Masalah yang Sering Dihadapi Pada Lahan Sawah Irigasi

Januari 07, 2018
Sawah adalah lahan pertanian yang berpetak-petak dan dibatasi oleh pematang (galengan), saluran untuk menahan/menyalurkan air, yang biasanya ditanami padi sawah tanpa memandang dari mana diperolehnya atau status tanah tersebut. atau Sawah adalah lahan usahatani yang secara fisik permukaan tanahnya rata, dibatasi oleh pematang, dapat ditanami padi dan palawija / tanaman pangan lainnya.

Masalah yang Dihadapi Pada Lahan Sawah Irigasi

Kebanyakan sawah digunakan untuk bercocok tanam padi. Untuk keperluan ini, sawah harus mampu menyangga genangan air karena padi memerlukan penggenangan pada periode tertentu dalam pertumbuhannya. Untuk mengairi sawah digunakan sistem irigasi dari mata air, sungai atau air hujan.

Lahan sawah memiliki multifungsi dalam bentuk mitigasi banjir, mengendalikan erosi dan sedimentasi, pendaur ulang sumberdaya air, mitigasi peningkatan suhu udara, penampung dan pendaur ulang sampah organik, mengurangi kadar nitrat air tanah, detoksifikasi kelebihan unsur hara dan residu pestisida, serta penambat karbon (Agus dan Irawan, 2004).

Berdasarkan pengairannya lahan sawah dibedakan atas berbagai macam salah satunya adalah Sawah Berpengairan (Irigasi) yaitu lahan sawah yang memperoleh pengairan dari sistem irigasi, baik yang bangunan penyadap dan jaringan-jaringannya diatur dan dikuasai dinas pengairan PU maupun dikelola sendiri oleh masyarakat.

Lahan sawah irigasi terdiri atas :
a) Lahan sawah irigasi teknis.
b) Lahan sawah irigasi setengah teknis
c) Lahan sawah irigasi sederhana.
d) Lahan sawah irigasi non PU

Sebagian besar wilayah lahan sawah irigasi telah dilakukan pertanaman dengan indeks pertanaman (IP) 200, yaitu di awal musim hujan 1 kali (panen Januari – April) dan akhir musim hujan 1 kali (panen Mei – Agustus). Sistem pertanaman dilakukan secara serentak, baik saat tanam maupun panen. Hal ini dilakukan agar memudahkan dalam pengaturan tata air, pendampingan oleh petugas lapangan dan memudahkan dalam mengendalikan hama-penyakit yang mungkin timbul.

Penyebaran aktivitas kegiatan usahatani yang merata sepanjang tahun bagi masyarakat tani di pedesaan penting untuk diupayakan. Pengelolaan usahatani di lahan sawah irigasi yang dibangun dalam upaya memberikan tambahan pasokan air irigasi memiliki peluang untuk dapat diupayakan mampu memberikan lapangan kerja bagi petani sepanjang waktu di pedesaan.

Masalah yang masih dihadapi pada lahan sawah irigasi ini antara lain adalah sebagai berikut :
1) Intensitas pertanaman (IP) masih rendah,

2) Pada saat penyiapan lahan dan panen raya yang berlangsung serentak mengalami kekurangan tenaga kerja dan sulit memperoleh saprodi,
3) Penggunaan alat mesin pertanian (traktor, RMU, box drier), tenaga kerja maupun infrastruktur tidak efektif, karena dalam 1 tahun hanya digunakan ± 3 bulan saat tanam dan panen,
4) Harga jual gabah merosot saat panen raya dan penyediaan benih sangat kurang saat tanam serentak, dan

5) Sistem tunda jual hasil padi tidak memberikan nilai tambah yang layak dan bahkan membutuhkan biaya tambahan, karena pemerintah menetapkan harga dasar sebagai penyangga sehingga harga gabah relatif sama.

Selain digunakan untuk pengairan sawah irigasi, air irigasi dapat juga digunakan untuk aspek lainnya diantaranya aspek pemanfaatan air irigasi adalah digunakan untuk sebagai berikut :

1. Embung
Bangunan kolam dengan ukuran relatif jauh lebih kecil dibanding waduk yang berfungsi untuk menampung air permukan (Run-off) dari suatu areal tangkapan air yang tidak terlalu luas di musim penghujan, kemudian dimanfaatkan airnya pada musim kemarau pada saat diperlukan.

2. Check-dam
Bangunan pengendali sedimen hasil erosi yang dibangun pada jurang / alur drainase alami menyerupai bendung sehingga selain berfungsi sebagai pengendap meterial dan partikel kasar tanah, air yang ada dapat dimanfaatkan untuk keperluan irigasi, budidayaikan, keperluan domestik, dan lain – lain.

3. Sumur Resapan
Bangunan sumur untuk menangkap aliran permukaan yang ada yang dapat dibangun dihulu maupun dihilir baik dikawasan pemukiman, industri, hutan, dan lain - lain. Bermanfaat untuk: mengurangi aliran permukaan, mencegah banjir, erosi, tanah longsor, meningkatkan penyediaan air tanah, mencegah intrusi air laut, memelihara mata air, dll.

4. Bendungan
Adalah usaha untuk menaikkan tinggi permukaan air, mengarahkan air sungai dengan cara membendung sungai mengumpulkannya dengan reservoar sebelum dialirkan ke saluran pembawa. Dengan demikian pada musim hujan air dapat disimpan dan dialirkan pada musim kemarau, selain untuk air pengairan digunakan juga untuk air minum dan energi.

5. Daerah Irigasi
Adalah kesatuan wilayah yang mendapat air dari satu jaringan irigasi yang bisa disingkat dengan D I.

6. Dam Parit
Adalah Bangunan / dam yang ditempatkan pada alur-alur hidrologi alam untuk menekan laju run-off dan menampungnya untuk dimanfaatkan sebagai sumber air irigasi.

7. Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air
Adalah istilah umum untuk wadah kelembagaan dari sejumlah Perkumpulan Petani Pemakai Air yang memanfaatkan fasilitas irigasi yang bersepakat bekerjasama dalam pengelolaan suatu daerah pelayanan irigasi.

8. Irigasi
Adalah usaha penyediaan dan pengaturan air untuk menunjang usaha pertanian.

9. Irigasi Setengah Tekhnis
Keadaan airnya dapat diukur disetiap tingkatan penyaluran dan pembagian air, biasanya dibangun dan dikelola pemerintah.

10. Irigasi Sederhana
Keadaan airnya tidak dapat diukur disetiap jenis penyaluran dan pembagian air biasanya dibangun dan dikelola oleh petani / masyarakat.

11. Irigasi Tadah Hujan
Sumber air berasal dari air hujan jatuh langsung dipetakan, dilengkapi dengan saluran pembawa dan pembuang di TUT.

12. Jaringan Irigasi
Adalah saluran dan bangunan yang merupakan satu kesatuan dan diperlukan untuk pengaturan air irigasi yang mencakup penyediaan, pengambilan, pembagian.

13. Jaringan Tersier
Adalah jaringan irigasi yang berfungsi sebagai prasarana pelayanan air di dalam petak tersier yang terdiri dari saluran pembawa yang disebut saluran tersier, saluran pembagi yang disebut saluran kuarter dan saluran pembuang, berikut saluran bangunan turutan serta pelengkapnya. Termasuk dalam hal ini jaringan irigasi pompa yang luas areal pelayanan disamakan dengan areal tersier.

14.  Jaringan Utama
Adalah jaringan irigasi yang berada dalam satu sistem irigasi, mulai dari bangunan utama (bendung/ bendungan) saluran induk/primer, saluran sekuder dan bangunan sadap serta bangunan pelengkapnya.

15. Perkumpulan Petani Pemakai Air
Adalah istilah umum untuk kelembagaan pengelola irigasi termasuk irigasi pompa atau reklamasi rawa yang menjadi wadah petani pemakai air dalam suatu daerah pelayanan irigasi termasuk irigasi pompa atau reklamasi rawa yang dibentuk secara demokratis.

16. Saluran Sekunder
Adalah saluran pembawa air irigasi yang mengambil air dari bangunan bagi di saluran primer yang berada dalam jaringan irigasi.

