Ciri - Ciri Pohon Beringin Serta Morfologinya

Ciri - ciri tanaman pohon beringin
Pohon besar, diameter batang bisa mencapai 2 m lebih, tinggi bisa mencapai 25 m.
1. Batang tegak bulat
2. Permukaan kasar
3. Coklat kehitaman
4. Keluar akar menggantung dari batang
5. Daun tunggal, lonjong, hijau, panjang 3 - 6 cm, tepi rata, letak bersilang berhadapan
6. Bunga tunggal, keluar dari ketiak daun, kelopak bentuk corong, kuning kehijauan. Buah buni, bulat kecil, panjang 0.5 - 1 cm
7. Perbanyaan dengan biji.
8. Memiliki akar gantung untuk menyerap udara.
9. Daunnya banyak untuk memperbanyak fotosintesis.
10. Akarnya kuat untuk menopang tubuhnya.

Ciri-Ciri Pohon Beringin Serta Morfologinya

Morfologi Akar & Batang Pohon Beringin
Tanaman beringin adalah tanaman jenis pohon, berakar tunggang, dan bisa tumbuh tinggi menjulang hingga ketinggian kira-kira 20 – 25 cm. Batang beringin berbentuk bulat dan tegak, permukaannya kasar, percabangannya simpodial dan berwarna cokelat kehitaman. Keunikan dari pohon beringin adalah, pada bagian batang akan tumbuh akar gantung yang berwarna kecokelatan yang berfungsi untuk respirasi.  Akar ini tumbuh menggantung dari batang ke arah tanah, dan ketika akar sudah masuk ke dalam tanah, akar ini akan berfungsi untuk menyerap air dan nutrisi.

Morfologi Daun Pohon Beringin
Daun beringin berbentuk jorong (ovalis), dengan pangkal daun berbentuk tumpul dan bagian tepi daun yang merata dan halus. Pertemuan kedua sisi tepi daun beringin lebih tinggi/panjang sehingga ujung daun terlihat sempit, panjang dan runcing. Daging daun beringin bersifat perkamen, yaitu tipis tetapi cukup kaku. Susunan pertulangan daun beringin yaitu menyirip dengan tulang paling besar atau ibu tulang berada di tengah, lalu ibu tulang kemudian membentuk tulang-tulang cabang. Warna daun beringin ini hijau tua.

Morfologi Bunga Beringin
Bunga pohon beringin adalah bunga tunggal dan muncul di ketiak daun. Bentuk tangkai bunga beringin yaitu silindris dan kelopaknya berbentuk menyerupai corong dan berwarna hijau. Benang sari dan putiknya halus dan berwarna kuning. Bentuk mahkota bunga bulat, halus dan berwarna kuning kehijauan.

Buah tanaman beringin adalah buah buni, berbentuk bulat dengan ukuran panjang kira-kira 0,5 – 1 cm. Ketika masih muda, buah beringin berwarna hijau lalu berubah menjadi merah setelah tua. Bijinya berbentuk bulat, keras dan berwarna putih.

Pohon beringin memiliki ciri khas berupa akar gantung yang menjulur dari atas ke bawah dalam jumlah banyak, sehingga tampak seperti garis-garis vertikal yang menopang pohon tersebut (Hemmer et al. 2004). Akar gantung yang berasal dari cabang pohon beringin ini bervariasi diameternya menjuntai menutupi batang utama. Akar gantung yang semula berdiameter kecil ini tumbuh berkembang menjadi besar menutupi batang utama. Akar yang berada paling dekat dengan batang utama berdiameter lebih besar dibandingkan dengan akar gantung yang tumbuh kemudian dan terletak jauh dari batang utama (Boer & Sosef 1998). Akar gantung yang besar dan terletak  dekat  batang  utama  ini  kadang  menempel dan menyatu dengan batang utama, sehingga dalam pertumbuhannya menyatu dengan batang utama, sehingga batang utama pohon beringin tampak tidak beraturan.

Ficus benjamina banyak tumbuh tersebar di ber- bagai lokasi di Indonesia baik di tempat umum mau- pun milik pribadi. Masyarakat beranggapan pohon beringin merupakan pohon yang sakral, sehingga pohon beringin jarang ditebang untuk dimanfaatkan kayunya. Pohon beringin yang tua dan tumbang di daerah pedesaan pada umumnya hanya dimanfaat- kan sebagai kayu bakar, namun pohon beringin yang tumbang di sekitar wilayah perkotaan dibiarkan mem- busuk  tanpa  manfaat. Pohon  beringin yang tumbang tidak dimanfaatkan karena selain menghindari   penggunaan   pohon   yang   dianggap sakral, pohon beringin juga memiliki bentuk batang utama tidak teratur dengan adanya akar gantung. Berbeda dengan jenis pohon Ficus lain dalam satu famili seperti Ficus callosa dan variegata yang me- miliki batang soliter dan silindris tanpa adanya kehadiran akar gantung, kayunya telah dimanfaatkan masyarakat menjadi berbagai produk seperti rangka gambar (picture frame), moulding, dan fancy plywood (Boer & Sosef 1998). Selain itu, keterbatasan infor- masi mengenai karakteristik dasar kayu beringin beserta komponen akar gantungnya dapat menjadi faktor pembatas lain dalam upaya pemanfaatan kayu beringin.