[Lengkap] Cara Membuat Nata De Coco dengan Berbagai Macam Metode

October 11, 2017
Nata de coco merupakan makanan hasil fermentasi air kelapa dengan bantuan Acetobacter xylinum. Nata de coco rasanya menyegarkan dan mengandung banyak serat sehingga baik untuk pencernaan. Nata de coco juga dipercaya dapat menurunkan tekanan darah tinggi dan kolesterol.

[Lengkap] Cara Membuat Nata de Coco dengan Berbagai Macam Metode

Nata berkalori rendah (kadar serat kasar 2,5%) memiliki kandungan air 98% dengan tekstur agak kenyal, padat, kokoh, putih, dan trasparan. Serat yang ada dalam nata jenis ini sangat dibutuhkan dalam proses fisiologis, bahkan dapat membantu para penderita diabetes mengatasi masalah dehidrasi.

Nata de coco merupakan produk hasil proses fermentasi dengan bantuan aktivitas Acetobacter xylinum. Nata berasal dari bahasa spanyol yang artinya terapung. Ini sesuai dengan sifatnya yaitu sejak diamati dari proses awal terbentuknya nata merupakan suatu lapisan tipis yang terapung pada permukaan yang semakin lama akan semakin tebal.

Nata De Coco merupakan jenis komponen minuman yang terdiri dari senyawa selulosa (dietry fiber), yang dihasilkan dari air kelapa melalui proses fermentasi, yang melibatkan jasad renik (mikrobia), yang selanjutnya dikenal sebagai bibit nata.

Pada prinsipnya untuk menghasilkan nata de coco yang bermutu baik, maka perlu disediakan media yang dapat mendukung aktivitas Acetobacter xylinum untuk memproduksi selulosa ekstra seluler atau yang kemudian di sebut nata de coco.

Sebelum membuat nata de coco sebelumnya harus terlebih dahulu kita menyiapkan stater atau bibit nata de coco:

Cara membuat starter atau bibit nata de coco
Starter yang dimaksud adalah suatu bahan inokulan yang mengandung bakteri, dalam hal ini adalah acetobacter. Syarat suatu bahan nata adalah mengandung cukup gula. Bakteri memakan dan mencerna glukosa (zat gula) tersebut menjadi serat.

Proses dari pembuatan nata melibatkan bakteri acetobacter xilinium yang mampu membentuk asam dari glukosa, etil, dan alcohol. Bakteri itu tidak membentuk indol dan mempunyai kemampuan meng oksidasi asam asetat (cuka) menjadi CO2 dan H2O.

Untuk mendapatkan starter / ragi nata secara praktis dengan membeli di LIPI atau Balai Penelitian lainnya, harganya juga sangat terjangkau. Atau bisa juga mencoba ditanyakan ditoko yang biasa menjual ragi, seperti ragi tempe, ragi tape, yeast roti dll. Jika ternyata ditempat anda sulit mendapatkan, maka kita dapat membuat sendiri dari buah nanas.

[Lengkap] Cara Membuat Nata de Coco dengan Berbagai Macam Metode

Bahan dan alat:
- Blender
- Saringan
- Corong
- Baskom kecil
- Botol kaca bening bekas sirup (sudah dicuci bersih dan steril)
- 1 Buah Nanas matang
- Air
- Gula pasir

Caranya:
- Kupas nanas matang lalu cuci sampai bersih. Selanjutnya potong kecil-kecil.
- Masukkan potongan nanas di blender sampai halus lalu tuangkan diatas saringan dalam baskom kecil, peras ampas jus nanas yang ada di atas saringan sampai kering.
- Campurkan sari nanas dengan air bersih dan gula dengan perbandingan 6:3:1, ukur sesuai kebutuhan.
- Aduk larutan tersebut samai semua bahan larut dan tercampur rata. Selanjutnya tuang ke dalam botol bening dengan menggunakan corong supaya tidak tumpah.
- Tutup mulut botol dengan kain bersih dan ikat dengan kuat. Simpan di dalam suhu ruangan selama 2-3 minggu.
- Cek setelah masa penyimpanan berakhir, jika sudah ada lapisan putih di atas sari nanas dalam botol, berarti starter sudah jadi. Lapisan putih itulah yang disebut bakteri Acetobacter xylinum untuk bibit Nata de Coco.