Inilah Faktor Yang Mempengaruhi Laju Reaksi Enzimatik

Januari 06, 2018
Faktor Yang Mempengaruhi Laju Reaksi Enzimatik

Inilah Faktor Yang Mempengaruhi Laju Reaksi Enzimatik

1. Konsentrasi Enzim dan Substrat
Konsentrasi enzim dan substrat sangat berpengaruh terhadap laju reaksi enzim, karena makin besar konsentrasi enzim makin tinggi pula kecepatan reaksi, dengan kata lain konsentrasi enzim berbanding lurus dengan kecepatan reaksi. Sedangkan peningkatan konsentransi substrat dapat meningkatkan kecepatan reaksi bila jumlah enzim tetap. Namun pada saat sisi aktif semua enzim berikatan dengan substrat, penambahan substrat tidak dapat meningkatkan kecepatan reaksi enzim selanjutnya. (E-dukasi. 2010)

2. pH
Perubahan pH dapat mempengaruhi perubahan asam amino kunci pada sisi aktif enzim, sehingga menghalangi sisi aktif bergabung dengan substratnya. Setiap enzim dapat bekerja baik pada pH optimum, masing-masing enzim memiliki pH optimum yang berbeda. Sebagai contoh : enzim amilase bekerja baik pada pH 7,5 (agak basa), sedangkan pepsin bekerja baik pada pH 2 (asam kuat/sangat asam). (E-dukasi. 2010)

Seperti protein pada umumnya, struktur ion enzim tergantung pada pH lingkungannya. Enzim dapat berbentuk ion positif, ion negatif, atau ion bermuatan ganda. Dengan demikian perubahan pH lingkungan akan berpengaruh terhadap efektivitas bagian aktif enzim dalam membentuk kompleks enzim substrat. Disamping pengaruh terhadap struktur ion pada enzim, pH rendah, atau pH tinggi dapat pula menyebabkan terjadinya proses denaturasi dan ini akan mengakibatkan menurunnya aktifitas enzim. Terdapat suatu nilai pH tertentu atau daerah pH yang dapat menyebabkan kecepatan reaksi paling tinggi. pH tersebut dinamakan pH optimum. (Aurel. 2010)

3. Suhu
Suhu merupakan salah satu yang mempengaruhi laju reaksi enzim, karena apabila suhu dalam keadaan optimum (300C) maka reaksi enzim akan semakin efektif,dan apabila suhu kurang dari 300C maka reaksi enzim akan semakin lama, serta apabila suhu lebih dari 400C maka enzim akan mengalami denaturasi.

4. Produk Reaksi Senyawa Penghambat
Laju reaksi enzim juga dipengaruhi oleh reaksi senyawa penghambat, karena jika ada reaksi senyawa penghambat maka reaksi enzim akan terganggu dan menjadi lambat, sedangkan jika tidak ada reaksi senyawa penghambat maka reaksi enzim akan menjadi optimal.
Ada 2 jenis senyawa penghambat/inhibitor, yaitu :
• Inhibitor kompetitif
Molekul penghambat yang strukturnya mirip substrat, sehingga molekul tersebut berkompetisi dengan substrat untuk bergabung pada sisi aktif enzim. Contoh : sianida bersaing dengan oksigen untuk mendapatkan Hemoglobin pada rantai akhir respirasi. Inhibitor kompetititf dapat diatasi dengan penambahan konsentrasi substrat.
• Inhibitor nonkompetitif
Molekul penghambat yang bekerja dengan cara melekatkan diri pada bagian bukan sisi aktif enzim. Inhibitor ini menyebabkan sisi aktif berubah sehingga tidak dapat berikatan dengan substrat. Inhibitor nonkompetitif tidak dapat dipengaruhi oleh konsentrasi substrat. (E-dukasi. 2010).

Anabolisme
Anabolisme adalah suatu proses pembentukan senyawa yang lebih besar dari molekul-molekul yang lebih kecil, proses ini memerlukan energi.
Reaksi-reaksi anabolisme adalah :
- Fotosintesis.
- Sintesis protein.
- Sintesis lemak.

Katabolisme
Katabolisme adalah suatu proses perombakan senyawa dengan molekul besar menjadi senyawa dengan molekul yang lebih kecil, proses ini menghasilkan energi.
Reaksi-reaksi katabolisme adalah :
- Respirasi sel.
- Fermentasi.
- Glikolisis.

Pengendalian Kutu Daun (Ferrisia virgata Cockerell) dengan Beberapa Pestisda Nabati

Januari 06, 2018
Ferrisia virgata Cockerell adalah kutu bertepung putih yang tergolong hama utama pada jarak pagar. Hama ini selalu ditemukan pada pertanaman terutama pada akhir musim hujan dan selama musim kemarau di KIJP Pakuwon (Karmawati dan Rumini, 2006).

Pengendalian Kutu Daun (Ferrisia virgata Cockerell) dengan Beberapa Pestisda Nabati

Ciri-cirinya adalah ukuran tubuh cukup besar, bentuk oval, panjang sampai 4 mm, agak pipih, beberapa dengan benjolan-benjolan pendek di sepanjang sisi tubuhnya. Kutu ini meng- hasilkan sekresi lilin berwarna putih dalam tepung untuk melindungi tubuhnya (Kalshoven, 1981).

Penyebarannya sangat dibantu oleh angin, hujan, dan semut. Kutu dapat bersifat sebagai vektor. Seluruh bagian tanaman jarak pagar dapat diserang seperti pucuk, daun, bunga, dan buah. Petani sampai saat ini belum dapat melepas- kan diri dari pestisida. Walaupun harganya relatif mahal, tetapi mudah sekali digunakan dan hasilnya dapat dilihat langsung setelah perlakuan. 

Untuk menghadapi tantangan yang demikian, perlu dipilih alternatif yang cara kerjanya mirip dengan insekti- sida tetapi tidak memberikan efek terhadap lingkungan. Satu alternatif pengendalian hama yang murah, praktis, dan relatif aman terhadap kelestari- an lingkungan adalah insektisida yang bahan baku nya berasal dari tumbuhan. Insektisida tersebut dapat dibuat dengan pengetahuan yang terbatas dan mudah terurai di alam, sehingga tidak mencemari lingkungan sekitarnya termasuk manusia dan he- wan. 

Secara evolusi tumbuhan telah mengem- bangkan bahan metabolit sekunder sebagai alat pertahanan alami terhadap serangan organisme pengganggu. Tumbuhan sebenarnya kaya bahan bioaktif. Lebih dari 2.400 jenis tumbuhan yang ter- masuk ke dalam 235 famili dilaporkan mengan- dung bahan pestisida (Kardinan, 1999). 

Apabila tumbuhan tersebut dapat diolah menjadi bahan pes- tisida, maka masyarakat petani akan sangat terban- tu dengan memanfaatkan sumber daya yang ada di sekitarnya.

Ada 4 kelompok insektisida nabati yang telah lama dikenal (Oka, 1993) yaitu (1) Golongan nikotin dan alkaloid lainnya, bekerja sebagai insektisida kontak, fumigan atau racun perut, terbatas pada serangga yang kecil dan bertubuh lunak, (2) Piretrin, berasal dari Chrysanthemum cinerarifolium, bekerja menyerang syaraf pusat, dicam- pur dengan minyak wijen, talk atau tanah lempung digunakan untuk lalat, nyamuk, kecoa, hama gudang, dan hama penyerang daun, (3) Rotenon dan rotenoid, berasal dari tanaman Derris sp. dan bengkuang (Pachyrrhizus eroses) aktif sebagai racun kontak dan racun perut untuk berbagai serangga hama, tapi bekerja sangat lambat, (4) Azadirachtin, berasal dari tanaman mimba (Azadirachta indica), bekerja sebagai “antifeedant” dan selektif untuk serangga pengisap sejenis wereng dan penggulung daun, baru terurai setelah satu minggu.

Percobaan ini dilaksanakan di rumah kaca Balittro, Bogor dari bulan Februari–September 2007. Bibit jarak pagar IP-1P telah disiapkan sebelumnya sejumlah yang diperlukan selain untuk perbanyakan F. virgata dan perlakuan. Perlakuan yang dicobakan 7, yaitu 4 pestisida nabati (organeem, biji mimba, daun tembakau, kacang babi), 2 jenis pestisida yang berbahan aktif klorpirifos dan kontrol. 

