredit, dan memberikan bantuan manajemen.
3. Pedagang Besar Layanan Terbatas
Menawarkan layanan yang lebih sedikit kepada pemasok dan pelanggan.
4. Pialang dan Agen
Tidak mempunyai kepemilikan atas barang dan hanya melakukan sedikit fungsi
5. Agen.
Mewakili pembeli atau penjual dengan lebih permanent.
6. Cabang dan Kantor Produsen dan Pengecer.
Usaha perdagangan besar yang dilakukan sendiri oleh penjual atau pembeli, alih-alih melalui pedagang besar independent.
7. Pedagang Besar Lain
Sejumlah kecil jenis khusus pedagang besar ditemukan dalam sector perekonomian tertentu.

Pengertian, Jenis, dan Fungsi Pedagang Besar [Distributor]

Keputusan Pemasaran Pedagang Besar
1. Pasar Sasaran
Pedagang besar dapat memilih kelompok pelanggan sasaran berdasarkan ukuran, jenis pelanggan, kebutuhan layanan.
2. Keragaman Produk dan layanan.
Pedagang besar mendapat tekanan besar untuk menyediakan lini lengkap dan mempertahankan persediaan yang memadai untuk dikirim segera, tetapi biaya penyimpanan persediaan besar dapat mengahsilkan laba.
3. Keputusan Harga.
Padagang besar biasanya menaikan harga pokok barangsebesar persentase konvensianal. Dalam pedagang besar kebutuhan pokok, marjin laba rata-rata sering berada dibawah 2 persen. Mereka mungkin menurunkan marjinnya untuk beberapa lini guna untuk merebuit pelanggan-pelanggan baru yang penting.
4. Keputusan Promosi.
Padagang besar terutama mengandalkan tenaga penjualannya untuk mencapau tujuan-tujuan promosinya. Pedagang basar perlu mengembangakan strategi promosi menyeluruh yang melibatkan iklan perdagangan, promosi penjualan, dan pemberitaan.
5. Keputusan Tempat.
Pedagang besar yang maju telah memperbaiki prosedur dan biaya penanganan bahan dengan mengembangkan gudang yang diotomatisasi dan meningkatkan kemampuan pasukannya melalui system informasi yang maju.

Kecenderungan Dalam Perdagangan besar.

Produsen selalu mempunyai untuk tidak menggunakan pedagang besar atau mengganti yang tidak efisien dengan yang lebih baik. Bahkan tampak bahwa pedagang-pedagang besar mengarah ke kemorosotan besar ketika produsen – produsen dan pengecer- pengecer besar secara agresif memasuki program pembelian langsung.

Pengertian Eceran dan Jenis Jenis Pengecer [Materi Lengkap]

Oktober 04, 2017
Pengertian Eceran dan Jenis Jenis Pengecer [Materi Lengkap]

Eceran  ( retailing ) meliputi semua kegiatan yang terlibat dalam penjualan barang atau jasa langsung kepada konsumen akhir untuk pengguna pribadi dan non-bisnis.

Pengecer ( retailer ) atau toko eceran ( retail store ) adalah setiap usaha bisnis yang volume penjualannya terutama berasal dari eceran.

2.1.1 Jenis – jenis pengecer
Pengecer toko, pengecer non-toko, dan organisasi eceran, Dari jenis toko eceran yang paling terkenal adalah toko serba ada. Jenis – jenis toko ecerqan melewati tahap – tahap pertumbuhan dan penurunan yang dapat digambarkan sebagai siklus hidup eceran.

2.1.1.1 Tingkat Layanan
Hipotesis roda-eceran  (  Wheel-of-retailing  ) menjelaskan salah satu alasan mengapa muncul jenis – jenis toko baru. Toko – toko eceran konvesional biasanya meningkatkan layanannya dan menaikkan harganya untuk menutupi biaya.
Pengecer dapat memposisikan diri dalam menawarkan salah satu dari empat tingkat layanan :
1. Swa-layan ('Self-Service')
Swa-layan adalah landasan semua usaha diskon. Banyak pelanggan bersedia melakukan proses menemukan-membandingkan-memilih sendiri guna menghemat uang.
2. Swa-pilih ('Self-selection')
Swa-pilih adalah pelanggan mencari barangnya sendiri, walaupun mereka dapat meminta bantuan.
3. Layanan terbatas ('Limited-limited')
Pengecer ini menjual lebih banyak barang belanja, dan pelanggan memerlukan lebih banyak informasi dan bantuan. Toko – toko tersebut juga menawarkan layanan ( seperti kredit dan hak mengem,balikan barang ).
4. Layanan lengkap ('full-serice')
Wiraniaga siap membantu dalam setiap tahap proses menemukan- membandingkan-memilih tersebut. Pelanggan yang suka dilayani lebih menyukai jenis tiko ini. Biaya karyawan yang tinggi, ditambah dengan jumlah barang khusus yang tinggi dan jenis barang yang perputarannya lambat dan banyaknya jasa, menyebabkan eceran yang berbiaya tinggi.

Dengan menggabungkan berbagai tingkat layanan yang berbeda – beda ini dengan berbagai produk yang berbeda, kita dapat membedakan keempat strategi pemosisian besar yang tersedia bagi pengecer, sebagaimana yang diperlihatkan sebagai berikut dan pada gambar 1.1 :
1. Bloomingdale.
Toko – toko yang menampilkan produk yang sangat beragam dan bernilai tambah tinggi. Toko – toko dalam kuadran ini sangat memberikan perhatian pada rancangan toko, mutu produk, layanan dan citra. Marjin labanya tinggi.
2. Tiffany.
Toko – toko yang menampilkan keragaman produk yang sempit dan bernilai tambah tinggi. Toko – toko seperti ini menggembangkan citra ekslusif dan cenderung beroperasi dengan marjin tinggi dan volume rendah.
3. Sunglass Hut.
Toko – toko yang menampilkan lini yang sempit dan bernilai bertambah rendah. Toko – toko seperti ini mempertahankan biaya dan harganya tetap rendah dengan melakukan pembelian, perdagangan, pengiklanan dan distribusi secara terpusat.
4. Wal-Mart.
Toko – toko yang menampilkan lini yang luas dan bernilai tambah rendah.
Toko – toko tersebut memusatkan perhatian untuk mempertahankan harga tetap

Rendah sehingga memiliki citra sebagai tempat untuk membeli barang. Toko – toko tersebut mengimbangi marjin yang rendah dengan volume yang tinggi.

