Proses - Proses Perkecambahan

Pada setiap tahap dalam kehidupan suatu tumbuhan, sensitivitas terhadap lingkungan dan koordinasi respons sangat jelas terlihat. Tumbuhan dapat mengindera gravitasi dan arah cahaya, memerlukan suhu yang cocok, banyaknya air yang memadai, dan persediaan oksigen yang cukup. Periode dormansi juga merupakan persyaratan bagi perkecambahan banyak biji sebagai contoh, biji buah apel hanya dapat berkecambah setelah masa dingin yang lama. Ada bukti bahwa perkecambahan kimia terbentuk di dalam bijinya ketika terbentuk. Pencegahan ini lambat laun akan dipecah pada suhu rendah sampai tidak lagi memadai untuk menghalangi perkecambahan ketika kondisi lainnya membaik (Latunra, dkk., 2009).

Proses - Proses Perkecambahan

Perkecambahan diawali dengan penyerapan air dari lingkungan air dari lingkungan sekitar biji, baik tanah, udara, maupun media lainnya. Perubahan yang teramati adalah membesarnya ukuran biji yang disebut tahap imbibisi. Biji menyerap air dari lingkungan sekelilingnya, baik dari tanah maupun dari udara (dalam bentuk uap air ataupun embun). Efek yang terjadi membesarnya ukuran biji karena sel-sel embrio membesar dan biji yang melunak (Latunra, dkk., 2009).

Perkecambahan (Ing. germination) sendiri merupakan tahap awal perkembangan suatu tumbuhan, khususnya tumbuhan berbiji. Dalam tahap ini, embrio di dalam biji yang semula berada pada kondisi dorman mengalami sejumlah perubahan fisiologis yang menyebabkan ia berkembang menjadi tumbuhan muda. Tumbuhan muda ini dikenal sebagai kecambah.
Tahap imbibisi yang dilakukan praktikan pada penelitian kali ini pun juga diadakan, yakni dengan cara merendam biji-biji jagung yang dijadikan sampel ke dalam air selama 1 x 24 jam dengan tujuan untuk memecah dormansi biji itu sendiri . Sebab, jika tidak dilakukan perendaman maka dikhawatirkan proses perkecambahan tidak akan berlangsung dengan baik, cepat dan serempak mengingat waktu penelitian yang disediakan hanya 10 hari yakni dari tanggal 09 Januari 2010 sampai dengan 19 Januari 2010.

Berdasarkan posisi kotiledon dalam proses perkecambahan dikenal perkecambahan hipogeal dan epigeal. Hipogeal adalah pertumbuhan memanjang dari epikotil yang meyebabkan plumula keluar menembus kulit biji dan muncul di atas tanah. Kotiledon relatif tetap posisinya. Contoh tipe ini terjadi pada kacang kapri dan jagung. Pada epigeal hipokotillah yang tumbuh memanjang, akibatnya kotiledon dan plumula terdorong ke permukaan tanah. Perkecambahan tipe ini misalnya terjadi pada kacang hijau dan jarak. Pengetahuan tentang hal ini dipakai oleh para ahli agronomi untuk memperkirakan kedalaman tanam.

Banyak faktor yang mepengaruhi pertumbuhan di antaranya adalah faktor genetik untuk internal dan faktor eksternal terdiri dari cahaya, kelembapan, suhu, air, dan hormon. Untuk proses perkecambahan banyak di pengaruhi oleh faktor cahaya dan hormon, walaupun faktor yang lain ikut mempengaruhi. Menurut literatur perkecambahan di pengaruhi oleh hormon auxin , jika melakukan perkecambahan di tempat yang gelap maka akan tumbuh lebih cepat namun bengkok, hal itu disebabkan karena hormon auxin sangat peka terhadap cahaya, jika pertumbuhannya kurang merata. Sedangkan di tempat yang banyak mendapatkan cahaya perkecambahan akan terjadi relatif lebih lama, hal itu juga di sebabkan pengaruh hormon auxin yang aktif secara merata ketika terkena cahaya. Sehingga di hasilkan tumbuhan yang normal atau lurus menjulur ke atas (Soerga, 2009).

Secara umum, maka proses perkecambahan dirangkaikan sebagai berikut:
1. Dimulai dengan proses penyerapan air oleh benih, sehingga melunaknya kulit benih dan hidrasi darip protoplasma.
2. Terjadinya kegiatan-kegiatan sel dan enzim-enzim serta naiknya tingkat respirasi benih.
3. Terjadinya penguraian bahan-bahan seperti karbohidrat, lemak dan protein menjadi bentuk melarut dan ditranslokasikan ke titik-titik tumbuh.
4. Kemudian, asimilasi dari bahan-bahan yang telah diuraikan tadi di daerah meristematik untuk menghasilkan energi bagi kegiatan pembentukan komponen dan pertumbuhan sel-sel baru.
5. Dan, terjadilah proses pertumbuhan dari kecambah melalui proses pembelahan, pembesaran dan pembagian sel-sel pada titik-titik tumbuh.

Pentingnya perkecambahan dalam suatu kegiatan budidaya/usahatani tidak dapat dielakkan dan dipungkiri, tanpa perkecambahan bagaimana mungkin tanaman dapat tumbuh dan berkembang. Kemampuan benih untuk melakukan perkecambahan juga sangat menentukan bagi pengukuran standar minimum sebagai dasar dari kalsifikasi atau penuntun pengukuran untuk menentukan tinggi rendahnya mutu suatu benih.


Kepentingan dalam melakukan uji daya kecambah dan kekuatan tumbuh kecambah ini pada akhirnya kan selalu bermuara untuk memenuhi perkemabangan bidang teknologi benih yang berorientasi pada pencarian varietas unggul.

2 comments - Proses - Proses Perkecambahan

  1. Jadi ingat pas praktik SMA hihi beli kacang hijau bisa jadi Toge hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. haha, memang benar kacang hijau selain bisa dibikin bubur kacang ijo juga bisa juga dibuat toge, orangtua saya doyan ini... hehe

      Delete

Komentar Anda akan langsung ditampilkan, namun Anda perlu memperhatikan tata tertib berkomentar:
1. Komentar harus relevan dengan konten yang dibaca
2. Tidak mengandung unsur SARA dan Provokasi.
3. Tidak menyisipkan link pada isi komentar, link aktif maupun tidak.

Komentar yang tidak memenuhi ketiga syarat tersebut pasti akan kami HAPUS, terima kasih