Perlakuan jamur B. bassiana juga dicoba- kan secara terpisah dan dibandingkan dengan kon- trol. Satu unit percobaan terdiri atas 10 tanaman dan diulang tiga kali. Perlakuan disusun dalam ran- cangan acak kelompok. Penyemprotan (aplikasi perlakuan) dicoba dua macam, yaitu 1 minggu sekali dan 2 minggu sekali. Parameter yang diamati adalah populasi hama hidup. 

Investasi kutu daun F. virgata pada awal percobaan dimulai dengan jumlah yang sama, yaitu 10 ekor per tanaman. Pengamatan yang dilakukan tergantung pada aplikasi, kalau aplikasi hanya 4 kali dalam 2 bulan maka pengamatan empat kali. Kalau aplikasi 8 kali, maka pengamatan 8 kali sesudah aplikasi. Populasi hama pada masing-masing perlakuan sangat berfluktuasi oleh sebab itu untuk menampilkan populasi secara keseluruhan digunakan histogram. 

Terlihat bahwa penyemprotan satu kali dalam seminggu lebih dianjurkan dibandingkan dengan penyemprotan dua kali karena keempat jenis pestisida nabati dapat menekan populasi sampai 50 kutu daun per 10 tanaman dibandingkan dengan penyemprotan dua minggu sekali yang malah menaikkan populasi dari 50 menjadi 300 per 10 tanaman. Pengendalian dengan bahan kimia memang paling efektif, namun dapat membunuh serangga berguna lainnya, berdasarkan pengalaman proporsi serangga yang berguna lebih banyak dibandingkan proporsi serangga hama (Rumini, 2006).

Posisi populasi, pengaruh aplikasi pestisida nabati tidak berbeda satu sama lain kecuali dengan pestisida kimia.    

Pengaruh jamur B. bassiana cukup signifikan bila dibandingkan dengan kontrol (tanpa perlakuan). Berbeda dengan pengaruh pestisida nabati, aplikasi 2 minggu sekali tidak berbeda dengan 1 minggu sekali.  

KESIMPULAN
Pestisida nabati mudah terurai bahan aktifnya  di lapangan oleh sebab  itu  penyemprotan  seminggu sekali lebih baik hasilnya dibandingkan dua minggu sekali. Populasi F. virgata lebih rendah bila dibandingkan tanpa dikendalikan sama se- kali, tapi lebih tinggi bila dibandingkan pestisida kimiawi. Penggunaan B. bassiana lebih baik dibandingkan pestisida nabati karena populasinya lebih stabil dan lebih rendah dari kontrol.

Pengendalian Kutu Daun dengan Pestisida Nabati dan Beuveria Bassiana

Januari 05, 2018
Keberadaan hama di pertanaman ditentukan oleh fenologi tanaman dan keadaan iklim, misalnya Ferrisia virgata, walaupun ada sepanjang tahun pada pertanaman, tetapi populasinya selalu meningkat dengan berkurangnya curah hujan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh beberapa jenis pestisida nabati dan jamur Beauveria bassiana terhadap populasi F. virgata di rumah kaca.

Pengendalian Kutu Daun dengan Pestisida Nabati dan Beuveria Bassiana

Empat  jenis pestisida nabati yang digunakan adalah mimba, organeem, kacang babi, dan daun tembakau. Pada penelitian yang terpisah dicobakan jamur B. bassiana yang hanya di- bandingkan dengan kontrol. Rancangan yang digunakan adalah rancangan kelompok dengan tiga ulangan. Satu unit percobaan menggunakan 10 tanaman. 

Pada tanaman diinokulasikan dulu F. virgata yang telah diperbanyak di laboratorium, sesudah ini diperlakukan dengan pestisida nabati, B. bassiana dan kimia. Parameter yang diamati adalah jumlah serangga yang masih hidup akibat perlakuan pestisida dan jamur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat jenis pestisid nabati dapat menekan populasi kutu daun dibandingkan dengan kontrol bila disemprot seminggu sekali. Begitu pula dengan penggunaan jamur B. bassiana dapat menekan kenaikan populasi dibandingkan kontrol.

Ferrisia virgata Cockerell adalah kutu bertepung putih yang tergolong hama utama pada jarak pagar. Hama ini selalu ditemukan pada pertanaman terutama pada akhir musim hujan dan selama musim kemarau di KIJP Pakuwon (Karmawati dan Rumini, 2006).

Ciri-cirinya adalah ukuran tubuh cukup besar, bentuk oval, panjang  sampai 4 mm, agak pipih, beberapa dengan benjolan-benjolan pendek di sepanjang sisi tubuhnya. Kutu ini meng- hasilkan sekresi lilin berwarna putih dalam tepung untuk melindungi tubuhnya (Kalshoven, 1981).

Pe- nyebarannya sangat dibantu oleh angin, hujan, dan semut. Kutu dapat bersifat sebagai vektor. Seluruh bagian tanaman jarak pagar dapat diserang seperti pucuk, daun, bunga, dan buah.

Petani sampai saat ini belum dapat melepaskan diri dari pestisida.  Walaupun  harganya  relatif mahal, tetapi mudah sekali digunakan dan hasilnya dapat dilihat langsung setelah perlakuan. Untuk menghadapi tantangan yang demikian, perlu dipilih alternatif yang cara kerjanya mirip dengan insekti- sida tetapi tidak memberikan efek terhadap ling- kungan.

Satu alternatif pengendalian hama yang murah, praktis, dan relatif aman terhadap kelestarian lingkungan adalah insektisida yang bahan bakunya berasal dari tumbuhan. Insektisida tersebut dapat dibuat  dengan pengetahuan  yang terbatas  dan mudah terurai  di alam, sehingga  tidak mencemari lingkungan  sekitarnya  termasuk  manusia  dan  hewan.

Secara evolusi tumbuhan telah mengem- bangkan bahan metabolit sekunder sebagai alat pertahanan alami terhadap serangan organisme pengganggu. Tumbuhan sebenarnya kaya bahan bioaktif. Lebih dari 2.400 jenis tumbuhan yang termasuk  ke  dalam  235  famili  dilaporkan  mengan- dung bahan pestisida (Kardinan, 1999). Apabila tumbuhan tersebut dapat diolah menjadi bahan pes- tisida, maka masyarakat petani akan sangat terban- tu dengan memanfaatkan sumber daya yang ada di sekitarnya.   

Ada  4  kelompok   insektisida   nabati yang telah lama dikenal (Oka, 1993) yaitu (1) Go- longan nikotin dan alkaloid lainnya, bekerja seba- gai insektisida  kontak,  fumigan  atau  racun  perut, terbatas pada serangga yang kecil dan bertubuh lu- nak, (2) Piretrin, berasal dari Chrysanthemum cine- rarifolium, bekerja menyerang syaraf pusat, dicam- pur dengan minyak wijen, talk atau tanah lempung digunakan untuk lalat, nyamuk, kecoa, hama gu- dang, dan hama penyerang daun, (3) Rotenon dan rotenoid, berasal dari tanaman Derris sp. dan  engkuang (Pachyrrhizus eroses) aktif sebagai racun kontak dan racun perut untuk berbagai serangga hama, tapi bekerja sangat lambat, (4) Azadirachtin, berasal dari tanaman mimba (Azadirachta  indica), bekerja sebagai “antifeedant” dan selektif untuk serangga pengisap sejenis wereng dan penggulung daun, baru terurai setelah satu minggu.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk me- ngetahui pengaruh beberapa insektisida nabati dan jamur (Beauveria bassiana) terhadap populasi F. virgata.

Percobaan  ini  dilaksanakan  di  rumah  kaca Balittro,   Bogor   dari   bulan   Februari–September 2007. Bibit jarak pagar IP-1P telah disiapkan sebe- lumnya sejumlah yang diperlukan selain untuk per- banyakan   F.  virgata   dan  perlakuan.   Perlakuan yang  dicobakan  7, yaitu 4 pestisida  nabati  (orga- neem, biji mimba, daun tembakau, kacang babi), 2 jenis pestisida yang berbahan aktif klorpirifos  dan kontrol. 

Perlakuan jamur B. bassiana juga dicoba- kan secara terpisah dan dibandingkan dengan kon- trol.  Satu unit  percobaan  terdiri  atas  10  tanaman dan diulang tiga kali. Perlakuan disusun dalam rancangan acak kelompok. Penyemprotan (aplikasi perlakuan) dicoba dua macam,  yaitu 1 minggu se- kali dan 2 minggu sekali. Parameter  yang diamati adalah populasi hama hidup.

