Cara Pemberian Air Irigasi

Cara Pemberian Air Irigasi - Untuk mengalirkan dan membagi air irigasi, dikenal emapat cara utama, yaitu :
a. Pemberian air irigasi lewat permukaan tanah, yaitu pemberian air irigasi melalui permukaan tanah.

b. Pemberian air irigasi melalui bawah permukaan tanah, yaitu pemberian air irigasi yang menggunakan pipa dengan sambungan terbuka atau berlubang- lubang, yang ditanam 30 - 100 m di bawah permukaan tanah.

c. Pemberian air irigasi dengan panearan, yaitu cara pemberian air irigasi dalam bentuk panearan dari suatu pipa berlubang yang tetap atau berputar pada sumbu vertikal.
Cara Pemberian Air Irigasi

Air dialirkan ke dalam pipa dan areal diairi dengan cara panearan seperti pemanearan pada waktu hujan. Alat panear ini kadang-kadang diletakkan di atas kereta dan dapat dipindah-pindahkan sehingga dapat memberikan penyiraman yang merata. Pemberian air dengan aera panearan untuk keperluan irigasi semacam ini, belum lazim digunakan di Indonesia.

d. Pemberian air dengan aera tetesan, yaitu pemberian air melalui pipa, di mana pada tempat-tempat tertentu diberi perlengkapan untuk jalan keluarnya air agar menetes pada tanah. Cara pemberian air irigasi semaeam inipun belum lazim di Indonesia.

Cara pemberian air irigasi yang termasuk dalam eara pemberian air lewat permukaan, dapat disebut antara lain :

a. Wild flooding : air digenangkan pada suatu daerah yang luas pada waktu banjir cukup tinggi sehingga daerah akan cukup sempurna dalam pembasahannya; cara ini hanya cocok apabila cadangan dan ketersediaan air cukup banyak.
b. Free flooding: daerah yang akan diairi dibagi dalam beberapa bagian/ petak; air dialirkan dari bagian yang tinggi ke bagian yang rendah.
c. Check flooding : air dari tempat pengambilan (sumber air) dimasukkan ke dalam selokan, untuk kemudian dialirkan pada petak-petak yang kecil; keuntungan dari sistem ini adalah bahwa air tidak dialirkan pada daerah yang sudah diairi.
d. Border strip method : daerah pengairan dibagi-bagi dalam luas yang keeil dengan galengan berukuran lOx 100 m2 sampai 20 x 300 m2; air dialirkan ke dalam tiap petak melalui pintu-pintu.
e. Zig-zig method: daerah pengairan dibagi dalam sejumlah petak berbentuk jajaran atau persegi panjang; tiap petak dibagi lagi dengan bantuan galengan dan air akan mengalir melingkar sebelum meneapai lubang pengeluaran. Cara ini menjadi dasar dari pengenalan perkembangan teknik dan peralatan irigasi.
f. Bazin method : eara ini biasa digunakan di perkebunan buah-buahan. Tiap bazin dibangun mengelilingi tiap pohon dan air dimasukkan ke dalarnnya melalui selokan lapangan seperti pada ehek flooding.
g. Furrow method : cara ini digunakan pada perkebunan bawang dan kentang serta buah-buahan lainnya. Tumbuhan tersebut ditanam pada tanah gundukan yang paralel dan diairi melalui lembah di antara gundukan.

Artikel Cara Pemberian Air Irigasi ini dibuat berdasarkan bahan dari materi kuliah saya, semoga bermanfaat.

No comments:

Post a Comment

Komentar Anda akan langsung ditampilkan, namun Anda perlu memperhatikan tata tertib berkomentar:
1. Komentar harus relevan dengan konten yang dibaca
2. Tidak mengandung unsur SARA dan Provokasi.
3. Tidak menyisipkan link pada isi komentar, link aktif maupun tidak.

Komentar yang tidak memenuhi ketiga syarat tersebut pasti akan kami HAPUS, terima kasih