Resistensi Serangga Terhadap DDT

Resistensi Serangga Terhadap DDT - Berkembangnya resistensi berbagai jenis serangga terhadap insektisida pada 50 tahun terakhir, merupakan masalah paling serius yang kita hadapi sejak digunakannya secara  luas  insektisida  organik sintetik di seluruh dunia pada akhir Perang Dunia II. Meskipun resistensi serangga terhadap insektisida anorganik telah diketahui sejak tahun 1910-an, namun kasus ini meningkat nyata sejak ditemukannya insektisida organik sintetik. Resistensi serangga terhadap insektisida merupakan fenomena global yang dirasakan baik di negara-negara maju maupun negara-negara berkembang, seperti Indonesia.
Resistensi Serangga Terhadap DDT

DDT (Dichloro Diphenyl Trichloroethane) adalah insektisida organik sintetik yang pertama kali ditemukan, dan digunakan  secara  luas  sejak  tahun  1945.
DDT pernah disanjung “setinggi langit” karena jasa-jasanya dalam penanggulangan berbagai penyakit yang ditularkan vektor serangga (Untung, 2004). Di India, pada tahun 1960 kematian oleh malaria mencapai
500.000 orang turun menjadi 1000 orang pada tahun 1970. World Health Organization memperkirakan bahwa DDT selama  Perang  Dunia  II  telah menyelamatkan  sekitar  25  juta  jiwa terutama dari ancaman malaria dan tifus (Tarumingkeng, 2007). Namun pada tahun
1948 sudah mulai dilaporkan terjadinya resistensi DDT pada nyamuk dan lalat (Untung, 2004).

Pada tahun 1954 Anopheles sundaicus   dinyatakan   resisten   terhadap DDT (Hoedojo & Zulhasril, 2000). Uji kerentanan Anopheles aconitus yang dilakukan secara intensif di Jawa Tengah dan Jawa Timur, hasil yang didapat menerangkan  bahwa  daerah  An.  Aconitus resisten DDT dari tahun ke tahun makin meluas, sehingga pada tahun 1985 semua daerah yang diuji kerentanan menunjukkan bahwa An. Aconitus telah resisten terhadap DDT , meskipun derajat resistensinya berbeda-beda (Kirnowardoyo, 1989).

Sebagian besar peningkatan resistensi insektisida disebabkan oleh tindakan manusia dalam mengaplikasikan insektisida  tanpa  dilandasi  oleh pengetahuan   yang   menyeluruh   tentang sifat-sifat dasar insektisida kimia termasuk pengembangan  populasi  resisten  (Untung,
2004).

Artikel Resistensi Serangga Terhadap DDT  ini dibuat berdasarkan referensi dari materi bahan kuliah saya, semoga dapat menambah wawasan anda.

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Resistensi Serangga Terhadap DDT"

Post a Comment

Komentar Anda akan langsung ditampilkan, namun Anda perlu memperhatikan tata tertib berkomentar:
1. Komentar harus relevan dengan konten yang dibaca
2. Tidak mengandung unsur SARA dan Provokasi.
4. Tidak menyisipkan link pada isi komentar, link aktif maupun tidak.

Komentar yang tidak memenuhi ketiga syarat tersebut pasti akan kami HAPUS, terima kasih