Investasi kutu daun F. virgata pada awal percobaan dimulai dengan jumlah yang sama, yaitu 10 ekor per tanaman. Pengamatan  yang dilakukan tergantung  pada  aplikasi,  kalau  aplikasi  hanya  4 kali dalam 2 bulan maka pengamatan  empat  kali. Kalau aplikasi 8 kali, maka pengamatan 8 kali se- sudah aplikasi. Populasi hama pada masing-masing perlakuan sangat berfluktuasi  oleh sebab itu untuk menampilkan  populasi secara keseluruhan  diguna- kan histogram.

Terlihat bahwa penyemprotan  satu kali  dalam  seminggu  lebih dianjurkan  dibanding- kan dengan penyemprotan dua kali karena keempat jenis pestisida nabati dapat menekan populasi sam- pai 50 kutu daun per 10 tanaman dibandingkan de- ngan penyemprotan dua minggu sekali yang malah menaikkan populasi dari 50 menjadi 300 per 10 tanaman. Pengendalian dengan bahan kimia memang paling efektif, namun dapat membunuh serangga berguna lainnya, berdasarkan pengalaman proporsi serangga yang berguna lebih banyak dibandingkan proporsi serangga hama (Rumini, 2006).

Posisi populasi terakhir disajikan, pengaruh aplikasi pestisida nabati tidak berbeda satu sama lain kecuali dengan pestisida kimia.

KESIMPULAN
Pestisida  nabati  mudah  terurai  bahan aktif- nya  di lapangan oleh sebab  itu  penyemprotan  seminggu  sekali  lebih  baik  hasilnya  dibandingkan dua minggu sekali. Populasi  F. virgata lebih ren- dah bila dibandingkan tanpa dikendalikan sama se- kali,  tapi lebih tinggi  bila dibandingkan  pestisida kimiawi. Penggunaan B. bassiana lebih baik diban- dingkan pestisida  nabati  karena populasinya  lebih stabil dan lebih rendah dari kontrol.

Contoh Judul Skripsi Prodi Agroteknologi Jurusan Pertanian

Januari 04, 2018
Berikut contoh judul skripsi Prodi Agroteknologi Jurusan Pertanian:

Contoh Judul Skripsi Prodi Agroteknologi Jurusan Pertanian

Fauzi Rahman
NPM : 2011.01.0032
Pengaruh Pemberian Pupik Organik Terhadap Tanaman Tomat Pada Lahan Rawa Lebak.
Pengaruh Pemberian Pupuk Organik yang berbeda Terhadap pertumbuhan Tanaman Tomat (nama latin) di Lahan Rawa Lebak

Hipni 
NPM : 2011.01.0038
Respon Kacang Kedelai Tehadap Pemberian Pupuk Granol Pada lahan Tegalan.
Respon Kacang Kedelai (nama latin) Tehadap Pemberian dosis Pupuk Granol yang berbeda lahan Tegalan.

M. Zikri Rahman
NPM : 2011.01.0048
Respon Pemberian Pupuk Organik Cair Terhadap Tanaman Timun Hibrida Pada Daratan Tinggi.
Respon Pemberian Pupuk Organik Cair yang berbeda Terhadap Tanaman Timun Hibrida (nama latin) di lahan rawa.

Muhammad Noor
NPM : 2011.010058
Respon Pemberian Pupuk Organik Cair Terhadap Tanaman Jagung Pada Lahan Rawa Lebak.
Respon Pemberian Pupuk Organik Cair yang berbeda Terhadap Tanaman Jagung (nama latin) di Lahan Rawa Lebak.

Misna Hartati
NPM : 2010.01.0056
Pengaruh lama perendaman dan Kedalaman Lubang Tanam Terhadap perkecambahan benih Pare.
Pengaruh lama perendaman Terhadap proses perkecambahan biji Pare (nama latin).

Mahdianor Nasrullah
NPM : 2010.01.0044
Analisis Pemberian Hormon Giberelin Terhadap Perkecambahan Benih Kemiri.
variasi Pemberian dosis Hormon Giberelin yang berbeda Terhadap Perkecambahan Benih Kemiri (nama latin).

Ismail saleh
NPM : 2010.010035
Analisis Pemberian Trikoderma Terhadap Layu Fusarium Pada Tanaman Cabe Merah.
variasi Pemberian dosis Trikoderma yang berbeda Terhadap Layu Fusarium Pada Tanaman Cabe Merah (nama latin)

Khalifah
NPM : 2010.01.0036
Respon Pertumbuhan Bayam Terhadap Pemberian Kotoran Kelelawar.
Efektivitas pemberian dosis kotoran kelelawar yang berbeda terhadap pertumbuhan bayam (nama latin) 

Heriyanto
NPM : 2010.01.0078
Respon Tanaman Kacang Panjang tehadap Pemberian Pupuk Cair di Lahan Kering.
Variasi pemberian dosis pupuk cair yang berbeda terhadap produktivitas kacang tanah di lahan kering

Akhmad
NPM: 2011.01.0012
Judul : “Respon Jangung Hibrida Terhadap Pemberian Unsur Hara Yang Berbeda” 
Respon pertumbuhan Jangung Hibrida (nama latin) Terhadap Pemberian Unsur Hara NPK” 

M. Noor 
NPM : 2011.01.0058
Pengaruh Pemberian pupuk Kandang Pada Tanaman Jagung.
Pengaruh Pemberian jenis pupuk Kandang yang berbeda terhadap pertumbuhan Jagung (nama latin).

Syahran
NPM : 2010.01.0096
Perkembangan Tanaman Jagung di Lahan Tadah Hujan Terhadap Pupuk Organik.
Penggunaan pupuk kompos yang berbeda terhadap Pertumbuhan Tanaman Jagung di Lahan Tadah Hujan.

M. Makie
NPM : 2010.01.0110
Reaksi Pupuk Organik Tehadaphasil dan Pertumbuhan Tanaman Jagung di Lahan Rawa Lebak.
Reaksi pertumbuhan jagung (nama latin) terhadp pemberian jenis pupuk organik yang berbeda

Muhammad Ansyari
NPM : 2010.01.0118
Pengaruh Pupuk Urea Terhadap Tanaman Jagung Hibrida.
Pengaruh pemberian dosis Pupuk Urea yang berbeda Terhadap produktivitas  Jagung Hibrida (nama latin).

Maya Rubiyanti
NPM : 2010.01.0052
Pengaruh pemberian dosis Bokashi Kayambang yang berbeda  Terhadap produktivitas  Tomat (nama latin) di Lahan Rawa lebak.

Salpiana
NPM : 2010.01.0083
Pengaruh Pemberian Pupuk Organik dan Kimia Terhadap Hasil Tanaman Buncis.
Efektivitas  Pemberian Pupuk Organik dan Kimia Terhadap produktivitas  kacang Buncis (nama latin).

Nordiana
NPM : 2010.01.0062
Pemanfaatan Pupuk Organik (limbah rumah tangga) terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang panjang.
Pemanfaatan Pupuk kompos limbah rumah tangga untuk meningkatkan  produktiviitas  kacang panjang (nama latin)).

Wardatul Jannah
NPM : 2011 01 0098
Pengaruh perlakuan biji pada perkecambahan terhadap hasil bibit padi (oryza sativa).  Buat judul baru yang lebih mudah dipahami, ambil salah satu obyek penelitian kemudian kembangkan jadi judul, judul yang tertulis cukup sulit untuk diaplikasikan, ok 

Dina Marida
NPM 2010.01.0018
Peranan eceng gondok sebagai media tanam dan pengaruhnya terhadap tanaman seledri.
Efektivitas penggunaan bokasi eceng gondok untuk meningkatkan produktivitas tanaman seledri (nama latin)

Fathur Rahman
NPM : 2011 01 0031
Pengaruh Sistem Pengelahan Tanah dan Pemberian Mulsa Organik Pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung Hibrida ( Zea mays L.).
Pengaruh Sistem Pengolahan Tanah yang berbeda terhadap produktivitas Jagung Hibrida ( Zea mays L.).

Selamat W
NPM 2011 01 0086
Efektifitas pemberian dosis pupuk gandasil daun pada tanaman kangkung (Ipoemea oquatica) di lahan tada hujan.
Efektifitas pemberian dosis pupuk gandasil daun yang berbeda terhadap produktivitas kangkung (Ipoemea oquatica) di lahan tada hujan.

