Inilah Bentuk dan Jenis Karya Seni Rupa [Lengkap]

Februari 02, 2018
Bentuk Karya Seni Rupa
Berbagai  karya  seni  rupa  di  sekeliling  kita,  memiliki  banyak  macam ragamnya.  Keragaman  tersebut  dapat  terluhat  dari  bentuknya, warnanya,  bahan bakunya, alat pembuatannya, fungsinya atau pemanfaatannya. Dari begitu banyak ragamnya  tadi, para  ahli  membuat  penggolongan  tentang  jenis-jenis  karya seni rupa. Penggolongan  atas  jenisnya  adalah  pembedaan  antara  karakteristik  karya yang  satu  dengan  yang  lainnya.  Misalnya  pada  binatang,  penggolongan  dapat didasarkan  pada  jenis  kelamin,  ada  jantan  ada  betina,  berdasarkan  karakteristik anggota tubuhnya, warna kulitnya dan sebagainya. Demikian juga dalam hal karya seni  rupa,  kita  dapat  membedakan  jenisnya  berdasarkan  fungsi  maupun bentuknya.

Inilah Bentuk dan Jenis Karya Seni Rupa [Lengkap]

Berdasarkan  dimensinya,  karya  seni  rupa  terbagi  dua  yaitu,  karya  dua dimensi dan karya  tiga dimensi. Karya seni rupa dua dimensi adalah Karya seni rupa yang mempunyai dua ukuran (panjang dan  lebar) sedangkan karya seni rupa tiga  dimensi  mempunyai  tiga  ukuran  (panjang,  lebar  dan  tebal)  atau  memiliki ruang. Berdasarkan  kegunaan  atau  fungsinya,  karya  seni  rupa  digolongkan  ke dalam karya seni murni pure art, fine art) dan seni pakai (useful art/applied art).

Seni Murni  (pure  art/fine  art)  adalah  karya  seni  yang  diciptakan  semata-mata untuk  dinikmati  keindahan  atau  keunikannya  saja,  tanpa  atau  hampir  tidak memiliki fungsi praktis. Adapun Seni Pakai (useful art/applied art) adalah karya seni  rupa  yang  prinsip  pembentukannya  mengikuti  fungsi  tertentu  dalamkehidupan sehari-hari.

Selain  berdasarkan  dimensi  dan  fungsinya,  karya  seni  rupa  dapat  juga diketegorikan berdasarkan temanya. Tema dapat dikatakan sebagai pokok pikiran atau  persoalan  yang  mendasari  kegiatan  (dalam  hal  ini  kegiatan  berkesenian).

Jenis Karya Seni Rupa
1. Seni Lukis
Seni  lukis merupakan  kegiatan  pengolahan  unsur-unsur  seni  rupa  seperti garis,  bidang,  warna  dan  tekstur  pada  bidang  dua  dimensi.  Kegiatan  yang menyerupai  seni  lukis  sudah  lama  dikenal  di  Indonesia,  tetapi  penamaan  atau istilah  seni  lukis  merupakan  istilah  yang  datang  dari  Barat.  Kegiatan  yang menyerupai  seni  lukis  itu  dapat  juga  disebut  seni  lukis  tradisonal.  Beberapa contoh  dari  karya  seni  lukis  tradisional  dapat  kita  lihat  di  berbagai  daerah  di Indonesia  seperti  seni  lukis kaca di Cirebon, seni  lukis Kamasan di Bali,  lukisan pada kulit kayu yang dibuat masyarakat di Irian Jaya dsb. Adapun seni lukis yang kita kenal saat ini dibuat pada kanvas, dapat disebut seni lukis modern. Beberapa  seniman  seni  lukis  modern  Indonesia  yang  namanya  sudah  dikenal  di mancanegara diantaranya Affandi, Popo Iskandar, Fajar Sidik, Nanna Banna dsb. 

