Masalah - Masalah Dalam Pembuatan Yogurt

Masalah - Masalah Dalam Pembuatan Yogurt

Masalah Yogurt terlalu lama jadi

Yogurt lama sekali jadi (lebih dari 8 jam). Susu difermentasi di suhu yang terlalu panas atau terlalu dingin, sehingga pertumbuhan bakteri lambat. Fermentasi susu  disuhu yang tepat (antara          40–44°C). Perlu digunakan termos atau alat pembuat yogurt.
Bibit terlalu  lemah  karena sudah terlalu lama disimpan. Diganti bibit dengan yang lebih baru. Membuat bibit baru setiap minggu untuk menjaga keaktifan bakteri.
Bibit terlalu lemah karena berasal dari    yogurt yang dipasteurisasi. Akibatnya tidak terdapat cukup bakteri untuk mengubah susu menjadi yogurt.  Diganti bibit dengan yang lebih baru.
Jumlah bibit  terlalu  banyak atau terlalu sedikit. Memasukkan bibit dalam jumlah tepat yaitu 2–3% atau 3–4 sendok makan per liter susu). Susu terlalu kuat diaduk saat dicampur  bibit, sehingga mengganggu keaktifan starter.            Susu diaduk secukupnya saja.

Masalah Yogurt jadi tetapi kurang enak rasanya

Yogurt     terasa kasar   di   lidah, banyak mengandung butiran kecil. Susu bubuk yang digunakan bukan susu instan dan belum larut benar.            Cara melarutkan susu bubuk adalah menambahkan air hangat atau air panas ke dalam tumpukan susu sedikit demi sedikit.            Dilakukan        sambil terus mengaduk campuran hingga menjadi adonan. Barulah dituangkan air dalam jumlah yang lebih banyak. Agar lebih larut, campuran ini dimasak selama 15– 20 menit.
Yogurt tidak enak, tidak seperti yogurt (rasanya aneh atau asing, baunya busuk/tengik).         Bibit tercemar mikroba lain. Diganti bibit dengan yang baru.
Rasa yogurt hambar (kurang asam). Suhu fermentasi agak terlalu tinggi (47–52°C), berakibat keseimbangan  dan  kelakuan L.  bulgaricus       dan  S. thermophilus dalam yogurt terganggu. Produksi laktase dan asam    laktat   pun berkurang.    
Suhu fermentasi diatur agar tetap berada di antara 40–44°C (atau dibaca petunjuk dari pembuat bibit yogurt). Disimpan lebih lama. Bila ingin yogurt lebih asam lagi,   setelah   fermentasi   ditambahkan asam dari buah atau asam sitrat.
Rasa yogurt terlalu asam. Fermentasi terlalu lama (lebih dari 1–2 hari), mengakibatkan produksi asam banyak.         
Begitu  yogurt  jadi, segera  dimasukkan ke dalam lemari pendingin untuk menghentikan produksi asam.
Suhu fermentasi terlalu rendah (di bawah 25°C), berakibat keseimbangan serta kelakuan L. bulgaricus dan S. thermophilus dalam yogurt terganggu.
Yogurt  difermentasi pada  suhu  yang tepat  (40–44°C,  atau  dibaca  petunjuk dari pembuat bibit yogurt). Ada bau hangus.   
Susu terlalu lama dipanaskan sehingga menimbulkan bau hangus.         Susu  dimasak  secukupnya  saja (10–20 menit,   80–90°C).   Jika   menggunakan susu      bubuk,             diaduk             teratur selama dimasak untuk menjaga agar susu tidak gosong di dasar wadah.

Masalah Yogurt jadi tetapi memisah

Terbentuk air dadih diatas permukaan yogurt. Yogurt  difermentasi terlalu lama (lebih dari 12 jam).  Susu diamati setiap ½ atau 1 jam. Jika sudah jadi,     segera dipindahkan    ke wadah   lain   dan   dimasukkan   dalam lemari pendingin.
Wadah susu terguncang atau dipindahkan          saat difermentasi. Tempat  menyimpan  dipilih yang stabil dan bebas gangguan.

Yogurt     terlalu encer sehingga akhirnya memisah. Kekentalan susu perlu ditingkatkan atau ditambahkan sedikit zat penstabil.

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Masalah - Masalah Dalam Pembuatan Yogurt"

Post a Comment

Komentar Anda akan langsung ditampilkan, namun Anda perlu memperhatikan tata tertib berkomentar:
1. Komentar harus relevan dengan konten yang dibaca
2. Tidak mengandung unsur SARA dan Provokasi.
4. Tidak menyisipkan link pada isi komentar, link aktif maupun tidak.

Komentar yang tidak memenuhi ketiga syarat tersebut pasti akan kami HAPUS, terima kasih