Hardianti
NPM 2010 01 0032
Pengaruh pemberian pupuk urea terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung.
Pengaruh pemberian dosis pupuk urea yang berbeda terhadap produktivitas tanaman jagung (nama latin).

Fahma surahmi
NPM 2010 01 0024
Respon pertumbuhan tanaman tomat terhadap pupuk NPK pada rawa padang surut.
Pengaruh  pertumbuhan tanaman tomat (nama latin) terhadap pemberian pupuk NPK di rawa padang surut.

Rahmatullah
2010 01 0074
Respon pertumbuhan terong terhadap pemberian pupuk agrobos pada lahan rawa lebak.
Pengaruh  pertumbuhan terong (nama latin) terhadap pemberian dosis pupuk agrobos yang berbeda di lahan rawa lebak.

Rahmi Yati
2011 01 0066
Respon pertumbuhan dan hasil tanaman kembang kol (brassica oleracea) terhadap berbagai dosis pupuk kompos di lahan kering.
Produktivitas kembang kol (Brassica oleracea) terhadap variasi pemberian dosis pupuk kompos yang berbeda di lahan kering.

Juni.
2011 01 0042
Pengaruh pemberian penyedap rasa terhadap tanaman seledri.
Variasi  pemberian penyedap rasa terhadap pertumbuhan tanaman seledri (nama latin).

Zainal Ilmi
2010 01 0104
Respon pertumbuhan padi sawah Var. IR 66 terhadap pup[uk kandang dengan sistem satu lubang tanam satu anakan.
Pengaruh  pemberian jenis pupuk kandang yang berbeda terhadap pertumbuhan jenis padi Varietas IR 66 (nama latin)

Reza Rifqi
2011 01 0068
Pengaruh pemberian pupuk urea terhadap pertumbuhan terung.
Variasi  pemberian dosis pupuk urea yang berbeda terhadap pertumbuhan terung (nama latin).

Ilawati
NPM : 2011.01.0040
Upaya meningkatkan produktivitas  Seledri (nama latin) dengan  variasi dosis Pupuk Kotoran Sapi yang berbeda di Lahan Rawa Lebak.

Nurhayati
NPM : 2011.01.0086
Efektifitas Pemberian Pupuk Organik Padat Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kacang Tanah Pada Lahan Rawa Lebak.
Efektifitas Pemberian Pupuk Organik Padat Terhadap produktivitas Kacang Tanah di Lahan Rawa Lebak

EFRIYADI
NPM 2011.01.0018
Pengaruh pupuk kandang,pupuk hijau dan pupuk mutiara terhadap pertumbuhan dan prokduksi padi.
Efektivitas penggunaan pupuk hijau dan pupuk mutiara terhadap produktivitas  padi ciherang (nama latin)

Anita Ridha Muliani
NPM : 2011.01.0020
Pemberian Pupuk NPK Terhadap Pertumbuhan Kacang Pnajang di Lahan Kering.
Efektivitas pemberian dosis  Pupuk NPK yang berbeda Terhadap Pertumbuhan Kacang Panjang (nama latin) di Lahan Kering

Khusnul Khatimah
NPM : 2011.01.0044
Respon Pertubuhan Tanaman Padi C. Hirang Terhadap pupuk Organik di Lahan Rawa Lebak.
Variasi pemberian jenis pupuk organik yang berbeda terhadap produktivitas tanaman padi Ciherang (nama latin)

Cara Budidaya Tanaman Kelapa Mulai Pemilihan Bibit Sampai Panen

Januari 04, 2018
Kelapa (Cocos nucifera L) adalah salah satu jenis tanaman yang termasuk ke dalam suku pinang-pinangan (arecaceae). Semua bagian pohon kelapa dapat dimanfaatkan, mulai dari bunga, batang, pelepah, daun, buah, bahkan akarnya pun dapat dimanfaatkan. Batang pohon kelapa merupakan batang tunggal, tetapi terkadang dapat bercabang. Tinggi pohon kelapa dapat mencapai lebih dari 30 cm. Umur tanaman kelapa lebih 50 tahun.

Cara Budidaya Tanaman Kelapa Mulai Pemilihan Bibit Sampai Panen

Tanaman kelapa termasuk golongan tanaman tahunan karena tanaman kelapa pada umumnya berumur lebih dari satu tahun dan pemungutan  hasilnya dilakukan lebih dari satu kali dan tidak dibongkar sekali panen.

Produktivitas kelapa rakyat 0,5 – 1 ton kopra per hektar per tahun adalah rendah bila dibandingkan dengan kemampuannya untuk berproduksi sampai 2,0 ton kopra. Rendahnya produksi ini, disamping belum menggunakan bibit unggul dan kurangnya pemeliharaan juga disebabkan oleh umur tanaman yang telah tua dan lingkungan tumbuh yang tidak sesuai. Kondisi yang demikian mengakibatkan pendapatan petani kelapa sangat rendah.

Untuk meningkatkan produktivitas kelapa dan pendapatan petani, kelapa tua perlu diremajakan, kelapa yang relative muda direhabilitasi. Penanaman baru atau perluasan harus mempertimbangkan kesesuaian lingkungan, dan meningkatkan nilai tambah dari produk yang dihasilkan tidak hanya kelapa butiran, kopra atau minyak akan tetapi aneka ragam produk yang berasal dari tanaman kelapa maupun dari tanaman sela yang ditanam diantara pohon kelapa.

Peremejaan adalah mengganti tanaman tua yang produksinya rendah dengan tanaman baru yang berproduksi tinggi.

Kegiatan perluasan adalah menanam tanaman kelapa di areal baru yang lingkungannya sesuai untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman kelapa, sehingga produktivitas kelapa dalam sebesar 2,0 – 3,0 kopra atau kelapa hibrida 4,0 – 5,0 ton kopra per hekatar per tahun dapat diperoleh.

Peremajaan Tanaman Kelapa
Kriteria
• Umur tanaman kelapa lebih 50 tahun.
• Tinggi batang kelapa lebih 15 meter
• Buah kurang dan 3 butir per tahun atau 0,5 ton kopra per hektar per tahun

Benih/Bibit
• Benih unggul berasal dari Blok Penghasil Tinggi (BPT)
• Benih disiapkan 10 – 12 bulan sebelum tanam.
• Umur bibit 8 – 10 bulan.

Pembuatan Lubang
• Diantara barisan kelapa tua dipasang ajir untuk tempat pembuatan lobang tanam sesuai dengan jarak yang dipilih : 8,5 x 8,5 m atau 9 x 9 x 9 m segitiga.
• Sebulan sebelum bibit ditanam, dibuat lobang dengan ukuran 60 x 60 x 60 cm atau disesuaikan dengan berat ringannya tanah diolah, ukuran lobang lebih besar untuk tanah berat dan lebih kecil untuk tanah ringan.

Penanaman
• 2-4 minggu sebelum bibit ditanam, lobang ditimbun dengan tanah yang telah dicampur dengan 20 kg pupuk kandang dan pupuk lainnya sesuai dengan kebutuhan.
• Bibvit ditanam dibagian tengah lobang dengan kedalaman sekitar 10 cm dari permukaan tanah.

Penebangan kelapa tua
• Peremajaan yang dilakukan pada areal kelapa tua monokultur dengan jarak tanam tertaur ditebang separoh pada tahun ketiga setelah penanaman tanaman pengganti dan sisanya pada tahun keeenam atau setelah kelapa pengganti berbunga/berbuah.
• Peremajaan yang dilakukan pada areal kelapa tua monokultur yang jarak tanamnya tidak teratur danberdekatan dengan tanaman pengganti ditebang sebelum bibit ditanam.
• Peremajaan yang dilakukan pada areal kelapa tua polikultur dan tidak teratur, semua tanaman yang berada dalam jalur barisan tanaman kelapa pengganti selebar 4 m ditebang seluruhnya.