Eceran non-toko tumbuh jauh lebih pesat dibandingkan dengan eceran toko. Eceran non-toko terbagi menjadi empat kategori utama yaitu sebagai berikut :
1. Penjualan langsung (juga disebut penjualan multi-tingkat, pemasaran jaringan).
Adalah industri senilai $9 miliar, dengan lebih dari 600 perusahaan yang melakukan penjualan dari rumah kerumah atau melalui pesta penjualan di rumah. Yang terkenal dalam penjualan dari orang ke orang adalah Avon, Electrolux, dan Southwestern Company dari Nashville (Bibles).
2. Pemasaran langsung.
Berakar dalam pemasaran langsung dan catalog (Lands' End, L.L. Bean); pemasaran tersebut mencakup telemarketing (1-800-FLOWERS), pemasaran tanggapan langsung televise (Home Shoping Network, QVC), dan belanja elektronik (Amazon.com,Autobitel.com).
3. Penjajaan otomatis.
Digunakan untuk berbagai macam dagangan, termasuk barang-barang impuls, seperti rokok, minuman ringan, kopi, permen, surat kabar, majalah, dan produk-produk lain seperti kaos kaki, kosmetik, makanan hangat, kondom, buku bersampul tipis.
4. Jasa pembelian.
Adalah pengecer tanpa toko yang melayani pelanggan khusus, biasanya karyawan organisasi-organisasi besar yang berhak membeli dari daftar vpengecer yang telah sepakat untuk memberi diskon sebagai imbalan keanggotaan.

2.1.1.2 Eceran Korporat
Eceran korporat (corporate retailing), organisasi-organisasi eceran korporat mencapai ekonomi skala, daya beli yang lebih besar, pengakuan merek yang lebih luas, dan karyawan yang lebih terlatih.

Jenis-jenis utama eceran korporat :
1. Toko Jaringan Korporat (Corporate Chain Store).
Dua gerai atau lebih yang biasanya dimiliki dan dikendalikan, dengan melakukan pembelian dan perdagangan terpusat, dan menjual lini dagangannya yang mirip. Ukurannya memungkinkan toko jaringan korporat tersebut membeli dalam jumlah besar dengan harga yang lebih rendah, dan mampu memperkerjakan ahli-ahli korporat untuk melakukan tugas-tugas penetapan harga, promosi, perdagangan, pengendalian persediaan, dan perkiraan penjualan.
Contoh : Tower Records, GAP, Pottery Barn.
2. Jaringan Sukarela (Voluntary Chain Store).
Kelompok pengecer independent yang disponsori pedagang besar, yang melakukan pembelian besar-besaran dan perdagangan umum.
Contoh : Independent Grocers Allience (IGA), True Value Hardware.
3. Koperasi pengecer (Retailer Cooperative).
Pengecer-pengecer independent yang membentuk organisasi pembelian pusat dan melakukan kegiatan-kegiatan promosi bersama.
Contoh : Contoh : Associated Grocers (pangan), ACE Hardware (bidang perkakas).
4. Koperasi Konsumen (Consumer Cooperative).
Perusahaan eceran yang dimiliki pelanggannya. Dalam koperasi konsumen, penduduk menyerahkan uang untuk membuka toko mereka sendiri, memberikan suara untuk menetapkan kebijakannya, memilih suatu kelompok untuk mengelolanya, dan menerima dividen keanggotaan.
5. Organisasi Waralaba (Franchise Organization).
Perhimpunan berdesarkan kontrak antara pemberi waralaba (produsen, pedagang besar, organisasi jasa) dan pemegang waralaba (pengusaha independent yang membeli hak untuk memiliki dan menjalankan satu atau beberapa unit dalam system waralaba tersebut). Waralaba telah menonjol dalam puluhan bidang produk dan jasa.
Contoh : McDonald's, Subway , Pizza Hut, Jiffi Lube, Meineke Mufflers, 7-Eleven).
6. Konglomerat Perdagangan (Merchandising Conglomerate).
Perusahaan berbentuk bebas yang menggabungkan beberapa lini eceran yang berbeda-beda dan terbentuk di bawah kepemilikan yang terpusat, bersama suatu penggabungan distribusi dan manajemen.
Contoh : Allied Domeq PLC menjalankan Dunkin' Donuts dan Baskin-Rabbins, ditamabah dengan sejumlah pengecer inggris dan suatu kelompok anggur dan minuman keras.

2.1.2 Keputusan Pemasaran
Dalam menghadapi persaingan yang meningkat dari rumah-rumah diskon dan toko-toko barang khusus, toko serba mempunyai cabang di pusat – pusat perbelanjaan pinggir kota.
Pasar swalayan telah membuka toko-toko yang lebih besar menjual jenis barang yang lebih banyak dan lebih beragam, dan memperbaharui fasilitasnya. Pasar swalayan juga menaikkan anggaran promosi dan beralih secara besar-besaran ke merek-merek pribadi.

2.1.2.1 Pasar Sasaran
Keputusan terpenting pengecer berkaitan dengan pasar sasaran. Sebelum pasar sasaran ini didefinisikan dan dikenali profilnya, pengecer tersebut tidak mungkin mengambil keputusan yang konsisten mengenai keragaman produk, dekorasi toko, pesan dan media iklan, harga, dan tingkat layanan.

