Permukaan Air Tanah

Permukaan air tanah sering berada jauh di bawah permukaan tanah sehingga tidak begitu berperan bagi tumbuhan yang akarnya tidak mampu mencapai air tersebut. Sebaliknya air kapiler yang naik dari permukaan air tanah akan menjadi sumber air yang penting bagi tumbuhan. Pemantauan status air tanah dapat pula dilakukan melalui pengukuran di laboratorium.

Permukaan Air Tanah

Ada beberapa cara yang dapat disarankan seperti yang dijelaskan di bawah ini.

1. Penentuan kadar air tanah. Kadar air tanah dapat dilakukan dengan mengambil sampel tanah dan di timbang berat basahnya. Selanjutnya sampel tersebut dikeringkan dalam oven sampai beratnya konstan. Selisih berat setelah dikeringkan merupakan kandungan air didalam tanah tersebut. Kemudian, dengan membandingkan kehilangan berat terhadap berat basah atau berat keringnya, akan diketahui persentase kadar air tanah tersebut.

2. Kapasitas lapang.
Cara pengukuran ini dapat dilakukan dengan memasukkan suatu sampel tanah tertentu ke dalam suatu tabung silinder gelas, yang terlebih dahulu tanah tersebut sudah dikeringkan dan dihancurkan. Keatas sampel tadi dituangkan air dan dibiarkan meresap turun ke dalam silinder dan usahakan jangan sampai ada air menguap. Biarkan perangkat ini selama 2-3 hari sampai air tadi tidak bergerak turun lagj, yang berarti pula gerak kapiler dan gaya gravitasi sudah tidak mampu menarik air lebih jauh kebawah. Selanjutnya ambil tanah yang basah dan ukur kadar airnya, maka nilai kadar air tersebut merupakan kadai air tanah itu pada kapasitas lapanganya. Kedua pengukuran di atas bersifat pengukuran secara fisika.

Pengukuran secara fisiologis yang parameter pengukurannya tumbuhan itu sendiri, dapat di lakukan sebagai berikut:

1. Persentase kadar air pada kelayuan permanen. Cara ini dikembangkan melalui pengukuran kadar air tanah. Nilai kadar air yang diperoleh dari pengukuran adalah persentase kadar air pada tanah, dimana tumbuhan yang tumbuh di atasnya menjadi layu secara permanen.

2. Kadar air pada kisaran kelayuan (wilting range). Yang dimaksud dengan hal ini adalah kisaran kadar air tanah antara saat tumbuhan mulai layu sampai tercapainya kelayuan permanen.

Comments

Popular posts from this blog

Ketahui 4 Poin Penting Perbedaan Antara BRI Simpedes dan BRI Britama Agar Anda Tidak Salah Pilih

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Radiasi Matahari

Deskripsi dan Klasifikasi Pohon Beringin