Pemeliharaan
• Pengendalian gulma dilakukan setiap dua bulan, pada tanaman muda 1,0 m di sekitar tanaman dan tanaman dewasa selebar 2,0 m.
• Pemupukan dilakukan dua kali setahun, pada awal dan akhir musim penghujan dengan takaran pupuk per pohon 0,5 – 0,7 kg ura, 0,1 – 0,4 kg TSP, dan 0,6 – 1,0 kg KCL setiap kali pemupukan.
• Pupuk diberikan melingkar pohon kelapa dengan jarak 1,0 m dari pohon untuk tanaman kelapa muda dan 2,0 m untuk tanaman dewasa ke dalam tanah sekitar 15 cm.
• Kumbang penggerek pucuk Oryctes rhinoceros dan cendawan Phytophthora palmivora penyebab penyakit busuk pada tanaman kelapa merupakan hama dan penyakit utama. Hama  oryctes dikendalikan secara hayati dengan cendawan Metharizium dan Baculvirus, sedang penyakit busuk pucuk dengan fungisida Alliete melalui infis akar

Rehabilitasi Tanaman Kelapa
Kriteria
• Tanaman kelapa relative muda, umur kurang 40  tahun.
• Pertumbuhan kelapa tidak normal, batang mulai mengecil akibat saluran drainase tidak berfungsi (pasang surut).
• Pertanaman kelapa rusak akibat serangan hama, penyakit, gulma atau tidak pernah dipupuk.
• Penanaman kelapa rusak sebagian akibat kemarau apanjang atau terbakar.
• Bila tanaman kelapa tergenang air dibuatkan parit pembuangan (drainase)
• Tanaman kelapa yang rusak berat atau mati disulam.
• Pengendalian gulma, hama dan penyakit seperti pada kegiatan peremajaan serta pemupukan berimbang berdasarkan  analisis status hara daun dan tanah.

Perluasan Tanaman Kelapa
Kesesuaian lahan dan iklim adalah syarat utama dalam melaksanakan kegiatan perluasan tanaman kelapa agar produktivitas potensial dapat dicapai, di samping pengguinaan bibit unggul

Cara yang dilakukan di masa lalau tanpa mempertimbangkan kesesuaian lahan dan iklim mengakibatkan timbulnya berbagai masalah seperti tanaman kelapa rusak atau mati akibat serangan penyakit busuk pucuk atau kekeringan.

Lahan bermasalah seperti daerah pasang surut merupakan sumber daya lahan yang akan dipakai dalam pelaksanaan perluasan di masa datang. Penggunaan teknologi tepat guna seperti trio tata air, bibit unggul, pemupukan serta pengendalian hama dan penyakit akan merubah status bermasalah menjadi potensial.

Usaha Tani
• Kebutuhan benih/bibit kelapa untuk kegiatan perluasan sama dengan pada peremajaan, demikian pula dengan kegiatan yang dilakukan di lapang seperti pengajiran, pembuatan lobang dan pemeliharaan.
• Usahatani tidak lagi monokultur akan tetapi polikultur (kelapa + tanaman sela) dan diversifikasi produk (lihat diversifikasi usaha tani) dalam bentuk suatu system usaha yang komersial.
• Petani berkelompok sehingga tercapai skala komersial, minimal 300-500 ha untuk pengolahan secara terpadu.

Versifikasi Usahatani Tanaman Kelapa
Usaha tani kelapa monokultur dengan pemilikan lahan 0,5 – 1,0 ha tidak akan mampu untuk memenuhi kebutuhan keluarga untuk hidup layak.

Reformasi ke polikultur penanamn tanaman sela semusim atau tahunan sangatlah berpeluang untuk dilakukan. Demikian pula dengan produk kelapa jangan lagi hanya menjual dalam bentuk kelapa butiran atau kopra/minyak akan tetapi harus dikembangkan dalam bentuk produksi bernilai ekonomi tinggi dan diolah secara terpadu (diversifikasi hasil.

Era mendatang selera konsumen beralih dari produk sintetis ke produk berbahan baku alami  yang beresiko rendah terhadap kesehatan. Dari tanaman kelapa berbagai produk yang demikian sangat berpeluang untuk dihasilkan.

Inilah Macam - Macam Sistem Operasi Komputer [Lengkap]

Januari 03, 2018
Sistem operasi atau dalam bahasa Inggris: operating system atau OS adalah perangkat lunak sistem yang bertugas untuk melakukan kontrol dan manajemen perangkat keras serta operasi-operasi dasar sistem, termasuk menjalankan software aplikasi seperti program-program pengolah kata dan browser web.

Inilah Macam - Macam Sistem Operasi Komputer [Lengkap]

Secara umum, Sistem Operasi adalah software pada lapisan pertama yang ditaruh pada memori komputer pada saat komputer dinyalakan. Sedangkan software-software lainnya dijalankan setelah Sistem Operasi berjalan, dan Sistem Operasi akan melakukan layanan inti umum untuk software-software itu. Layanan inti umum tersebut seperti akses ke disk, manajemen memori, skeduling task, dan antar-muka user. Sehingga masing-masing software tidak perlu lagi melakukan tugas-tugas inti umum tersebut, karena dapat dilayani dan dilakukan oleh Sistem Operasi. 

Bagian kode yang melakukan tugas-tugas inti dan umum tersebut dinamakan dengan "kernel" suatu Sistem Operasi.

Sistem Operasi secara umum terdiri dari beberapa bagian :
1.Mekanisme Boot, yaitu meletakan kernel ke dalam memory kernel, kernel dapat dikatakan sebagai inti dari Sistem Operasi.
2.Command Interpreter atau Shell, bertugas untuk membaca input berupa perintah dan menyediakan beberapa fungsi standar dan fungsi dasar yang dapat dipanggil oleh aplikasi/program maupub piranti lunak lain. Contoh dari Shell adalah : Command Prompt pada Windows XP (DOS pada Windows 98), XTerm dan Konsole di Mesin Linux (Unix).
3.Driver untuk berinteraksi dengan hardware sekaligus mengontrol kinerja hardware.
4.Resource Allocator. Sistem Operasi bertugas mengatur dan mengalokasikan sumber daya dari perangkat.
5.Handler. Handler berperan dalam mengendalikan sistem perangkat agar terhindar dari kekeliruan (error) dan penggunaan sumber daya yang tidak perlu.

Sekarang kita akan menilik sejarah dan perkembangan Sistem Operasi.

Menurut Tanebaum, Sistem Operasi mengalami perkembangan yang dapat dibagi ke dalam 4 generasi.
1.Generasi Awal
Perkembangan awal Sistem Operasi masih dilakukan secara manual dalam artian belum muncul adanya Sistem Operasi yang secara otomatis artinya belum mendukung layanan pekerjaan yang dapat dilakukan dalam 1 rangkaian.

2.Generasi Kedua
Di generasi ini sudah diperkenalkannya perkejaan yang dapat dilakukan dalam 1 rangkaian atau biasa disebut dengan Batch Proccessing System.

3.Generasi Ketiga
Pada generasi ketiga, Sistem Operasi sudah mendukung layanan Multi-User, Multi-Programming dan Batch Proccessing System (Multi-Task).

4.Generasi Keempat
Di masa ini, sudah diperkenankannya GUI (Graphical User Interface) yang artinya Sistem Operasi memiliki tampilan dan dengan bermodalkan mouse, End-User dapat menjalankan aplikasi/porgram atau piranti lunak.

5.Generasi Selanjutnya
Pada generasi selanjutnya diperkenalkan Sistem Operasi yang berada dalam sebuah Sistem Operasi, ini adalah contoh sebuah Sistem Operasi berbasikan Website yang berkerja di dalam sebuah Sistem Operasi. Dan generasi selanjutnya diperkenalkanlah Sistem Operasi bergerak (Mobile) pada perangkat bergerak seperti : PDA, Poket PC, dan lain sebagainya. Di generasi selanjutnya diperkenalkan juga teknologi Sistem Operasi jaringan yang sifatnya virtual, sehingga dalam 1 jaringan hanya diinstal 1 buah Sistem Operasi pada Perangkat yang bertugas menjadi Server. Selain itu, diperkenalkan pula Cross Platform Operating System yang artinya dapat menggabungkan 2 Sistem Operasi berbeda seperti : Linux dan Windows.

Dewasa ini, hampir seluruh manusia memiliki PC dan Mobile PC. Dikarenakan faktor harga yang selalu berubah dan kebutuhan manusia akan perangkat otomatis seperti : PC, maka manusia menjadikan PC sebagai kebutuhan utama. Seiring dengan perkembangan teknologi PC pun dibuat ringkas agar dapat dijadikan sebagai piranti otomatisasi yang bergerak (Bisa digunakan kapan saja, di mana saja dan oleh siapa saja). Contoh PC bergerak adalah : Laptop, Notebook dan NetBook, ketiga piranti tersebut juga memiliki Sistem Operasi layaknya PC. Dan sekarang saatnya kita bahas Sistem Operasi yang ada di PC.