2. Seni Patung
Karya  seni patung diwujudkan melalui pengolahan unsur-unsur  seni  rupa pada bidang  tiga dimensi. Bahan dan  teknik perwujudan pada karya  seni patung beraneka  ragam. Bahan  yang  digunakan  dapat  berupa  bahan  alami  seperti  kayu dan batu, bahan logam seperti besi dan perunggu atau bahan sintetis seperti plastik resin dan  fibre glass  (serat kaca). Sedangkan  teknik yang digunakan disesuaikan dengan bahan yang dipakai seperti teknik pahat, ukir, cor dsb.Seperti  halnya  seni  lukis,  seni  patung  juga  sudah  dikenal  di  Indonesia sejak  zaman  prasejarah.  Hampir  setiap  daerah  di  Indonesia  memiliki  tradisi pembuatan  karya  seni  patung.  Pada  masyarakat  tradisional,  pembuatan  karya patung  seringkali  dihubungkan  dengan  kegiatan  religi  seperti  pemujaan  kepada atau  arwah  nenek  moyang.  Pada  karya-karya  seni  patung  modern, pembuatan  karya  seni  patung  merupakan  ekspresi  individu  seorang  seniman. Beberapa seniman patung modern  Indonesia diantaranya: Sunaryo, Sidharta, dan Nyoman Nuarta.

3. Seni Grafis (Cetak)
Seni grafis adalah cabang  seni  rupa  yang  tergolong ke dalam  bentuk dua dimensi.  Berbeda  dengan  seni  lukis  yang  umumnya  merupakan  karya-karya tunggal,  kekhasan  dari  karya  grafis  adalah  sifatnya  yang  bisa  direproduksi  atau diperbanyak. Sesuai dengan proses pencetakannya karya seni grafis terbagi menjadi empat jenis:

a. Cetak tinggi
Prinsip  cetak  ini  adalah  bagian  yang  bertinta  adalah  bagian  yang  paling  tinggi. Bagian  ini  bila  diterakan  atau  dicetakkan,  tinta  atau  gambar  akan  berpindah  ke atas  permukaan  kertas.  Berdasarkan  bahan  dan  alat  yang  dipergunakan  dalam cetak tinggi dikenal beberapa  jenis cetakan seperti cukil kayu (wood cut), cukilan lino tera kayu  (wood engraving) serta cukilan bahan  lain seperti karet atau plastik.

b. Cetak dalam 
Prinsip  cetak  dalam  adalah  hasil  cetakan  yang  diperoleh  dari  celah  garis  bagian dalam dari plat klisenya bukan bagian  tingginya seperti stempel atau cap. Teknik cetak  ini  merupakan  kebalikan  dari  teknik  cetak  tinggi.  Acuan  cetak  yang dipergunakan  adalah  lempengan  tembaga  atau  seng  yang  ditoreh  atau  diberi kedalaman untuk tempat tinta. Kedalaman dibuat menggunakan alat penoreh yang tajam dan kuat dan atau menggunakan zat kimiawi.

c. Cetak saring
Cetak  saring  disebut  juga  serigrafi  atau  sablon.  Sesuai  dengan  namanya  prinsip cetak  ini  adalah mencetak  gambar melalui  saringan  yang  diberi  batasan-batasan tertentu. Cetak saring dikenal luas di masyarakat melalui benda-benda yang sering dijumpai  sehari hari seperti aplikasinya pada pembuatan kaos, spanduk, bendera, dsb.

d. Cetak datar
Proses cetak datar atau planografi adalah memanfaatkan perbedaan  sifat minyak
dan  air  serta  acuan  cetakan  yang  terbuat  dari  batu  (litografi)  atau  seng.  Tinta hanya  terkumpul  pada  bagian  cetakan    yang  sudah  digambari    dengan  pinsil berlemak dan pemindahan gambar dilakukan dengan alat khusus. Teknik  litografi inilah yang mengilhami prinsip dasar mesin cetak modern. 

4. Seni Kria
Pengertian Seni Kria 
Seni  kria  adalah  hasil  kebudayaan  fisik  yang  lahir  karena  adanya tantangan dari lingkungan dan diri kriawan. Seni kria diartikan sebagai hasil daya cipta manusia melalui  keterampilan  tangan  untuk memenuhi  kebutuhan  jasmani dan rohaninya, serta umumnya dibuat dari bahan-bahan alam. Penciptaan karya kria yang baik didasarkan pada syarat kegunaan (utility) dan  keindahan  (estetika).  Syarat  keindahan  terdiri  atas  aspek  kenyamanan, keluwesan dan kenyamanan. Hubungan antara bentuk, fungsi dan keindahan  juga merupakan asas penciptaan yang harus dimiliki seorang kriawan. Karya seni kria memiliki  karakteristik  tersendiri  yang  dipengaruhi  oleh  keterampilan  dan kreativitas  kriawan,  materi,  alat,  fungsi  dan  teknik  penciptaanya.  Aspek-aspek tersebut saling berkaitan satu dengan yang lainnya. Kria  tumbuh  dan  berkembang  dipengaruhi  pula  oleh  faktor  kekayaan  flora  dan fauna  serta  bahan-bahan  alam  lainnya.  Hasil-hasil  utama  seni  kria  Indonesia terdiri  atas  kria  tekstil  dan  serat  meliputi  batik  dan  tenun,  anyaman  serta tumbuhan,  kria  bambu,  kria  gerabah  dan  tembikar  (keramik)  kria  kayu,  logam,kulit, kaca dll.