2.1.2.2 Keragaman Produk Dan Perolehan Produk
Keragaman produk (product assort-ment) pengecer harus sesuai dengan harapan belanja dari pasar sasarannya. Pengecer tersebut harus memutuskan keluasan dan kedalaman keragaman produk.
Beberapa kemungkinan strategi diferensiasi produk yaitu sebagai berikut :
1. Merek nasional ekslusif yang tidak tersedia dipengecer sasaran
2. Menampilkan kebanyakan barang dagangan merek pribadi
3. Menampilkan acara-acara penjualan istimewa yang sangat sukses
4. menampilkan barang dagangan kejutan atau yang selau berubah
5. Menampilkan barang dagangan terakhir atau terbaru lebih dulu
6. Menawarkan layanan yang menyesuaikan barang dagangan
7. Menawarkan beragam barang dengan sasaran yang sangat khusus

2.1.2.3 Layanan Dan Atmosfer Toko
Pengecer juga harus memutuskan bauran laytanan ('service mix') untuk ditawarkan kepada pelanggan :
1. Layanan pra-pembelian mencakup penerimaan telepon dan pesanan pos, iklan, pajangan etalase dan interior, kamar pas, jam buka toko, peragaan busana, tukar tambah.
2. Layanan purna-pembelian mencakup pengiriman dan penyerahan, pembungkusan hadiah, penyesuaian dan pengembalian barang, pengubahan dan penyesuaian, pemasangan, pengukiran.
3. Layanan tambahan mencakup informasi umum, pencarian cek, tempat parkir, restoran, perbaikan, pendekorasian interior, kredit, kamar belakang.
Bauran layanan tersebut adalah sasaran utama untuk membedakan suatu toko dari toko lainnya; hal yang sama berlaku untuk atmosfer, Atmosfer adalah unsure lain dalam gudang persenjataan toko. Setiap toko mempunyai tata letak fsik yang mempersulit atau memudahkan pembeli.

2.1.2.4      Keputusan Harga
Harga adalah faktor pemosisian utama dan harus diputuskan dalam kaitannya dengan pasar sasaran, bauran keragaman produk dan layanan, dan pesaingannya. Pengecer akan menetapkan harga yang rendah untuk beberapa jenis produk yang berfungsi sebagai penarik pengunjung atau barang pancingan. Mereka akan merencanakan penurunan harga untuk barang dagangan yang perputarannya lambat.
Beberapa pengecer telah meninggalkan "Penetapan Harga Penjualan" dan memilih harga rendah setiap hari (EDLP-Every Day Low Pricing). EDLP dapat menghasilkan biaya iklan yang lebih rendah, stabilitas harga yang lebih baik, citra

kejujuran dan keandalan yang lebih kuat, dan laba eceran yang lebih tinggi. Jaringan pasar swlayan yang mempraktikan harga rendah setiap hari sering memperoleh laba yang lebih besar dari pada jaringan pasar swalayan yang mempraktikan penetapan harga penjualan.

2.1.2.5      Keputusan Promosi
Pengecer menggunakan berbagai macam alat promosi untuk menghasilkan lalu-lintas pengunjung dan pembelian. Mereka memasang iklan, mengadakan obral khusus, menertibkan kupon potongan harga, dan menjalankan program hadiah untuk orang yang sering berbelanja, sample makanan di toko, dank upon dirak atau dikasir.

2.1.2.6      Keputusan Tempat
Pengecer sudah terbiasa mengatakan bahwa ketiga kunci sukses keberhasilan adalah "Lokasi, Lokasi, dan Lokasi". Kemudian lokasi dirinci lagi menjadi pemilihan wilayah suatu Negara sebagai tempat untuk membuka gerai, lalu memilih kota tertentu, dan kemudian tempat tertentu.
Pengecer dapat menempatkan tokonya di distrik bisnis pusat, pusat perbelanjaan regional, pusat perbelanjaan lingkungan, pertokoan, atau di toko yang lebih besar :

1. Distrik Bisnis Umum (General Business District).
Ini adalah daerah kota yang tertua dan terpadat lalu lintasnya, sering dikenal sebagai pusat kota. Biaya sewa toko dan kantor biasanya tinggi
2. Pusat Perbelanjaan Regional (Regional Shopping Center).
Ini adalah mal-mal besar pinggir kota yang berisikan 40 hingga 200 toko. Biasanya mal menampung satu atau dua toko utama yang terkenal secara nasional dan sangat banyak toko yang lebih kecil, yang banyak diantaranya dijalankan sebagai waralaba. Mal menarik Karena tempat parkir yang luas, tempat belanja satu atap, restoran, dan fasilitas-fasilitas rekreasi.
3. Pusat Perbelanjaan Lingkungan (Community Shopping Center).
Ini adalah mal-mal yang lebih kecil dengan satu toko utama dan 20 hingga 40 toko kecil.
4. Perokoan (Strip mall yang disebut juga shopping strip).
Ini berisikan sekelompok toko, yang biasanya ditempatkan di satu bangunan panjang, yang melayani kebutuhan suatu lingkungan tetanggaan untuk bahan makanan, perkakas, binatu, perbaikan sepatu, dan binatu kimia.
5. Lokasi didalam toko yang lebih besar.
Pengecer – pengecer terkenal tertentu (Mc Donald, Starbucks, dll)  menempatkan unit-unit baru yang lebih kecil sebagai ruang konsensi didalam toko atau tempat usaha yang lebih besar, seperti Bandar udara, sekolah, toserba.