Cara pembuatan nata de coco dalam skala kecil
Bahan dan alat
– 4 liter air kelapa murni dengan pH 3-4
– 1 botol bibit bakteri Azetobacter xylinum
– 0,6 gram pupuk urea/ZA
– 20 ml cuka/liter air kelapa
– 100 gram gula/liter air kelapa

Cara membuat  nata de coco
– Panaskan air kelapa. Masukkan pupuk, cuka, dan gula. Masak sampai mendidih.
– Masukkan ke loyang, tutup dengan kertas koran. Simpan dengan suhu 28-31 C selama 1 hari.
– Buka tutupnya sedikit, masukkan bibit bakteri sebanyak 100-150 cc. Tutup kembali. Simpan selama 6-7 hari.
– Air kelapa menjadi padat. Potong-potong dadu nata de coco tersebut.
– Rendam dalam air bersih hingga rasa asamnya hilang. Agar tahan lama, rebus selama 5-10 menit.

Cara membuat nata de coco dari air kelapa
Pemanfaatan limbah pengolahan kelapa berupa air kelapa merupakan cara mengoptimalkan pemanfaatan buah kelapa. Limbah air kelapa cukup baik digunakan untuk substrat pembuatan Nata de Coco. Dalam air kelapa terdapat berbagai nutrisi yang bisa dimanfaatkan bakteri penghasil Nata de Coco. Nutrisi yang terkandung dalam air kelapa antara lain : gula sukrosa 1,28%, sumber mineral yang beragam antara lain Mg2+ 3,54 gr/l, serta adanya faktor pendukung pertumbuhan (growth promoting factor) merupakan senyawa yang mampu meningkatkan pertumbuhan bakteri penghasil nata (Acetobacter xylinum).

Alat:
- Panci
- Spatula atua pengaduk
- Kompor gas
- Lowyang atau baskom,
- Koran dan tali rafia

Bahan:
- Air kelapa 1 liter
- Bakteri starter Acetobacter Xylinum
- Asam Cuka
- Gula 100 gram
- Urea 1 gram

Cara:
- Mendidihkan air kelapa selama 3 menit (dalam keadaan mendidih)
- Tuangkan gula pasir kedalam air kelapa yang mendidih
- Matikan kompor dan biarkan air kelapa menjadi dingin
- Menuangkan asam cuka sekitar 10 ml kedalam larutan air kelapa hingga kadar ke asaman sekitar 4,5
- Tambahkan strater bakteri Acetobacter Xylinum kedalam larutan, aduk-aduk hingga merata
- Tuangkan adonan kedalam lowyang atau baskom
- Tutup bahan nata de coco dengan koran dan ikat dengan tali rafia, tunggu hingga kurang lebih 14 hri agar menjadi nata.
- Nata yang telah jadi di cuci dengan air dan rendam hingga 2-3 hari
- Setelah di rendam di rebus dengan air dan gula agar mengenyal dan manis
- Nata di iris-iris sesuai selera dan siap untuk di konsumsi

Cara membuat nata de coco dari nanas
Bahan:
- Nanas matang yang sudah dikupas, 3 buah
- Urea/ZA 0,25 gr
- Cuka 30 cc
- Starter/Bibit Nata de Coco 100 ml
- Air 2,5 liter

Caranya:
- Potong kecil-kecil nanas dan blender sampai halus dan menjadi jus. Peras dan saring air sari nanas kedalam panci. Tambahkan air, urea/za dan cuka lalu rebus sampai mendidih.

- Setelah mendidih angkat dan tuang dalam loyang datar setinggi 1,5-2 cm supaya cepat dingin dan ketebalan nata bisa optimal.

- Setelah benar-benar dingin, masukkan starter dan aduk samai rata. Tutup dengan kain bersih atau koran bersih dan rekatkan dengan selotip supaya rapat betul.

- Simpan dalam suhu ruangan selama 7-1 hari dan jangan dibuka sebelum waktunya. Jika sudah waktunya, angkat dan bilas nata nanas sebanyak tiga kali dan rendam dengan air bersih selama dua hari agar asam dari cuka hilang. Ingat, setiap hari air rendaman harus diganti.

- Terakhir, buatlah larutan kuah dari rebusan gula dan air sampai mendidih. Angkat dan dinginkan larutan kuah tersebut, lalu masukkan nata nanas ke dalamnya. Diamkan selama 1-2 jam suaya manisnya meresap. Nah, Nata de Coco nanas sudah siap di sajikan dengan es batu.

Cara membuat nata de coco dari lidah buaya
Bahan:
- Lidah buaya yang cukup umur dan berukuran besar, 5 buah
- Gula pasir 300 gr
- Asam sitrat ¼ sdt
- Air 1 liter
- Garam dapur sedikit saja

- Kupas kulit lidah buaya, buang bagian hijau dan pisahkan bagian kenyal yang transparan untuk dipakai untuk bahan nata. Cuci bersih sampai bagian lendirnya hilang. Setelah lendir hilang, angkat dan tiriskan. Selanjutnya potong lidah buaya menjadi bentuk dadu kecil-kecil.

