Siklus - Siklus Hidrosfer dan Pembagian Jenisnya

Akhmad, SP 5/13/2018 06:00:00 PM
Siklus hidrosfer adalah sirkulasi air yang tidak pernah berhenti dari atmosfer ke bumi dan kembali ke atmosfer melalui evaporasi dan transpirasi. Dalam hal ini, matahari menjadi motor terjadinya siklus hidrologi di bumi. Siklus hidrologi terjadi melalui serangkaian proses yang kondensasi, run off, dan infiltrasi. 

Inilah 4 Siklus Hidrosfer dan Pembagian Jenisnya

Berikut siklus - siklus hidrosfer:
1. Penguapan 
Penguapan air dari permukaan bumi disebabkan oleh pemanasan dari matahari. Proses penguapan inilah yang mengawali terjadinya siklus hidrologi. Proses penguapan. merubah air dari wujut cair atau beku menjadi gas atau uap air. Penguapan dapat dibedakan menjadi beberapa bentuk, yaitu evaporasi, transpirasi, dan sublimasi.  

a. Evaporasi adalah penguapan air dari badan-badan air dipermukaan bumi, seperti laut, danau, rawa, sungai dan lain-lain. Badan-badan air ini menguap karena adanya panas dari matahari yang mengubah air menjadi gas (uap air).  

b. Transpirasi adalah adaah penguapan air yang terdapat pada jaringan makluk hidup, yaitu tumbuhan dan hewan. 

c. sublimasi adalah proses perubahan es menjadi uap air tanpa melalui fase cair terlebih dahulu.  

2. Kondensasi 
Uap air yang dihasilkan melalui proses evaporasi, transpirasi, dan sublimasi naik hingga mencapai suatu titik ketinggian tertentu akan mengalami kondensasi berubah bentuk menjadi partikel-partikel es berukuran sangat kecil. Perubahan wujud uap air menjadi es tersebut terjadi karena pengaruh suhu udara yang sangat rendah di titik ketinggian tersebut. Partikel-partikel es yang terbentuk terakumulasi sehingga membentuk awan. 

Semakin banyak partikel es yang terakumulasi membentuk awan yang tebal di atmosfer. Awan yang terbentuk dari proses kondensasi selanjutnya akan mengalami proses perpindahan dari suatu tempat ke tempat lain terbawa oleh tiupan angin. Itulah sebabnya maka awan tidak hanya terdapat di atas lautan sebagai pemasok uap air yang paling banyak, tetapi juga diratakan di berbagai tempat di atas di permukaan bumi.  

3. Presipitasi 
Semakin tinggi awan di atmosfer, temperaturnya semakin turun. Akibatnya terjadilah kondensasi dan terbentuklah butiran-butiran air atau Kristal-kristal es yang kemudian jatuh di permukaan bumi sebagai hujan. Suhu udara di sekitar awan yang terlalu rendah hingga  < 0 derajat Celcius dapat memungkinkan turunnya hujan es atau hujan salju.  

4. Run Off dan infiltrasi 
Air hujan yang jatuh ke permukaan bumi, sebagian membentuk run off dan sebagian lagi mengalami infiltrasi. Run off atau limpasan adalah suatu proses aliran air di permukaan bumi yang bergerak dari tempat yang tinggi ke tempat yang lebih rendah. Pergerakan air tersebut misalnya dari daerah pegunungan menuju danau, rawa, atau dataran rendah, dan akhirnya bermuara di laut. Sebagian air hujan yang jatuh di permukaan bumi meresap melalui pori-pori tanah, terakumulasi dan kemudian membentuk air tanah. Air yang meresap ke dalam tanah ini disebut infiltrasi. 

Di beberapa tempat, air tanah ini bisa muncul kembali sebagai mata air yang kemudian membentuk aliran sungai yang selanjutnya bermuara ke laut. Air yang meresap  ke dalam tanah, sebagian diserap oleh tumbuh-tumbuhan atau diminum oleh hewan. Melalui evaporasi dan transpirasi (evapotranspirasi), dari badan-badan air dan tumbuhan maupun hewan, akhirnya terjadi presipitasi lagi, demikian untuk seterusnya sehingga membentuk siklus hidrologi. 

Berdasarkan panjang pendeknya proses, siklus hidrologi dapat dibagi menjadi 3 jenis, yaitu: 
1. Siklus pendek 
Siklus pendek adalah siklus hidrologi yang tidak melalui proses adveksi. Setelah terjadi evaporasi, dan terbentuk awan sampai jatuhnya hujan masih tetap di atas permukaan laut. 

2. Siklus sedang 
Siklus hidrologi sedang adalah siklus hidrologi yang menghasilkan hujan di daratan. Setelah terjadi evaporasi terdapat angin yang bergerak menuju daratan. Di atas daratan uap air terakumulasi dan membentuk awan dan menimbulkan hujan di daratan. Air hujan yang jatuh di atas daratan sebagian akan mengalami infiltrasi, sedangkan sebagian besar yang lain membentuk run off kembali ke laut. Siklus sedang banyak terjadi di daerah tropis. 

3. Siklus panjang 
Siklus panjang adalah siklus hidrologi yang terjadi ketika awan tidak mengalami kondensasi dan membentuk titik-titik air, namun mengalami sublimasi, yaitu dari awan langsung berubah menjadi Kristal-kristal es dan jatuh sebagai hujan salju. Selanjutnya salju tersebut terakumulasi menjadi gletser dan dari gletser yang mencair terbentuklan aliran sungai yang kemudian bermuara di laut.