Pengecer dapat menggunakan berbagai metode untuk menilai lokasi, termasuk jumlah lalu lintas pengunjung, survey kebiasaan belanja pelanggan, dan analisis lokasi – lokasi bersaing
Pengecer dapat menilai efektifitas penjualan toko tertentu dengan melihat 4 indikator yaitu :
1. jumlah orang yang lewat pada hari biasa
2. persentase orang yang masuk ke toko tersebut
3. persentase orang yang masuk dan membeli
4. jumlah rat-rata yang dibelanjakan untuk setiap penjualan

2.1.3         Kecenderungan Dalam Eceran
Perkembangan utama yang perlu diperhitungkan pengecer dan produsen dalam strategi bersaing, diantaranya sebagai berikut :
1. Bentuk dan kombinasi eceran baru.
Beberapa toko swalayan menampung cabang – cabang bank, toko-toko buku menampilkan kedai kopi.
2. Pertumbuhan persaingan antar-jenis
Beberapa jenis toko yang berbeda toko diskon, ruangan pengecer catalog, semuanya bersaing untuk mendapatkan konsumen yang sama dengan menjual jenis barang dagangan yang sama

3. Perumbuhan pengecer – pengecer raksasa
Melalui system informasi, system logictic, dan daya belinya yang lebih unggul, pengecer – pengecer raksasa mampu memberikan layanan yang baik dan volume produk yang sangat besar dengan harga yang menarik kepada konsumen yang sangat baik.
4. Investasi yang makin tumbuh dalam teknologi
Pengecer menggunakan computer untuk menghasilkan pikiran yang lebih baik, mengontrol biaya persediaan, melakukan pemasangan secara elektronik dari pemasok, mengirim e-mail antara toko-toko. Mereka menggunakan system pindah di pintu kasir dan system penanganan barang dagangan yang canggih
5. Kehadiran global pengecer – pengecer utama
Pengecer-pengecer dengan format yang unik dan pemosisian merek yang kuat makin banyak muncul di Negara-negara lain.
6. Menjual pengalaman, bukan sekedar barang.
Pengecer sekarang menambahkan suasana yang menyenangkan dan berusaha untuk bersaing dengan toko-toko lain dan pengecer – pengecer on-line
7. Persaingan antar eceran yang berbasis toko dan yang berbasis non-toko

Sekarang konsumen menerima tawaran penjualan melalui surat langsung dan katalog dan melalui televise, computer, dan telepon

Turbo Marketing dan Kebijaksanaan Harga

Agustus 02, 2017
Turbo Marketing dan Kebijaksanaan Harga

Turbo Marketing

Setelah kita melihat orientasi perusahaan dalam menghadapi saingan melalui evaluasi konsep maka ada pembaharuan terakhir usaha perusahaan mengatasi saingan melalui strategi turbo marketing.

Sedari dulu perusahaan mengungguli saingan melalui:
1) Perang harga, dengan cara meningkatkan efisiensi, harga murah, produksi besar-besaran
2) Perang dessain, produk perusahaan tampil beda dari perusahaan lain. Orang berlomba dalam membuat desain, style, rasa, bentuk, dan sebagainya
3) Perang kualitas, produk perusahaan diusahakan makin baik, berkualitas dengan menerapkan Total Quality Control
4) Perusahaan menerapkan strategi turbo marketing, dengan berusaha menekan waktu sehingga perusahaan lebih unggul dalam hal:

 Proses produksi lebih cepat sehingga konsumen tidak menunggu lama.
Contoh: KA Ekspres, surat kilat khusus, produk mobil terbaru tidak perlu inden.
 Pelayanan lebih cepat sehingga konsumen lebih cepat melihat hasilnya.
Contoh: cetak foto kilat, fast food, dll.

Kebijaksanaan Harga  
Kebijaksanaan harga adalah keputusan mengenai harga-harga yang akan diikuti untuk jangka waktu tertentu. Kebijaksanaan harga dapat ditentukan oleh beberapa lembaga seperti:
 Produsen
 Grosir
 Retailer
 Pemerintah

Produser dapat membuat kebijaksanaan harga seperti model skimming price, penetration price. Grosir dapat melakukan kebijaksanaan harga berdasarkan daerahpembeli, dengan membebankan ongkos transport atau sebaliknya.
Kebijaksanaan harga oleh retailer, lebih banyak variasinya, yang tujuannya adalah untuk menarik konsumen.

Kebijaksanaan harga pemerintah sebagai pengawas ekonomi di masyarakat dapat menetapkan harga berdasarkan ceiling price dan floor price.

 Price Discount
Kadang-kadang toko eceran menjual barang lebih murah, ini dimugkinkan karena adanya discount. Discount ini dapat diberikan berdasarkan jumlah pembelian, karena musim, ada tujuan tertentu perusahaan dan karena sistem pembayaran.

 Promotional Discount
Ada dua tipe promotional discount, yaitu markdowns dan loss leaders. Markdown discount berarti discount yang diadakan untuk memberanikan konsumen membeli barang yang sebenarnya tidak ia perlukan.

 A loss leader
Ini berarti usaha untuk menjual barang dibawah harga pokoknya. Agar denagn demikian merangsang orang untuk membeli barang lain. Pengusaha akan rugi besar bila konsumen yang datang hanya membeli barang loss leadersaja. Akan tetapi dalam kenyataan konsumen yang datang, juga membeli barang lain untuk kebutuhan rumah tangga.

 Penetapan harga barang baru
Price skimming. Dalam hal ini pengusaha menetapkan harga setinggi mungkin. Hal iini dimungkinkan karena belum ada barang saingan, dal barang ditujukan untuk golongan kaya. Barang ini harus mempunya keistimewaan, dan menimbulkan prestise bagi para konsumennya. Setelah barsng laku, kemudian harganya berangsur diturunkan, dan keuntungan pengusaha makin berlipat ganda

Penetration pricing. Kabijaksanaan harga ini berlawanan dengan skimminh price. Barang ini sudah banyak saingan di pasar. Oleh sebab itu untuk memasuki pasar harganya harus di banting serendah munggkin.

Geographic pricing. Kebijaksanaan harga terakhir adalah yang memperhatikan ongkos pengiriman. Setelah terjadi penjualan siapakah yang menanggung biaya pengiriman, apakah penjual atau pembeli, ini disebut geographic pricing karena mempertimbangkan lokasinya

4 Poin Penting dalam Marketing Mix

Juli 31, 2017
4 Poin Penting dalam Marketing Mix

Sebelumnya telah dijelaskan bahwa aktivitas pemasaran merupakan jantung dari sebuah usaha bisnis. Mengingat pentingnya aktivitas pemasaran ini bagi kelangsungan usaha suatu usaha bisnis, maka pengusaha harus memiliki perencanaan yang strategis, pengawasan yang matang serta tindakan-tindakan yang konkrit dan terprogram dalam mempengaruhi konsumen. Dalam ilmu manajemen pemasaran, hal ini dinamakan dengan marketing mix atau bauran pemasaran.