5. Seni Bangunan (Arsitektur)
Pada  dasarnya  seni  bangunan  merupakan  bagian  dari  seni  rupa,  tetapi karena  kekhususan  yang  dimilikinya  seringkali  seni  bangunan  dikelompokan tersendiri dalam seni arsitektur. Berdasarkan bentuk dan fungsinya seni bangunan seni bangunan dapat dikategorikan sebagai seni pakai. Indonesia memiliki warisan peninggalan karya seni bangunan yang sangat banyak  jumlah dan macamnya dan tersebar dari Sabang sampai Merauke. Setiap  suku  bangsa  yang  ada  di  Indonesia  mengenal  dan  memiliki bangunan  khas  daerahnya  masing-masing.  Bentuk-bentuk  bangunan  tersebut dibuat berdasarkan ide atau gagasan yang bersumber dari kebudayaannya masing- masing.  Struktur,  denah,  bahan  dan  teknik  pada  rumah-rumah-rumah  adat tradisional  dibangun  berdasarkan  aturan-aturan  baku  yang  dipatuhi  dandiwariskan secara turun temurun. Dalam  perkembangannya,  pengaruh  kebudayaan  yang  datang  dari  Barat memperkenalkan  bentuk-bentuk  baru  pada  bangunan-bangunan  yang  sudah  ada.

Bentuk-bentuk baru tersebut dengan imajinasi dan kreativitas seniman (arsitektur) diolah  dan  digabungkan  dengan  bentuk-bentuk  tradisional  yang  sudah  ada sebelumnya menghasilkan bentuk-bentuk bangunan kontemporer. Perkembangan seni atau desain bangunan ini selanjutnya melahirkan jenis-jenis  seni  rupa  terapan  lainnya  seperti  desain  interior  (seni  penataan  ruang)  dandesain meubel.

6. Desain
Desain merupakan  kegiatan  reka  letak  atau  perancangan. Hampir  semua karya seni rupa melalui proses perancangan sebelum diproduksi atau diwujudkan dalam  bentuk  jadi  yang  sesungguhnya.  Tetapi,  pengertian  desain  saat  ini  lebih sering  digunakan  untuk menunjukkan  proses  perancangan  karya-karya  seni  rupa terapan (useful art).

Beberapa jenis desain yang dikenal di Indonesia antara lain:
a. Desain Komunikasi Visual 
Desain  ini awalnya  lebih dikenal dengan  istilah desain grafis, yaitu kegiatan seni  rupa  yang menyusun  unsur-unsur  grafis  pada  sebuah  benda  pakai.  Karena lingkupnya  yang  dirasakan  terbatas,  pada  perkembangan  selanjutnya  seni  grafis menjadi  bagian  dari  kegiatan  desain  komunikasi  visual,  yaitu  kegiatan perancangan  pada media  komunikasi  baik media  cetak  sederhana  seperti  buku, poster  atau  majalah  maupun  media  elektronik  seperti  televisi,  neon  sign  dan sebagainya. Unsur-unsur grafis yang menjadi perhatian dalam desain komunikasi visual diantaranya tipografi (huruf), garis, logo, warna, ilustrasi dan foto. 

b. Desain Interior
Desain  interior adalah kegiatan merancang  tata  letak sebuah  ruangan atau eksterior bangunan. Kegiatan perancangan  ini dimaksudkan agar sebuah  ruangan selain  sesuai  dengan  fungsinya  juga  menjadi  indah  dan  nyaman.  Benda-benda yang  ada  dalam  ruangan  tersebut  dipilih  dan  ditata  sedemikian  rupa  sehingga menjadi satu kesatuan, serasi dan harmonis. 

Yang  menjadi  perhatian  dalam  perancangan  interior  berdasarkan fungsinya, termasuk juga pemilihan warna dinding, hiasan-hiasan yang menempel di  dinding,  mebelair  (kursi,  meja,  tempat  tidur  dsb.),  lampu  (pencahayaan), akustik (suara), lantai, langit-langit dan lain sebagainya.

Artikel Terkait

Next Article
« Prev Post
Previous Article
Next Post »