Spesifikasi Komponen Server Untuk Aplikasi Jaringan Komputer

Desember 13, 2017
Komponen Server Untuk Aplikasi Jaringan Komputer
Spesifikasi  komponen  server  sedikit  berbeda  dengan  komputer  desktop,  yang  perlu  kita perhatikan saat membangun komputer server adalah kecepatan transfer data dan proses. Kecepatan  transfer  data  dipengaruhi  oleh  lebar  jalur  data  motherboard,  kapasitas  memor y, cache  perangkat  keras  dan  bandwidth  perangkat  jaringan  LAN  Card.     Kecepatan  proses dipengaruhi oleh jenis prosessor dan frekuensi CPU.

Gambar dibawah ini menunjukkan  bagian  terpenting  komponen  komponen   server.  Kita  memilih komponen server dengan pertimbangan  kecepatan transfer data, kecepatan proses data danbandwidth maksimum transfer data yang melalui jaringan LAN (Local Area Networking).

Spesifikasi Komponen Server Untuk Aplikasi Jaringan Komputer

Server pada dasarnya memiliki karakteristik yang agak berbeda dari PC Desktop, Walaupun pada dasarnya menggunakan teknologi yang sama.

• Processor Intel Xeon seri 3000, 5000 dan 7000
Saat ini processor Xeon lebih baik untuk digunakan untuk server. Processor Xeon menggunakan socket LGA 755 dan mendukung konfigurasi Dual Processor (DP) dan multi Processor (MP). Seri Xeon 7000 merupakan processor lama yang masih meenggunakan socket lama (socket-604). Bagi Anda yang membutuhkan komputasi yang berat, dapat memilih intel itanimum2 yang mulai dijual retail.

• Motherboard Intel
Motherboard Intel memiliki dua tipe, yaitu Dual Socket (untuk dua processor) dan single Socket (satu processor). Motherboard server rata-rata menggunakan kode “S” di  depannya. Contoh S5000xxx (untuk Xeon 5000 dual), S3000xx (untuk Xeon 3000 single). Utnuk motherboard non-Xeon biasanya tidak menggunakan kode 5000 atau 3000 di atas, namun seri S975XBX2 (untuk processor Core 2 Duo) dan X38ML (untuk Core 2 Quad)

• RAM Memory
RAM menggunakan DDR1/DDR2/DDR3 ECC Registered atau FBDIMM. Visipro sudah memiliki varian produk ini. Kapasitas yang dianjurkan untuk server adalah minimal 1 GB (dengan 2x 512MB in Dual Channel). Kapasitas rata-rata sebuah server board adalah 4 GB – 16 GB.

• Harddisk SATA, SCSI, atau SAS
Seagate baru saja merilis HDD SATA khusus untuk server yaitu Barracuda ES yang dapat beroperasi 24-jam x 7 hari tanpa henti. Alternatif lain adalah menggunakan SCSI Seagate cheetah 10K dan 15K (68-pin dan 80-pin). 

Jika ingin menggunakan HDD berukuran 2.5” (Notebook) dengan teknologi SCSI, dapat menggunakan Seagate Savvio. Antarmuka HDD yang belakangan berkembang adalah SAS (serial Attached SCSI) yaotu SCSI berbasis teknologi serial. SAS kompatibel dengan SATA (tapi SATA tidak kompatibel dengan SAS). Seagate sudah merilis versi ini, yaitu Cheetah SAS.

• RAID Controller
Hampir semua MB server mengadopsi konfigurasi RAID pada sistemnya, seperti RAID 0, 1, 5, dan 10. Konfigurasi RAID ini umumnya berjalan di HDD SATA dan SAS. Tapi mungkin untuk linux masih lebih gampang menggunakan software RAID.

• Dual Ethernet Port
Perbedaan yang paling nyata antara MB server dan Desktop adalah pada jumlah port LAN yang disediakan. Server selalu menggunakan dual port, di mana port 1 digunakan untuk koneksi router, dan port 2 digunakan untuk koneksi ke Hub/Switch. Pada PC Desktop yang dijadikan server, biasanya digunakan LAN card PCI tambahan. Bagi anda yang cukup pengalaman dapat mengaktifkan load balancing agar beban server dapat maksimal dan seimbang di antara dua LAN card tersebut.

• Power Suply
Server menggunakan power suply khusus dengan daya yang cukup besar. Ini dikarenakan kebutuhan perangkat sever memang lebih besar dari pada PC Desktop. Selain itu, konektor power ke motherboard juga biasanya menggunakan jumlah pin socket yang berbeda, yaitu 24-pin dan 8-pin tambahan (desktop menggunakan 24-pin dan 4-pin tambahan). Kapasitas power suply server berkisar antara 500-800 watt. Selain itu, server tipe tertentu (high end) biasanya menggunakan fitur REDUNDANT, yaitu dua buah power suply yang mati, maka satunya dapat mem-backup sehingga server tidak perlu dimatkan (power-off).

• Chasis
Server mengenal dua tipe chasis, yaitu PEDESTAL dan RACKMOUNT. Pedestal serupa denganchasing tower pada PC Desktop, yaitu dengan posisi berdiri. Rackmount merupakan chasing dengan tipe tidur (biasanya berbentuk pipih dan tipis). Rackmount dipasang pada rack server khusus sehingga dapat diintal lebih dari satu stack (tumpukan). Pengembangan dari rackmount adalah BLADE Server, yaitu server densitas tinggi yang dibentuk dari beberapa server yang disusun secara vertikal bertumpuk (seperti roti tawar yang dipotong). Blade server umumnya dibutuhkan oleh perusahaan dengan kapasitas besar dengan fungsi server yang berbedda-beda.

Tips dalam Memilih Aplikasi untuk Server
Dalam memilih aplikasi untuk server, maka terlebih dahulu harus diketahui jenis-jenis aplikasi yang dibutuhkan oleh calon pengguna jaringan.  Aplikasi Server adalah aplikasi komputer yang berfungsi melayani permintaan akses dari komputer klien. Beberapa aplikasi untuk server dapat dikategorikan dalam beberapa keperluan, yaitu:

1. Sebagai penyedia/penunjang  layanan aplikasi jaringan komputer, seperti DNS Server, Web Server, Mail Server, Database Server  dan aplikasi server  lainnya  yang menunjang  layanan apikasi jaringan.

2. Sebagai    pengelola    lalu   lintas   jaringan    (traffic),    seperti   routing,   monitoring    traffic jaringan/network management sistem (NMS). 

Artikel Terkait

Next Article
« Prev Post
Previous Article
Next Post »