Artikel terkait:
• Pengertian dan Ruang Lingkup Pemasaran
• Perbedaan Orientasi Produksi, Penjualan, dan Pemasaran
• 3 Fungsi Penting Pemasaran
• 5 Konsep Pemasaran Yang Ampuh
• Bagaimana Strategi Pemasaran Yang Tepat
• Cara Mengembangkan Strategi Pemasaran

Aktivitas marketing mix meliputi empat macam tindakan, antara lain :

1. Produk (Product)
Pengusaha mempengaruhi konsumen lewat produk yang ditawarkan, misalnya membuat produk dengan warna-warni, bungkus yang bagus dan exclusive dan sebaginya.

Beberapa hal yang perlu dipelajari tentang stategi ini :
a. Konsep Produk
Konsep produk merupakan suatu pengertian atau pandangan konsumen terhadap suatu produk yang dibutuhkan dan diinginkannya. Misalnya sepatu, bagi konsumen memiliki  dua arti. Pertama, Arti (fungsi) teknis, sepatu adalah sebagi pelindung telapak kaki dari berbagai barang yang dapat melukai telapak kaki. Fungsi ini biasa disebut dengan “Produk Pangkal / Generic Produk” Kedua, Arti non teknis (aspek sosial budaya), sepatu juga dipandang tidak hanya semata-mata pelindung telapak kakinya akan tetapi juga terhadap harapan agar dengan memakai sepatu itu konsumen akan dapat menjadi tampak “bergengsi”. Unsur ini dikenal sebagai aspek kebutuhan manusia atau kebutuhan pangkal atau “Generic Need”

Dalam arti sempit, produk merupakan sekumpulan atribut fisik yang terakit dalam sebuah bentuk yang dapat diidentifikasikan. Setiap produk pasti memiliki nama generik di samping nama brand. Misalnya deterjen, sabun mandi, paracetamol atau sepatu. Sebaliknya, dalam artik yang luas setiap brand  ( merk ) dipandang sebagai produk yang terpisah dari produk lainnya yang semacam. Televisi merk Sony dengan televisi merk Sharp merupakan produk yang berbeda, meski sama-sama televisinya. Merk ini menjadi alat pembeda bagi konsumen. Dan justru oleh karena nama merk inilah keinginan konsumen lebih dipuaskan. Mengapa ? Karena dari sebuah merk tergambar di belakangnya warna, harga, kemasan, model, bonafiditas pabrik bahkan komunitas konsumen dari merk tersebut.

Uraian di atas memberi pengertian bahwa konsumen tidak hanya membeli sekumpulan atribut fisik dari suatu produk saja. Mereka membayar sesuatu yang memuaskan keinginan mereka. Perusahaan yang cerdas tidak hanya memasarkan produk itu sendiri, lebih dari itu, ia menjual manfaat, citra (brand image), dan faktor-faktor intangible lain.

Jadi, perusahaan menjual produk sekaligus citra. Orang membeli suatu produk tidak hanya untuk fungsinya, tetapi juga makna produk itu bagi pribadinya. Barang yang dibeli merupakan cermin atribut pribadi, citra diri, kelas sosial dan hal-hal lain yang bersifat pribadi. Seseorang akan memilih sebuah produk yang dapat memperkuat citra pribadinya. Karena itu, Mc Donald tidak hanya menjual ayam goreng, lebih dari itu, mereka menjual suasana makan yang nyaman, modern dan relatif bergengsi.

b. Siklus Kehidupan Produk (Product life Cycle)
Seperti halnya mahluk hidup, produk juga mengalami daur hidup. Dilihat dari sudut volume penjualan, mereka juga mengalami lahir (perkenalan), tumbuh, puncak penjualan (kedewasaan), merosot sampai akhirnya hilang dari peredaran. Daur hidup ini harus benar-benar menjadi perhatian, karena berguna untuk menentukan strategi perusahaan secara kesuluruhan.

Dari ada pemahaman tentang daur hidup ini, membantu perusahaan untuk menentukan kapan harus dilakukan inovasi-inovasi baru. Inovasi diperlukan karena setiap produk yang mereka miliki pada akhirnya tidak akan diminati konsumen lagi karena pangsa pasar dan volume penjualan terkurangi oleh adanya produk-produk yang dihasilkan para kompetitor. Jika penjualan terus merosot, otomatis laba akan menurun. Oleh karena itu, perusahaan harus merubah atau mengganti produknya. Jika tidak, maka laba, pangsa pasar, volume penjualan akan terus berkurang, hingga akhirnya perusahaan tersebut tutup.

c. Jenis-Jenis Produk
Ada beberapa penggolongan produk :
- Barang Konsumsi
   Beberapa barang konsumsi :
   - Barang Konvenien/kebutuhan hidup sehari-hari.
Kebutuhan ini berfrekuensi pembelian tinggi tetapi jumlah pembelian yang kecil-kecil.
   - Barang Shoping/perabot rumah tangga
Kebutuhan ini berfrekwensi pembelian rendah dengan jumlah pembelian /pengeluar yang cukup tinggi.
   - Barang Spesial/mewah : Mobil, Video, Tape recorder
Kebutuhan ini berfrekwensi pembelian rendah dengan jumlah pembelian atau pengeluran tinggi.
- Barang Industri
Barang yang dibutuhkan untuk keperluan alat usaha atau kegiatan produksi. Diantaranya, Bahan baku, bahan pembantu, peralatan produksi, mesin-mesin pabrik dan peralatan administrai kantor

2. Harga (Price)
Jika dilihat sejarahnya, harga ditetapkan oleh pembeli dan penjual melalui mekanisme tawar menawar di antara mereka. Penjual menetapkan harga yang tinngi untuk produk mereka, sedangkan pembeli menawar dengan harga serendah mungkin. Dengan tawar menawar akhirnya dicapai kesepakatan harga yang dapat diterima oleh kedua belah pihak.

