Produk Makanan Roti Tepung

Roti          adalah  produk             makanan          yang    terbuat             dari      tepung             terigu yang difermentasikan  dengan ragi roti (  Saccharomyces  cerevisiae ), air dan atau tanpa penambahan  makanan  lain dan  dipanggang..  Kedalam adonan  dapat  ditambahkan gula, garam,  susu atau susu bubuk, lemak, pengemulsi dan bahan-bahan pelezat seperti cokelat, keju, kismis dan lain-lain.

Produk Makanan Roti Tepung

Secara garis besar produk bakeri bisa dikelompokkan menjadi kelompok roti dan kelompok biskuit.   Produk            roti      mempunyai      struktur            berongga-ronga           dan dikemb angkan dengan ragi roti   dan produk akhirnya bersifat plastis, elastis karena kadar   airnya   relatif  tinggi.   Produk   biskuit   terdiri   dari   berbagai   bentuk   dan mempunyai struktur lebih padat dengan tektur mulai dari rapuh atau renyah sampai relatif keras, serta kadar airnya rendah sehingga lebih awet dari pada roti.

Diantara  kedua  kelompok  bakeri  tersebut  ada  jenis  lain yaitu  cake,  yang merupakan  produk  hasil pemanggangan  yang  dikembangkan  dengan  pengembang kimia. Sel-sel udara yang terbentuk dihasilkan dengan  cara pengocokan (terutama putih  telur) yang  menyebabkan  udara  terperangkap  dalam adonan,  serta  adanya pembentukan gas dari bahan pengembang dan terbentuknya uap air pada waktu pemanggangan.

Produk lain yang dibuat dari terigu adalah donat.   Produk ini berbeda dengan produk-produk  bakeri lainnya karena pada tahap akhir proses  pembuatannya  tidak dipanggang, melainkan digoreng.  Donat mengembang  karena ragi roti, juga akibat terbentuknya gas dari bahan pengembang dan uap air pada waktu penggorengan.

Berdasarkan formulasi  adonan roti   dapat dibedakan menjadi tiga jenis yaitu adonan roti manis, roti tawar dan adonan soft rolls. Adonan roti manis adalah adonan yang dibuat dari formulasi yang banyak menggunakan gula, lemak dan telur. Adonan roti tawar adalah adonan roti yang mengunakan  sedikit/tanpa  gula, susu skim dan lemak. Sedangkan adonan soft roll  adalah adonan roti yang dibuat dari formula yang menggunakan gula dan lemak relatif lebih banyak dari adonan roti tawar.

Kualitas roti secara umum disebabkan karena variasi dalam penggunaan bahan baku dan proses pembuatannya. Jika bahan baku yang digunakan mempunyai kualitas yang   baik   dan   proses   pembuatannya   benar   maka   roti   yang   dihasilkan  akan mempunyai kualitas yang baik pula. Jenis dan mutu produk bakeri sangat bervariasi tergantung  jenis bahan-bahan  dan formulasi yang digunakan dalam pembuatannya. Variasi produk ini diperlukan  untuk memenuhi adanya variasi selera dan daya beli konsumen.

Setiap  bahan  juga  mempunyai  karakteristik  fisik,  kimia  dan  mekanik  yang berbeda, demikian juga perubahan sifat – sifat tersebut akibat pengolahan mungkin berbeda.  Oleh karena  itu  sebelum mengetahui      cara  pembuatan  roti,      terlebih dahulu mengenal jenis bahan  yang akan digunakan,  fungsinya dalam pembuatan roti serta sifat – sifat yang dibutuhkan. Hal ini perlu diketahui untuk bisa memilih bahan secara ekonomis dan mengendalikan mutu produk sesuai dengan keinginan.

Bahan  baku  yang  digunakan  dalam pembuatan  roti dapat  digolongkan bahan utama dan bahan pembantu.  Bahan utama yang digunakan dalam pembuatan roti adalah tepung terigu, air, ragi roti dan garam. Bahan pembantu adalah bahan-bahan yang menyertai bagian utama dalam pembuatan roti untuk mendapatkan aroma, rasa dan tekstur yang diinginkan. Bahan pembantu ini terdiri dari shortening, bread improver,  susu  skim,  telur, gula, bahan  pengisi   serta  flavoring. Pemberian  anti oksidan  (asam askorbat,  bromat  ), dan anti kapang seperti  kalium propionat dan kalsium pospat ditambahkan untuk memperpanjang keawetan roti.


Hasil belajar yang  dicapai  peserta  diklat setelah menguasai  unit  modul ini adalah  mampu   menguasai   kompetensi      tentang   pengenalan  bahan   baku   dan pembantu,   serta   pengoperasian   alat- alat  standar   industri   bakeri.   Pada   aspek kompetensi  sikap,  peserta  diklat mampu  menjaga  keselamatan dan  kesehatan, menjaga keamanan  pangan dan menerapkan  sistem dan prosedur keselamatan dan kesehatan.   Setelah mampu mengusai teknik dasar proses pembuatan roti,   peserta diklat dapat   mengolah dan menguji secara organoleptik roti tawar dan roti manis sesuai  permintaan pasar.

No comments:

Post a Comment

Komentar Anda akan langsung ditampilkan, namun Anda perlu memperhatikan tata tertib berkomentar:
1. Komentar harus relevan dengan konten yang dibaca
2. Tidak mengandung unsur SARA dan Provokasi.
3. Tidak menyisipkan link pada isi komentar, link aktif maupun tidak.

Komentar yang tidak memenuhi ketiga syarat tersebut pasti akan kami HAPUS, terima kasih