- Panaskan air sampai mendidih dalam panci ukuran sedang. Setelah mendidih masukkan otongan lidah buaya dan masak sebentar, kira-kira 5-10 menit lalu matikan api. Angkat potongan lidah buaya dan tiriskan dalam wadah lainnya.

- Buatlah larutan air matang 1 liter dicampur dengan asam sitrat dan sedikit garam. Aduk sampai rata lalu masukkan potongan lidah buaya matang tadi pada larutan tersebut. Diamkan kurang lebih sekitar 6-12 jam, kemudian angkat potongan lidah buaya tersebut.

- Terakhir, buatlah rebusan gula dan air sampai mendidih. Dinginkan lalu masukkan potongan lidah buaya tersebut. Diamkan selama 1-2 jam agar manisnya meresap. Nata de Coco lidah buaya siap di sajikan bersama es.

Cara panen nata de coco
1. Nata yang terbentuk diambil dan dibuang bagian yang rusak (jika ada),lalu dibersihkan dengan air (dibilas). Kemudian direndam dengan air  bersih selama 1 hari.
2.Pada hari kedua rendaman diganti dengan air bersih dan direndam lagiselama 1 hari.
3.Pada hari ketiga nata dicuci bersih dan dipotong bentuk kubus (ukuransesuai selera) kemudian direbus hingga mendidih dan air rebusan yang pertama dibuang.
4.Nata yang telah dibuang airnya tadi, kemudian direbus lagi danditambahkan dengan satu sendok makan asam sitrat.

Cara mengolah nata de coco
Jika nata de coco sudah jadi, selanjutnya anda bisa membuat aneka buatan dengan bahan nata de coco seperti campuran es buah, nata de coco ditambah dengan gula  dan sirup dll, berikut beberapa aneka buatan dengan bahan nata de coco:

[Lengkap] Cara Membuat Nata de Coco dengan Berbagai Macam Metode

Cara membuat puding coklat dengan nata de coco
Bahan:
- 2 sachet agar-agar cokelat
- 1/2 kaleng susu kental manis putih
- Gula pasir secukupnya
- 4 gelas air matang
- 1 bungkus nata de coco

Caranya:
- Masukkan agar-agar cokelat ke dalam panci. Kemudian tuang air sedikit-sedikit supaya agar-agar tidak menggumpal.
- Cairkan susu dan gula dengan air panas secukupnya. Tuang ke dalam panci yang sudah terisi agar-agar.
- Masak sambil diaduk-aduk supaya agar-agar tidak menggumpal.
- Setelah mendidih, matikan api.
- Letakkan nata de coco dalam cetakan.
- Terakhir, tuang agar-agar perlahan ke dalam cetakan yang berisi nata de coco.
- Hidangkan saat dingin.

Cara membuat es melon dengan nata de coco
Bahan:
- 500 gr melon hijau serut kasar dan besar
- 500 gr melon orange juga diserut kasar besar
- 100 gr nata de coco
- 2 sdm selasih kemudian rendam dalam air terlebih dahulu
- Sirup melon secukupnya
- Susu kental manis putih
- Es serut secukupnya

Caranya:
- Siapkan gelas saji lalu beri beberapa sendok serutan buah melon ke dalam gelas
- Tambahkan nata de coco juga biji selasih yang telah mengembang karena direndam terlebih dahulu lalu tambahkan juga es batu yang telah diserut, beri es secukupnya saja.
- Es melon nata de coco siap disajikan

Cara membuat es nangka  dari nata de coco kuah santan
Bahan:
- 100 g nata de coco
- 5 nangka matang yang sudah diambil bijinya, potong dadu
- 1 sdt biji selasih kering, rendam dalam air mengembang
- 100 g cincau hitam, potong dadu
- 10 sdm susu kental manis putih
- Es serut

Kuah:
- 750 ml santan dari 1/2 butir kelapa
- 250 g gula pasir
- 4 lembar daun jeruk, buang tulang daunnya
- 1/2 sdt garam

Caranya:
- Campur semua bahan kuah yang telah disediakan kemudian aduk rata. Masak di atas api sedang sembari diaduk sampai mendidih lalu angkat dan sisihkan.
- Siapkan gelas saji,  masukkan 2 sdm cincau hitam, 2 sdm nata de coco, 2 sdm nangka, 2 sdm selasih dan juga 2 sdm susu kental manis putih.
- Setelah itu beri es serut diatasnya, siram dengan kuah santan.
- Es nangka nata de coco kuah santansiap untuk disajikan.