WINDOWS (MICROSOFT WINDOWS)

Mircorost Windows atau biasa kita sapa dengan sebutan Windows adalah Sistem Operasi yang dikembangkan oleh Microsoft Corporation yang menggunakan antarmuka dengan berbasikan GUI (Graphical User Interface) atau tampilan antarmuka bergrafis.

Awalnya Windows bermula dari Ms-Dos (Microsoft Disk Operating System) yaitu sebuah Sistem Operasi yang berbasiskan teks dan Command-Line interpreter. Windows Versi pertama, Windows Graphic Environmnet 1.0 merupakan perangkat lunak yang bekerja atas arsitekstur 16-Bit dan bukan merupakan Sistem Operasi dan berjalan atas MS-DOS, sehingga untuk menjalankannya membutuhkan MS-DOS. MS-DOS sendiri sebenarnya dibuat oleh perusahaan pembuat komputer Seattle Computer Products dan barulah kemudian direkrut oleh Microsoft yang selanjutnya dibeli lisensinya.

Kemudian berkembang menjadi Windows 1.0 versi pertama Sistem Operasi dalam dunia Sistem Operasi yang berbasiskan GUI (Graphical User Interface) dan mendukung Multi-Tasking atau dapat mengerjakan banyak pekerjaan secara simultan. Setelah itu Windows 1.0 berkembang menjadi Windows 2.0, Windows 2.0 ini berbasis GUI dan mendukung penggunaan VGA (Video GraphicsArray) dan juga mendukung Multi-Tasking. Windows 2.0 juga support terhadap penggunaan Processor Intel 80286 dimana Processor Intel 80286 adalah Processor pertama dengan kemampuan untuk memproteksi area memory.

Kemudian dilanjutkan dengan generasi Windows 3.0 dimana Windows 3.0 memiliki kemampuan yang sama dengan Windows sebelumnya dan ditambah dukungan kartu grafis SVGA atau XGA dan juga icon yang lebih baik. Dalam era tersebut, Microsoft juga menyediakan SDK (Software Development kit) sehingga para developer piranti lunak dapat mengembangkan aplikasi/programnya agar mampu berjalan di Windows 3.0 ini. Windows 3.0 juga memperkenalkan adanya Virtual Device Driver (VXD) dimana dapat berguna untuk meminimalisasi ketergantungan pada setiap driver pada perangkat keras tertentu. Windows 3.0 kemudian berevolusi menjadi Windows 3.1 yang sudah diperkenalkan dengan fitur Multimedia dan True Type Font selain itu juga memudahkan End-User karena adanya fitur Drag and Drop dan akhirnya Windows versi 3 ini berkembang menjadi Sistem Operasi yang sudah mengenal NetWorking (Windows 3.11).

Setelah berkembang cukup lama akhirnya Microsoft memperkenalkan Sistem Operasi hibrida 16-Bit/32-Bit yang dikenal dengan nama Windows 95. Banyak perubahan dari Windows versi sebelumnya, yaitu : Windows 95 memiliki GUI yang lebih menarik dan atraktif, mendukung Plug and Play, mendukung penamaan yang panjang, memiliki beberapa fasilitas seperti : Browser yang terintegrasi dan Windows Explorer untuk menjelajah Windows. Selain itu juga Windows 95 memiliki fitur untuk memanajemen daya (APM) dan diperkenalkannya juga Client-Server.

Generasi penerus dari Windows 95 adalah Windows 98 dimana Windows 98 sudah mendukung VGA berbasis AGP, serta mendukung media penyimpanan ringkas seperti USB, diperkenalkannya NAT untuk berbagi koneksi Internet dan digantikannya Virtual Device Driver dengan Windows Driver Model. Ada juga beberapa fitur tambahan berupa aplikasi Microsoft Office dan Internet Explorer versi 5. Windows 98 juga sudah memiliki kemampuan-kemampuan untuk memainkan Game dan menjalankan aplikasi Multimedia.

Perkembangan selanjutnya adalah Windows ME, tidak ada yang spesial dari Windows ME selain transisi dukungan grafis dari 16-Bit ke 32-Bit dan pada era Windows ME sudah banyak pengguna rumahan yang memakainya. Windows ME pun akhrinya digantikan dengan Windows NT yang sudah mendukung arsitekstur x86 (80×86) , Intel IA64 dan AMD64 (x64) serta mendukung grafis 32-Bit. Windows NT sebenarnya dibangun dari pengembangan IBM OS/2 dan Windows NT juga banyak digunakan dalam jaringan komputer. Windows NT juga memperkenalkan File System NTFS yang lebih baik dari FAT maupun FAT-32.

Selanjutnya Windows NT berkembang menjadi Windows 2000 banyak fitur tambahan diantaranya : Active Directory, Image Preview, Browser Internet Explorer v6, DirectX dan Open GL, Plug and Play dan Windows Driver Model yang lebih baik performanya dibanding sebelumnya. Setelah generasi Windows NT munculah Windows XP yang menawarkan banyak perubahan, mempunyai banyak fitur dan performa yang semakin mengingkat. Bisa dikatakan Windows XP merupakan Windows yang paling laris dan digandrungi oleh pengguna PC maupun perangkat PC bergerak (Mobile). Seiring dengan kebutuhan akan networking maka Microsoft Corporation mengeluarkan Sistem Operasi yang berkonsentrasi pada jaringan, yaitu : Windows Server 2003. Bisa dibilang Windows Server 2003 adalah reinkarnasi dari Windows NT.

Banyak sekali fitur yang ditawarkan pada Windows Server 2003 ini salah satunya adalah diperkenalkannya platform .Net. Diperkenalkan juga fitur Domain Controller Server, PKI (Public Key Infrastructure) Server, Domain Name System (DNS), Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP), Windows Internet Name Service (WINS), Microsoft IIS, dan lain sebagainya. Microsoft pun melanjutkan perkembangan Sistem Operasi dengan Windows Vista (Longhorn), ini merupakan revolusi dari Windows XP. Windows Vista lebih mengutamakan interface atau penampilan grafis antarmuka dibandingkan dengan performa, dibuktikan dengan adanya fitur : AERO, Sidebar, dan lain sebagainya.

Windows Vista juga menawarkan tingkat keamanan yang lebih baik dibandingkan dengan Windows XP, karena pada Windows Vista diperkenalkan adanya Windows Firewall with Advanced Security, Windows Defender, Parental Control, User Account Control (UAC), BitLocker Drive Encryption, ASLR. Windows Vista juga sudah mengenal IPv6, DirectX versi terbaru, dan arsitekstur 64-Bit. Perkembangan selanjutnya adalah transisi dari Windows Server 2003 menjadi Windows Home Server yang ditujukan sebagai File Server untuk rumahan. Windows Server juga mengenalkan beberapa teknologi yaitu : Headless Operation (Server tidak membutuhkan monitor atau keyboard untuk memanjemen perangkat), Kontrol jarak jauh, Pemantauan kesehatan komputer, Sharing dan Streaming.

Generasi berikutnya ditandai dengan munculnya penggabungan Sistem Operasi Windows Vista dengan Windows Server, yaitu Windows Server 2008. Fitur Windows Vista dan Windows Server digabung menjadi satu padu untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan End-User. Selanjutnya Windows Server 2008 berkembang menjadi Windows Server 2008 R2. Versi terakhir Sistem Operasi besutan Windows adalah Windows 7, Windows 7 dirilis untuk menggantikan kekurangan Windows XP dan kelebihan Windows Vista. Boleh dikatakan jikalau Windows 7 adalah fusi dari Windows XP dan Windows Vista, tidak seperti pada Windows Vista, Windows 7 memiliki performa yang lebih baik dari Windows Vista.

UNIX

UNIX adalah Sistem Operasi yang diciptakan oleh Ken Thompson dan Dennis Ritchie, dikembangkan oleh AT&T Bell Labs. UNIX didesain sebagai Sistem Operasi yang portabel, Multi-Tasking dan Multi-User. Sistem Operasi UNIX lebih menekankan diri pada Workstation dan Server, Karena faktor ketersediaan dan kompatibilitas yang tinggi menyebabkan UNIX dapat digunakan, disalin dan dimodifikasi sehingga UNIX pun dikembangkan oleh banyak pihak dan menyebabkan banyak sekali varian dari UNIX ini.