Menurut Philip Kotler bahwa harga untuk semua merupakan gagasan idea. Hal ini memperoleh dorongan dari berkembangnya penjualan eceran berskala global pada akhir abad 1900-an.

Penentuan harga yang rendah, discount, harga obral serta cuci gudang. Dengan cara ini penetapan harga semacam ini akan menarik perhatian konsumen untuk memborong.

Dasar penentuan harga terdiri dari :
- Biaya, Harga jual ditambah dengan keuntungan “Cost –Plus Pricing”
- Konsumen
- Persaingan, Politik Dumping/harga jual dibawah biaya produksi, Discount,
  Kredit/Leasing

3. Promosi (Promotion).
Kegiatan promosi untuk memperkenalkan produk sehingga konsumen menjadi kenal kemudian menyenanginya, bahkan bagi yang lupa diharapkan dapat menjadi ingat kembali.

Alat untuk mempromosikan produknya ada beberapa cara :
- Advertensi, iklan di surat kabar, TV, bioskop, radio dll
- Promosi Penjualan, Membuka counter di Toko-toko atau Super Mall
- Personal Selling,  Door to door selling, Mail order, Telepon Selling
- Publikasi, Membuat berita di Surat kabar, TV, radio maupun majalah
Keempat bentuk promosi ini harus dikonmbinasikan agar efektif untuk mempengaruhi konsumen. Kombinasi ini disebut “Promotional Mix”

4. Distribusi (Placement)
Cari distribusi yang memenuhi kebutuhan konsumen dapat juga diterapkan agar menarik para konsumen. Untuk barang kebutuhan sehari-hari distribusi dibuat sedekat mungkin dengan konsumen.

Bentuk-bentuk saluran distribusi :
- Saluran Distribusi Langsung
Saluran distribusi ini pengusaha berusaha untuk menyalurkan barang-barangnya yang dibeli konsumen secara langsung ke tempat konsumen tinggal
- Saluran Distribusi Tidak Langsung
Dalam hal ini pengusaha menggunakan pihak luar untuk membantu menyalurkan barang-barangnya ke pada konsumen. Pihak luar ini merupakan penyalur/distributor

Penyaluaran tidak langsung meliputi 3 cara :
- Saluran distribusi yang eksklusif, penyaluran menggunakan satu distributor tunggal
- Saluran distribusi yang selektif, menggunakan distributor sedikit dengan syarat-syarat tertentu. Lokasi, keuangan, fasilitas telepon, fasilitas parker, kondisi dan bentuk gudang dll

- Saluran distribusi yang intensif, menggunakan distributor sebanyak-banyaknya agar dapat menjangkau lokasi konsumen yang menyebar.

Cara Mengembangkan Strategi Pemasaran

Juli 29, 2017
Jika kita menengok literatur asing, makna yang terkandung pada konsep strategi pemasaran adalah sepadan maknanya dengan konsep marketing strategy dalam bahasa Inggris.

Cara Mengembangkan Strategi Pemasaran

Kebanyakan para penulis memaknai konsep tersebut dengan pernyataan yang agak meluas. Chang and Campo (1980) melihat marketing strategy sebagai suatu isu sentral dan krusial dalam fungsi pemasaran. Guiltiman dan Paul (1985) melihat strategi pemasaran sebagai "a broad means of achieving given aims." Kotler (1976) mengartikan strategi pemasaran sebagai "the grand design to achieve an objective." McCarthy dkk. (1998,p.41) mendefinisikan marketing strategy sebagai "the specification of target market and related marketing mix." Rao dan Steckel (1995, p.3) menemukan bahwa kebanyakan para menejer mendefinisikan strategi pemasaran sebagai "…the way you go about accomplishing your objectives." Dan terakhir pengertian yang lebih spesipik disampaikan oleh Zikmund dan D’Amico (1989, p.669) yang menyatakan bahwa:

Marketing strategy includes the identification and evaluation of opportunities, analysis of market segments, selection of a target market or of target markets, and planning an appropriate marketing mix.

Dari beberapa pengertian strategi pemasaran yang dikemukakan oleh para penulis di atas, didapat gambaran bahwa strategi pemasaran pada hakikatnya merupakan serangkaian upaya yang ditempuh dalam rangka mencapai tujuan tertentu. Untuk kepentingan kita dalam merancang strategi pemasaran, kita akan berpijak pada pengertian strategi pemasaran yang disampaikan oleh William Zikmund dan Michael D’Amico.

Menurut McCarthy ddk (1998) setiap langkah yang dilakukan dalam mempormulasikan strtegi pemasaran harus diorientasikan pada upaya untuk mencapai kepuasan pelanggan. Kepuasan pelanggan merupakan kunci utama dari konsep pemasaran dan strategi pemasaran. Ini berarti bahwa proses yang ditempuh oleh setiap pihak boleh jadi bermacam-macam sesuai dengan kesanggupan dan karakteristik masing-masing tetapi tujuan akhirnya tetap akan bermuara pada tercapainya kepuasan konsumen atau consumer satisfaction.

Boone and Kurt (1987) berargumentasi bahwa pengembangan a profitable marketing strategy dimulai dari the identification of attractive opportunities (mengidentifikasi peluang), kemudian defines the target market (tentukan pasar sasaran) dimana perusahaan akan mencurahkan seluruh aktivitas pemasarannya secara langsung.