Cara membuat jus kurma dengan nata de coco
Bahan:
- 10 buah kurma.
- Susu putih secukupnya
- Air putih matang secukupnya
- 1 bungkus nata de coco

Caranya
- Blender kurma, susu cair, dan air putih sesuai selera.Sebaiknya jangan terlalu halus karena tekstur jadi tidak terbentuk.
- Tuang jus kurma ke dalam gelas yang sudah dimasukan nata de coco.
- Tambahkan batu es sesuai selera lalu sajikan .

Sejarah pembuatan nata de coco
Dalam sejarahnya, industri pembuatan nata diawali di tingkat rumah tangga, yaitu dengan menggunakan sari buah nanas sebagai bahan bakunya. Produk yang dihasilkan diberi nama nata de pina. Oleh karena nanas bersifat musiman, industri pembuatan nata de pina tidak dapat berlangsung sepanjang tahun. Untuk mengatasi hal tersebut, dicari alternatif penggunaan bahan lain yang bisa tersedia dengan mudah sepanjang tahun dan murah harganya. Pilihan tersebut kemudian jatuh pada air kelapa, yaitu limbah dari industri pembuatan kopra atau minyak goreng. Nata yang dihasilkan dari air kelapa disebut nata de coco.
                       
Di Indonesia, nata de coco mulai dicoba pada tahun 1973 dan mulai diperkenalkan pada 1975. Produk ini mulai dikenal luas di pasaran sejak tahun 1981. Dengan semakin digemarinya nata de coco di Indonesia, mulailah bermunculan beberapa industri pengolah nata de coco di Tanah Air. Selanjutnya nata de coco dapat dikembangkan sebagai salah satu komoditas ekspor ke berbagai negara nontropis, seperti Jepang, Amerika Serikat, dan negara-negara di Eropa. Permintaan nata de coco akan meningkat tajam pada saat menjelang hari raya Natal, Lebaran, Tahun baru, dan peristiwa-peristiwa penting lainnya

Faktor-faktor yang mempengaruhi dalam pembuatan nata de coco
Untuk menghasilkan produksi nata yang maksimal perlu diperhatikan faktor-faktor sebagai berikut.                                                                                          
1. Temperatur ruang inkubasi                                                                                        
Temperatur ruang inkubasi harus diperhatikan karena berkaitan dengan pertumbuhan bakteri Acetobacter Xylinum dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Pada umumnya suhu fermentasi untuk pembuatan nata adalah pada suhu kamar (280C). Suhu yang terlalu rendah atau terlalu tinggi akan mengganggu pertumbuhan bakteri pembentuk nata, yang akhirnya juga menghambat produksi nata.  (Budiyanto, 2004).    

2. Jenis dan konsentrasi Medium
Medium fermentasi ini harus banyak mengandung karbohidrat (gula) di samping vitamin dan mineral, karena pada hakekatnya nata tersebut adalah slime (menyerupai lendir) dari sel bakteri yang kaya selulosa yang diproduksi dari glukosa oleh bakteri Acetobacter Xylinum. Bakteri ini dalam kondisi yang optimum memiliki kemampuan yang luar biasa untuk memproduksi slime sehingga slime tersebut terlepas dari sel vegetatif bakteri dan terapung-apung di permukaan medium. Pembentukan nata terjadi karena proses pengambilan glukosa dari larutan gula yang kemudian digabungkan dengan asam lemak membentuk precursor (penciri nata) pada membran sel. Prekursor ini selanjutnya dikeluarkan dalam bentuk ekskresi dan bersama enzim mempolimerisasi glukosa menjadi selulosa yang merupakan bahan dasar pembentukan slime. Kadar karbohidrat optimum untuk berlangsungnya produksi nata adalah 10%. (Palungkun, 1992).

3. Jenis dan konsentrasi stater
Pada umumnya Acetobacter Xylinum merupakan stater yang lebih produktif dari jenis stater lainnya, sedang konsentrasi 5-10% merupakan konsentrasi yang ideal(Rahman, 1992).

4. Kebersihan alat
Alat-alat yang tidak steril dapat menghambat pertumbuhan bakteri Acetobacter Xylinum. Sedangkan alat-alat yang steril dapat mendukung pertumbuhan bakteri Acetobacter Xylinum.