UNIX sendiri ditulis dalam bahasa C sehingga UNIX pun mirip dengan DOS yaitu Line/Text Command Based selain itu UNIX pun merupakan Sistem Operasi yang secure dibanding dengan Sistem Operasi lain, karena setiap file, direktori, user dan group memiliki set izin tersendiri untuk diakses. Karena adanya dukungan Proyek GNU, maka selanjutnya UNIX berkembang menjadi LINUX (Salah satu varian UNIX).

LINUX

Awalnya dikembangkan oleh Linus Torvalds yang pada mulanya sekedar emulasi terminal yang dibutuhkan untuk mengakses server UNIX di Universitasnya. Linux merupakan kloningan dari MINIX (Salah satu varian UNIX), peralatan sistem dan pustakanya umumnya berasal dari Sistem Operasi GNU. Linux memiliki banyak disain yang berasal dari disain dasar UNIX, Linux menggunakan Kernel Monilitik yaitu Kernel Linux yang menangani kontrol prosses, jaringan, periferal, dan pengaksesan sistem berkas. Sama seperti UNIX, Linuxpun dapat dikendalikan oleh satu atau lebih antarmuka baris perintah (Command Line Interface/CLI) berbasis teks, antarmuka pengguna grafis (Graphical User Interface/GUI) yang merupakan konfigurasi bawaan untuk versi dektop.

Pada komputer Desktop, GNOME, KDE dan Xfce merupakan antarmuka pengguna yang paling populer diantara varian antarmuka pengguna lainnya. Sebuah sistem Linux menyediakan antarmuka baris perintah lewat sebuah Shell (Konsole). Perbedaan utama antara Linux dan Sistem Operasi Populer lainnya terletak pada Kernel Linux dan komponen-komponennya yang bebas dan terbuka. Sama seperti pada UNIX, Linux berkonsentrasi pada Workstation dan Server banyak Workstation dan Server yang mengandalkan Linux karena Linux sangat stabil digunakan untuk jangka waktu lama dan Linuxpun kebal terhadap Malware.

Satu hal yang membedakan Linux terhadap Sistem Operasi lainnya adalah harga. Harga Linux ini kebanyakan Gratis walaupun ada juga yang berbayar (Lisensi). Linux dapat didistribusikan tanpa harus memberikan royalty kepada seseorang. Linux disusun berdasarkan standard Sistem Operasi POSIX yang diturunkan dari UNIX itu sendiri. Ada beberapa macam Distro Linux, seperti : Debian, Lycoris, Xandros, Lindows, Linare, Linux-Mandrake, Red Hat Linux, Slackware, Knoppix, Fedora, Suse, Ubuntu.

IBM OS/2

Sistem Operasi IBM OS/2 ini dibuat secara bersama-sama oleh International Bussiness Machine Corporation dan Microsoft Corporation, untuk digunakan pada komputer IBM sebagai pengganti Sistem Operasi DOS. Kata OS/2 adalah singkatan dari Operating System/2, Sistem Operasi ini didesain agar dapat menggunakan kemampuan penuh dari Mikroprosessor Intel 80286 , termasuk diantaranya adalah Modus terproteksi (Protected Mode), mampu menjalankan tugas secara Simultan, serta mendukung Memori Virtual, dengan tetap mempertahankan kompatibilitas dengan banyak perangkat lunak MS-DOS yang beredar saat itu,

MAC OS (MACINTOSH OPERATING SYSTEM)

MAC OS atau Macintosh Operating System adalah Sistem Operasi yang dibuat oleh Apple Computer khusus untuk komputer Macintosh dan tidak kompatibel dengan komputer berbasis IBM. MAC OS merupakan Sistem Operasi pertama yang menggunakan antarmuka pengguna grafis (Graphical User Interface/GUI). Sistem Operasi Macintosh dibagi menjadi 2 jenis :

1.MAC OS Klasik
Tidak memiliki sembarang Command Line (Baris perintah), menggunakan User Interface (UI) sepenuhnya dan menggunakan Cooperative Multitasking

2.MAC OS X
MAC OS X memasukkan unsur-unsur BSD Unix, One Step, dan MAC OS X memiliki memori ala-Unix dan Pre-Emptive Multitasking.

Kelebihan MAC OS :
1.Stabil, karena menggunakan UNIX.
2.Multitasking.
3.Tampilan (UI) sangat bagus.
4.Aman dari Malware.

MAC OS X adalah garis komputer Sistem Operasi yang dikembangkan, dipasarkan oleh Apple Inc, MAC OS X adalah penerus dari MAC OS (Klasik). MAC OS X dibangun di atas XNU kernel, dengan fasilitas standar Unix tersedia dari antarmuka baris perintah.

FREE BSD

FreeBSD adalah Sistem Operasi bertipe UNIX bebas yang diturunkan dari UNIX AT&T. FreeBSD berjalan di atas sistem intel x86. FreeBSD sendiri kali pertama muncul pada tahun 1993 oleh David Greenman. Tujuan dari FreeBSD adalah menyediakan software yang dapat digunakan untuk berbagai kepentingan. FreeBSD sendiri dikembangkan dari 386BSD sebuah proyek pengembangan BSD OS yang berjalan di atas Chip Intel.

SOLARIS

Sistem Operasi Solaris adalah sebuah Sistem Operasi yang berdasarkan UNIX system yang diperkenankan oleh Sun Microsystems oada tahun 1992 sebagai pendukung SunOS. Solaris terkenal karena kestabilannya, khususnya pada sistem SPARC (Scalable Processor Architecture), Solaris disertifikasi dalam Spesifikasi UNIX walaupun pada awal pengembangannya berdasarkan kepemilikan pribadi, dan kebanyakan kode dasarnya sekarang ini merupakan Software OpenSource yang biasa dikenal dengan OpenSolaris. OpenSolaris adalah OpenSource versi Sistem Operasi Sun Solaris, tetapi Sun Solaris terdiri dari lebih beberapa kode yang tidak hanya inti dari Sistem Operasi misalnya : Source untuk Installer, Desktop, Software.

Open Solaris memiliki banyak fitur yang menjadikan OpenSolaris bisa digunakan untuk skala penggunaan yang besar dari penggunaan untuk desktop pC atau Mobile PC. 

Konsep Open Solaris adalah sebagai berikut :
1.Free Redistribution : Didistribusi secara bebas.
2.Source Code : Sumber (Source) harus tersedia untuk semua distribusi.
3.Derived Works : Setiap orang bisa mengubah kode dan mendisrtibusikan kembali.
4.No Discrimination : Kode harus disediakan untuk seseorang untuk dikembagkan.

Beberapa kelebihan OpenSolaris dibandingkan dengan Sistem Operasi lain :
1.ZFS : System Rstore.
2.DTrace L : Dapat mengamati dimana aplikasi banyak menggunakan waktunya dan berapa lama.
3.Manajemen Kegagalan : Mencegah, mendiagnosa dan memperbaiki error.
4.Zona : Mengimplementasikan sebuah abstraksi Sistem Operasi yang memungkinkan beberapa aplikasi berjalan secara terisolasi satu dengan lainnya di perangkat keras fisik yang sama.
5.Multimedia.

Chrome OS

Chrome OS adalah Sistem Operasi besutan Google yang ringan dan berbasis Linux dan standard web untuk personal computer PC. Google Chrome bekerja dengan metode Windowing atau switching (Multi-Tasking). Google Chrome OS menggunakan standard web HTML 5, yang merupakan pengembangan software di browser yang berbasis Sistem Operasi. Jika dilihat-lihat, Chrome OS ini merupakan gabungan dari Linux dan Windows Vista. Chrome OS dirilis pada pertengahan 2010.

Banyak sekali berbagai Macam Sistem Operasi Komputer yang terus berkembang, Tidak ada Sistem Operasi yang sempurna karena masing-masing Sistem Operasi memiliki daya dan ciri khas tersendiri. Walaupun ada Sistem Operasi yang berbayar, kenapa tidak kita coba Sistem Operasi yang Free alias gratis? Gratis bukan berarti buruk, baik atau buruknya sebuah Sistem Operasi bergantung pada End-Usernya sendiri. Sehingga kita harus cermat dalam memilih Sistem Operasi yang digunakan.