Artikel terkait:
• Pengertian dan Ruang Lingkup Pemasaran
• Perbedaan Orientasi Produksi, Penjualan, dan Pemasaran
• 3 Fungsi Penting Pemasaran
• 5 Konsep Pemasaran Yang Ampuh
• Bagaimana Strategi Pemasaran Yang Tepat
• 4 Poin Penting dalam Marketing Mix

Pernyataan yang hampir sama, juga, dikemukakan oleh Zikmund dan D’Amico (1989) yang menegaskan bahwa terdapat tiga langkah utama di dalam pengembangan strategi pemasaran, yaitu: identifying and evaluating opportunities (mengidentifikasi dan menilai peluang). analysing market segments and selecting target markets (menganalisis segmen-segmen pasar dan memilih pasar sasaran) planning a marketing mix strategy that will satisfy customer’s needs and meet the objectives and goals of the organisation (merencanakan strategi bauran pemasaran yang akan memuaskan kebutuhan-kebutuhan pelanggan dan sesuai dengan tujuan organisasi.Cravens (1994) berkomentar bahwa dalam langkah kedua, disamping menganalisis segmen pasar dan memilih pasar sasaran, adalah sangat penting bagi perusahaan untuk menentukan positioning strategy (strategi penempatan pasar).

Maksudnya, dalam langkah kedua tersebut pihak perusahaan harus menentukan posisi produknya di pasaran; bagaimana produk dan atau merk yang ia ciptakan akan dipersepsikan dan diposisikan oleh para konsumen.

Bagaimana Strategi Pemasaran Yang Tepat

Juli 28, 2017
Masyarakat selaku konsumen pembeli perumahan tidak dengan begitu saja membeli rumah tanpa mempunyai pertimbangan tentang faktor-faktor yang dapat mempengaruhi mereka dalam pengambilan keputusan seperti produk, harga, lokasi, promosi (Kotler & Amstrong 1997). Selain itu, dalam sebuah proses pengambilan keputusan pembelian tidak hanya berakhir dengan terjadinya transaksi pembelian, akan tetapi diikuti pula oleh tahap perilaku purnabeli (post purchase behavior). Pada tahap ini konsumen akan merasakan tingkat kepuasan atau ketidakpuasan tertentu yang akan mempengaruhi perilaku berikutnya. Konsumen yang merasa puas cenderung akan menyatakan hal-hal yang baik tentang produk dan perusahaan yang bersangkutan kepada orang lain (Bayus dalam Kotler et al. 1996).

Bagaimana Strategi Pemasaran Yang Tepat

Konsumen perumahan mewah selain membeli untuk tinggal, mereka juga mengharapkan adanya pencapaian kepuasan (Property 2000). Oleh karena itu, di dalam memasarkan perumahan mewah, para pengembang harus mampu menciptakan kepuasan bagi para konsumennya.

Untuk mampu menciptakan kepuasan konsumen tersebut, para pengembang perlu memiliki suatu strategi pemasaran yang jitu dalam memasarkan produknya, karena strategi pemasaran juga merupakan alat fundamental yang direncanakan untuk mencapai tujuan perusahaan dengan mengembangkan keunggulan bersaing yang digunakan untuk melayani pasar sasaran (Tull & Kahle dalam Tjiptono 1997).

Salah satu bentuk strategi pemasaran yang mampu mendukung dalam memasarkan perumahan untuk menciptakan kepuasan konsumen adalah penggunaan marketing mix (bauran pemasaran) yang dapat meliputi product, price, promotion, dan physical evidence (Pawitra 1993). Dengan demikian, faktor yang ada dalam bauran pemasaran merupakan variabel-variabel yang diharapkan mampu menciptakan kepuasan konsumen, atau dengan kata lain variabel-variabel tersebut akan mempengaruhi kepuasan konsumen dalam membeli suatu produk.

Pembangunan perumahan untuk kelompok masyarakat menengah ke atas cenderung dilakukan oleh para pengembang swasta, dimana mereka lebih menekankan pada profit orientied. Untuk mencapai tujuan tersebut, penekanan pada daya tarik bentuk rumah yang mereka bangun lebih diutamakan. Hal tersebut dilakukan dengan menggunakan para konsultan pembangunan perumahan, sehingga perumahan yang mereka bangun mampu menghasilkan bentuk yang menarik konsumen untuk membelinya. Sedangkan beberapa hal seperti konstruksi, sarana jalan, saluran, dan fasilitas-fasilitas umum yang seharusnya ada dalam kompleks perumahan yang mereka bangun, cenderung diabaikan. Dengan demikian, ketidakpuasan konsumen mungkin akan muncul setelah membeli rumah yang dipasarkan oleh para pengembang.

Bertitik tolak pada paparan yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa pola pemikiran yang berkembang dalam pembelian rumah di era sekarang ini, terutama untuk rumah kelas menengah ke atas adalah bahwa rumah tidak hanya sebagai tempat berlindung, namun juga berfungsi sebagai tempat tinggal yang nyaman, sehat, bahkan estetika menjadi bahan pertimbangan mereka dalam pembelian rumah. Dengan demikian, para pengembang harus mampu memberikan pelayanan yang optimal untuk memberikan kepuasan pada konsumennya. Oleh karena itu, selain faktor teknis, para pengembang perlu mengetahui dan mengerti mengenai prilaku konsumen dalam memasarkan produknya. Karena dengan mempelajari perilaku konsumen para pengembang akan banyak memperoleh informasi tentang keterlibatan konsumen secara langsung dalam mendapatkan, mengkonsumsi, dan sekaligus menghabiskan produk dan jasa, termasuk proses keputusan yang mendahului tindakan ini (Engel, Well, & Miniard 1994).

Pengertian pemasaran yang berkaitan dengan produk berupa real estate dan property adalah suatu kegiatan yang diarahkan untuk memenuhi kebutuhan konsumen akan rumah tinggal dan atau ruang usaha, dengan cara pengalihan hak atas produk tersebut dari perusahaan kepada konsumen melalui proses pertukaran ( Santoso 2000).

Marketing mix (bauran pemasaran) merupakan seperangkat alat pemasaran yang digunakan untuk mencapai tujuan pemasaran dalam pasar sasaran (Kotler 1999). Secara umum, bauran pemasaran menekankan pada pengertian suatu strategi yang mengintegrasikan produk (product), harga (price), promosi (promotion), dan distribusi (place), dimana kesemuanya itu diarahkan untuk dapat menghasilkan omset penjualan yang maksimal atas produk yang dipasarkan dengan memberikan kepuasan pada para konsumen.