5. Waktu fermentasi
Waktu fermentasi yang digunakan dalam pembuatan nata umumnya 2-4 minggu. Minggu ke-4 dari waktu fermentasi merupakan waktu yang maksimal produksi nata, yang berarti lebih dari 4 minggu, maka kualitas nata yang diproduksi akan menurun.

6. pH fermentasi
Derajat keasaman yang dibutuhkan dalam pembuatan nata adalah 3-5 atau dalam suasana asam. Pada kedua kondisi pH optimum, aktifitas enzim seringkali menurun tajam. Suatu perubahan  kecil pada pH dapat menimbulkan perbedaan besar pada kecepatan beberapa reaksi enzimatis yang amat penting bagi organisme.

7. Tempat fermentasi
Tempat fermentasi sebaiknya tidak terbuat dari logam karena mudah korosif yang dapat mengganggu pertumbuhan mikroorganisme pembentuk nata. Di samping itu tempat fermentasi sebaiknya tidak terkena cahaya matahari langsung, jauh dari sumber panas, dan harus berada dalam kondisi steril. Selain itu, dalam pembuatan nata juga harus diperhatikan bahwa selama proses pembentukan nata langsung harus dihindari gerakan atau goncangan ini akan menenggelamkan lapisan nata yang telah terbentuk dan menyebabkan terbentuknya lapisan nata yang baru yang terpisah dari nata yang pertama. Hal ini menyebabkan ketebalan produksi nata tidak standar. (Budiyanto, 2004).

Kandungan gizi nata de coco
Dilihat dari zat gizinya, nata tidak berarti apa-apa karena produk ini sangat miskin zat gizi. Karena kandungan zat gizi (khusunya energi) yang sangat rendah, produk ini aman untuk dimakan siapa saja. Produk ini tidak akan menyebabkan kegemukan, sehingga sangat dianjurkan bagi mereka yang sedang diet rendah kalori. Keunggulan lain dari produk ini adalah kandungan seratnya yang cukup tinggi terutama selulosa. Peran utama serat dalam makanan adalah pada kemampuannya mengikat air yang dapat melunakkan feses.

Makanan dengan kandungan serat kasar yang tinggi dapat mengurangi berat badan. Serat   makanan akan tinggal dalam saluran pencernaan dalam waktu yang relative singkat sehingga absorpsi zat makanan berkurang. Selain itu, makanan yang mengandung serat yang relative tinggi akan memberikan rasa kenyang karena komposisi karbohidrat kompleks yang menghentikan nafsu makan sehingga mengakibatkan turunnya konsumsi makanan. Makanan dengan kandungan serat kasar relative tinggi biasanya mengandung kalori rendah, kadar gula, dan lemak rendah yang dapat membantu mengurangi terjadinya obesitas dan penyakit jantung. (Joseph, 2002).

Seperti yang kita ketahui, kandungan air kelapa terdiri atas karbohidrat, potassium, protein, lemak, kalsium, zat besi, fosfor, vitamin B kompleks, riboflavin serta nutrisi lainnya. Selama proses mendidihkan air kelapa dan pengeraman, banyak nutrisi yang hilang. Karena itu nilai gizi yang terkandung dalam nata de coco tidaklah cukup sebagai asupan nutrisi bagi tubuh.

Penambahan zat gizi biasanya berupa vitamin seperti vitamin C, vitamin B1, riboflavin dan niasin. Serta ditambahkan juga mineral seperti fosfor dan kalsium. Terkadang ditambahkan pula ekstrak perasa pisang, jeruk, stroberi dan lainnya agar konsumen mudah menerima produk nata de coco ini.

Karena kaya akan serat, nata de coco baik untuk melancarkan pencernaan. Salah satunya untuk melancarkan pembuangan feses tubuh dan mencegah sembelit (konstipasi). Selain itu, akibat rendahnya kandungan gizi, nata de coco aman dikonsumsi mereka yang mengalami obesitas dan sedang melakukan diet randah kalori guna menurunkan berat badan berlebih, tapi tentu saja tata cara pengkonsumsian nata de coco harus diperhatikan.

Artikel Terkait

Next Article
« Prev Post
Previous Article
Next Post »
Penulisan markup di komentar
  • Untuk menulis huruf bold gunakan <strong></strong> atau <b></b>.
  • Untuk menulis huruf italic gunakan <em></em> atau <i></i>.
  • Untuk menulis huruf underline gunakan <u></u>.
  • Untuk menulis huruf strikethrought gunakan <strike></strike>.
  • Untuk menulis kode HTML gunakan <code></code> atau <pre></pre> atau <pre><code></code></pre>, dan silakan parse kode pada kotak parser di bawah ini.

Disqus
Tambahkan komentar Anda