Sejalan dengan semakin kompetitifnya dunia bisnis, 4-P tersebut berkembang. Pawitra (1993) menegaskan bauran pemasaran meliputi 7-P yaitu product, place, price, promotion, participant, physical evidence dan process. Sedangkan Payne (1993) menyatakan bauran pemasaran terdiri dari product, place, price, promotion, people, processes dan provision of consumer service.

Berdasarkan beberapa penjelasan tersebut, maka bauran pemasaran dapat meliputi produk, harga, lokasi, promosi, dan bukti fisik.

Sebuah proses pengambilan keputusan pembelian tidak hanya berakhir dengan terjadinya transaksi pembelian, akan tetapi diikuti pula oleh tahap perilaku purnabeli (terutama dalam pengambilan keputusan yang luas). Dalam tahap ini konsumen merasakan tingkat kepuasan atau ketidakpuasan tertentu yang akan mempengaruhi perilaku berikutnya. Jika konsumen merasa puas, ia akan memperlihatkan peluang yang besar untuk melakukan pembelian ulang atau membeli produk lain di perusahaan yang sama di masa datang. Konsumen yang merasa puas cenderung akan menyatakan hal-hal yang baik tentang produk dan perusahaan yang bersangkutan kepada orang lain. Oleh karena itu, pembeli yang puas merupakan iklan yang terbaik (Bayus dalam Kotler et al. 1996).

Kotler (1999) memandang kepuasan sebagai fungsi dari seberapa dekat harapan pembeli atas suatu produk dengan kinerja yang dirasakan pembeli atas produk tersebut. Jika kinerja produk lebih rendah daripada harapan, pembeli akan kecewa. Jika ia sesuai harapan, pembeli akan puas dan jika ia melebihi harapan, pembeli akan sangat puas. Perasaan konsumen setelah membeli produk akan membedakan apakah mereka akan membeli kembali produk tersebut dan membicarakan hal-hal yang menguntungkan atau tidak menguntungkan tentang produk tersebut pada orang lain.

Harapan konsumen terbentuk berdasarkan pesan yang diterima dari penjual, teman, dan sumber-sumber informasi lainnya. Apabila penjual melebih-lebihkan manfaat suatu produk, konsumen akan mengalami harapan yang tak tercapai (disconfirmed expectation), yang akan menyebabkan ketidakpuasan. Semakin besar kesenjangan antara harapan dan kinerja yang dihasilkan suatu produk, akan semakin besar ketidakpuasan konsumen.

Konsumen yang merasa tidak puas akan bereaksi dengan tindakan yang berbeda. Berkaitan dengan hal ini, Singh dalam Tjiptono (1997) menyatakan ada tiga kategori tanggapan atau komplain terhadap ketidakpuasan, yaitu :
a. Voice response
Kategori ini meliputi usaha menyampaikan keluhan secara langsung dan/atau meminta ganti rugi kepada perusahaan yang bersangkutan. Bila pelanggan melakukan hal ini, maka perusahaan masih mungkin memperoleh beberapa manfaat. Pertama, pelanggan memberikan kesempatan sekali lagi kepada perusahaan untuk memuaskan mereka. Kedua, resiko publisitas buruk dapat ditekan, baik publisitas dalam bentuk rekomendasi dari mulut ke mulut, maupun melalui koran/media massa. Dan yang tidak kalah pentingnya adalah ketiga, memberi masukan mengenai kekurangan pelayanan yang perlu diperbaiki perusahaan. Melalui perbaikan (recovery), perusahaan dapat memelihara hubungan baik dan loyalitas pelanggannya.

b. Private response
Tindakan yang dilakukan antara lain memperingatkan atau memberitahu kolega, teman atau keluarganya mengenai pengalamannya dengan produk atau perusahaan yang bersangkutan, Umumnya tindakan ini sering dilakukan dan dampaknya sangat besar bagi citra perusahaan.

c. Third-party response
Tindakan yang dilakukan meliputi usaha meminta ganti rugi secara hukum; mengadu lewat media massa (misalnya menulis di Surat Pembaca); atau secara langsung mendatangi lembaga konsumen, instansi hukum, dan sebagainya. Tindakan seperti ini sangat ditakuti oleh sebagian besar perusahaan yang tidak memiliki prosedur penanganan keluhan yang baik. Kadangkala pelanggan lebih memilih menyebarluaskan keluhannya kepada masyarakat luas, karena secara psikologis lebih memuaskan. Lagipula mereka yakin akan mendapat tanggapan yang lebih cepat dari perusahaan yang bersangkutan.

Artikel terkait:
• Pengertian dan Ruang Lingkup Pemasaran
• Perbedaan Orientasi Produksi, Penjualan, dan Pemasaran
• 3 Fungsi Penting Pemasaran
• 5 Konsep Pemasaran Yang Ampuh
• Cara Mengembangkan Strategi Pemasaran
• 4 Poin Penting dalam Marketing Mix

Ada empat faktor yang mempengaruhi apakah seorang konsumen yang tidak puas akan melakukan komplain atau tidak menurut Day dalam Engel, Well,& Miniard (1994), yaitu:
1. Penting tidaknya konsumsi yang dilakukan, yaitu menyangkut derajat pentingnya produk bagi konsumen, harga, waktu yang dibutuhkan untuk mengkonsumsi produk, serta social visibility.

2. Pengetahuan dan pengalaman, yakni jumlah pembelian sebelumnya, pemahaman akan produk, persepsi terhadpa kemampuan sebagai konsumen, dan pengalaman komplain sebelumnya.

3. Tingkat kesulitan dalam mendapatkan ganti rugi, meliputi jangka waktu penyelesaian masalah; gangguan terhadap aktivitas rutin, dan biaya.

4. Peluang keberhasilan dalam melakukan komplain.